E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|Gempa|Haji|Pendidikan|RAPBN 2027|Anggaran|karhutla|PPPK|literasi|RUU Migas|RUU Penyiaran|AI|Guru
Jakarta:
Berawan sebagian
27°C
Terasa: 31°C
Lembab: 73%
Angin: 5 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|Gempa|Haji|Pendidikan|RAPBN 2027|Anggaran|karhutla|PPPK|literasi|RUU Migas|RUU Penyiaran|AI|Guru
Jakarta:
Berawan sebagian
27°C
Terasa: 31°C
Lembab: 73%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|Gempa|Haji|Pendidikan|RAPBN 2027|Anggaran|karhutla|PPPK|literasi|RUU Migas|RUU Penyiaran|AI|Guru
Jakarta:
Berawan sebagian
27°C
Terasa: 31°C
Lembab: 73%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|Gempa|Haji|Pendidikan|RAPBN 2027|Anggaran|karhutla|PPPK|literasi|RUU Migas|RUU Penyiaran|AI|Guru
Jakarta:
Berawan sebagian
27°C
Terasa: 31°C
Lembab: 73%
Angin: 5 km/h
Berita/Politik dan Keamanan

Ribuan Ijazah Tertahan di Sekolah Negeri, Pelayanan Publik di Daerah Harus Jamin Kebutuhan Masyarakat

Diterbitkan
Minggu, 24 Mei 2026 14.26 WIB
Bagikan:
Ribuan Ijazah Tertahan di Sekolah Negeri, Pelayanan Publik di Daerah Harus Jamin Kebutuhan Masyarakat

Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin. |Foto: Munchen/Mahendra

PARLEMENTARIA, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin menyoroti temuan Ombudsman terkait ribuan ijazah yang masih tertahan di sekolah negeri. Ia pun menekankan pelayanan publik di daerah seharusnya menjamin kebutuhan masyarakat, khususnya terkait pemenuhan hak administratif seperti Ijazah yang biasa digunakan sebagai syarat kerja.

 

“Temuan Ombudsman mengenai masih banyaknya ijazah yang tertahan di sekolah menunjukkan masih lemahnya standar pelayanan publik di sektor pendidikan daerah,” kata Muhammad Khozin dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, di Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Lihat Juga :

Pusat Harus Segera Salurkan DAU untuk 79 Daerah, Pelayanan Publik Akan Terdampak

Pusat Harus Segera Salurkan DAU untuk 79 Daerah, Pelayanan Publik Akan Terdampak

Seluruh Fakta Temuan Senjata di Sekolah Harus Dibuka Jelas, Jangan Ditutupi!

Seluruh Fakta Temuan Senjata di Sekolah Harus Dibuka Jelas, Jangan Ditutupi!

 

“Khususnya dalam menjamin hak administratif warga negara secara cepat, transparan, dan akuntabel. Menahan ijazah, artinya seperti menahan masa depan generasi muda kita,” imbuh Politisi Fraksi PKB ini.

 

Sebagai informasi, Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Riau menemukan sebanyak 11.856 di Provinsi Riau belum diambil oleh para alumni dengan rincian 5.635 ijazah SMA Negeri dan 6.221 ijazah SMK Negeri. 

 

Temuan itu merupakan hasil kajian pengawasan penyelenggaraan pelayanan publik terkait tata kelola pemberian ijazah di sekolah negeri. Kajian tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan maladministrasi dalam pelayanan publik sektor pendidikan.

 

Jumlah itu berdasarkan pengambilan data yang dilakukan pada periode April hingga Oktober 2025 dengan objek kajian berupa ijazah yang diterbitkan sebelum Tahun Ajaran 2024/2025.

 

Meski ada sejumlah alasan teknis mengapa alumni belum mengambil ijazah, Ombudsman juga melihat masih ada persepsi di masyarakat bahwa ijazah akan ditahan sekolah karena adanya tunggakan biaya di masa lalu.

 

Terkait hal ini, Khozin mengingatkan seharusnya sekolah Negeri tidak boleh menahan ijazah siswa berdasarkan ketentuan yang ada.

