E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU SDI|RUU Perampasan Aset|sekolah|Kesehatan|RUU HPI|Diplomasi|pesantren|Polri|Tenaga Kesehatan|B50|APBN 2025|PT. Freeport|Jampidsus
Jakarta:
Sebagian Cerah
29°C
Terasa: 31°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU SDI|RUU Perampasan Aset|sekolah|Kesehatan|RUU HPI|Diplomasi|pesantren|Polri|Tenaga Kesehatan|B50|APBN 2025|PT. Freeport|Jampidsus
Jakarta:
Sebagian Cerah
29°C
Terasa: 31°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU SDI|RUU Perampasan Aset|sekolah|Kesehatan|RUU HPI|Diplomasi|pesantren|Polri|Tenaga Kesehatan|B50|APBN 2025|PT. Freeport|Jampidsus
Jakarta:
Sebagian Cerah
29°C
Terasa: 31°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Esti Wijayati: Penurunan Siswa Sekolah Negeri Harus Dikaji Berdasarkan Data Komprehensif

Diterbitkan
Selasa, 14 Jul 2026 14.57 WIB
Bagikan:
Esti Wijayati: Penurunan Siswa Sekolah Negeri Harus Dikaji Berdasarkan Data Komprehensif

Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijayati, saat ditemui Parlementaria di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto: Sari/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta – Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijayati meminta pemerintah mengkaji secara menyeluruh fenomena dugaan penurunan jumlah peserta didik di sekolah negeri di berbagai daerah. Menurutnya, penurunan tersebut tidak dapat disimpulkan hanya disebabkan oleh satu faktor, melainkan harus dianalisis berdasarkan data yang komprehensif.

 

"Tentu kita tidak bisa menyimpulkan bahwa ada penyebab utamanya. Kalau kita melihat yang pertama, memang jumlah penduduk kita, pertambahan angka kelahiran itu kemungkinan besar agak menurun. Anak-anak muda sekarang mungkin memilih anak dua saja, atau menunda punya anak," ujar Esti kepada Parlementaria di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Lihat Juga :

Siswa Terancam Gagal SNBP Buntut Sekolah Lalai, Waka DPR: Jangan Pupus Mimpi Anak-anak

Siswa Terancam Gagal SNBP Buntut Sekolah Lalai, Waka DPR: Jangan Pupus Mimpi Anak-anak

My Esti Wijayati: Izin PAUD Harus Mampu Awasi Penuh ‘Daycare’

My Esti Wijayati: Izin PAUD Harus Mampu Awasi Penuh ‘Daycare’

 

Legislator dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu menjelaskan, selain penurunan angka kelahiran, meningkatnya minat masyarakat terhadap sekolah-sekolah berbasis keagamaan juga menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati. Di sisi lain, kehadiran berbagai program sekolah baru yang diinisiasi pemerintah, seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Terintegrasi, dan Sekolah Unggul Garuda, juga berpotensi memengaruhi distribusi peserta didik.

 

Karena itu, Esti menilai setiap kebijakan pembentukan sekolah baru harus didahului dengan kajian yang mendalam dan pemetaan wilayah yang komprehensif. Menurutnya, pemerintah perlu memperhitungkan dampak kebijakan tersebut terhadap sekolah-sekolah yang sudah ada, termasuk ketersediaan tenaga pendidik.

 

"Ketika kita membuat kebijakan baru, ada Sekolah Rakyat, Sekolah Terintegrasi, dan Sekolah Unggul Garuda, itu mestinya ada kajian mendalam dulu. Kalau ditempatkan di suatu daerah, harus dipetakan titik-titik mana yang muridnya kemungkinan akan beralih. Kemudian dihitung secara matang bagaimana kebutuhan guru dan tenaga pendidik. Di Kulonprogo, berdasarkan informasi yang beredar di media massa, ada guru sekolah negeri yang diminta mengajar di Sekolah Rakyat karena kekurangan guru. Ini harus dihitung secara matang," tegasnya.

 

Sebagai salah satu alternatif solusi, Komisi X DPR RI juga mempertimbangkan kebijakan regrouping atau penggabungan sekolah dasar yang mengalami kekurangan peserta didik. Meski diakui tidak selalu mudah diterima masyarakat, langkah tersebut dinilai dapat menjadi upaya rasional untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pendidikan.

 

Namun demikian, Esti mengingatkan agar kebijakan tersebut tetap memperhatikan kondisi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang secara demografis memang memiliki jumlah peserta didik terbatas. Menurutnya, pemerintah perlu menentukan secara cermat apakah sekolah-sekolah di wilayah tersebut tetap dipertahankan atau diintegrasikan dengan kebijakan pendidikan lainnya.

 

"Salah satu hal yang mungkin agak sulit diterima banyak pihak adalah ketika harus dilakukan regrouping. Dulu kebijakan itu pernah dilakukan saat muncul sekolah-sekolah baru. Namun, untuk daerah 3T yang jumlah siswanya sedikit, perlu dipertimbangkan apakah sekolahnya tetap dipertahankan atau diberikan ruang melalui skema lain. Semua itu harus diputuskan berdasarkan pemetaan dan kajian yang menyeluruh," pungkasnya. (hvt/ssb)

Berita terkait

Siswa Terancam Gagal SNBP Buntut Sekolah Lalai, Waka DPR: Jangan Pupus Mimpi Anak-anak
Populer
Siswa Terancam Gagal SNBP Buntut Sekolah Lalai, Waka DPR: Jangan Pupus Mimpi Anak-anak
My Esti Wijayati: Izin PAUD Harus Mampu Awasi Penuh ‘Daycare’
Kesejahteraan Rakyat
My Esti Wijayati: Izin PAUD Harus Mampu Awasi Penuh ‘Daycare’
Ribuan Ijazah Tertahan di Sekolah Negeri, Pelayanan Publik di Daerah Harus Jamin Kebutuhan Masyarakat
Politik dan Keamanan
Ribuan Ijazah Tertahan di Sekolah Negeri, Pelayanan Publik di Daerah Harus Jamin Kebutuhan Masyarakat
Tags:#Pendidikan#sekolah
Sebelumnya

Baleg Bahas RUU Kadin, Perkuat Fungsi dan Kewenangan Organisasi Pengusaha

Selanjutnya

Esti: Pelaku Ancaman Bom di Sekolah Harus Dihukum Sesuai Aturan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1003)
  • Industri dan Pembangunan(3504)
  • Isu Lainnya(1033)
  • Kesejahteraan Rakyat(3506)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4285)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU SDI|RUU Perampasan Aset|sekolah|Kesehatan|RUU HPI|Diplomasi|pesantren|Polri|Tenaga Kesehatan|B50|APBN 2025|PT. Freeport|Jampidsus
Jakarta:
Sebagian Cerah
29°C
Terasa: 31°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h