 

“Persoalan ini tidak dapat dipersempit hanya sebagai kebijakan internal sekolah, karena sekolah merupakan bagian dari sistem pelayanan publik yang wajib tunduk pada prinsip-prinsip pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

 

Selain di Riau, fenomena masih ada banyak ijazah lulusan SMA/SMK tertahan di sekolah juga ditemukan di Bangka Belitung beberapa waktu lalu. Fenomena penahanan ijazah juga banyak terjadi di sekolah-sekolah swasta karena adanya tuntutan pelunasan tunggakan biaya.

 

“Saya kira, persoalan seperti ini juga terjadi di berbagai daerah. Bukan hanya di Riau atau Bangka Belitung saja. Padahal para lulusan sangat membutuhkan ijazah untuk bekerja atau melanjutkan pendidikan mereka yang hendak berkuliah,” ujar Khozin.

 

Khozin pun memandang tertahannya ijazah dalam jumlah besar mengindikasikan adanya masalah tata kelola administratif yang tidak tertangani secara sistemik oleh pemerintah daerah. 

 

“Ketika dokumen pendidikan yang bersifat fundamental bagi warga Negara dapat tertunda bertahun-tahun, maka hal tersebut menunjukkan bahwa mekanisme pengawasan pelayanan publik belum berjalan efektif dalam mendeteksi dan menyelesaikan persoalan secara dini,” paparnya.

 

Khozin juga menyoroti pentingnya kejelasan standar operasional pelayanan administrasi pendidikan di daerah. Sebab selama ini terdapat variasi praktik antar sekolah dan pemerintah daerah terkait penanganan dokumen akademik siswa, yang pada akhirnya menciptakan ketidakpastian pelayanan bagi masyarakat.

 

“Kondisi ini memperlihatkan bahwa desentralisasi pendidikan belum sepenuhnya diikuti dengan penguatan standar pelayanan publik yang seragam dan terukur,” tegas Khozin.

 

Oleh karenanya, Anggota Komisi di DPR yang membidangi urusan tata kelola pemerintahan itu mendorong Kementerian Dalam Negeri bersama pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi. Menurut Khozin, ada beberapa hal yang perlu mendapat pembenahan.

 

“Evaluasi tata kelola pelayanan administrasi pendidikan mutlak dilakukan, termasuk memperkuat sistem pengawasan dan mekanisme pengaduan masyarakat yang lebih responsif,” sebut Legislator dari Dapil Jawa Timur IV itu.

 

Lebih lanjut, Khozin mengingatkan agar Pemerintah Daerah (Pemda) segera mengambil langkah dalam  menyelesaikan persoalan ijazah yang masih tertahan di sekolah seperti yang direkomendasikan oleh Ombudsman.

 

“Karena ini adalah tentang pelayanan publik yang menyangkut hak dasar masyarakat,” ungkap Khozin.

 

“Setiap Pemda perlu melakukan pendataan dan verifikasi mengenai ijazah yang masih tersimpan di sekolah-sekolah. Juga lakukan pendekatan dengan jemput bola kepada alumni agar ijazah yang masih ada di sekolah segera bisa diberikan,” lanjut Anggota Fraksi PKB ini.

 

Di sisi lain, Khozin memandang bahwa kualitas pelayanan publik tidak hanya diukur dari keberhasilan program besar pemerintah daerah saja.

 

“Tetapi juga dari kemampuan Negara di daerah memastikan hak administratif masyarakat dapat diakses tanpa hambatan birokrasi yang berlarut-larut,” ucap Khozin.

 

“Penyelesaian persoalan ijazah yang tertahan di sekolah negeri harus menjadi momentum perbaikan tata kelola pelayanan publik pendidikan secara lebih menyeluruh dan berorientasi pada hak warga negara,” tutupnya. (rdn)

Berita terkait

Pusat Harus Segera Salurkan DAU untuk 79 Daerah, Pelayanan Publik Akan Terdampak
Politik dan Keamanan
Pusat Harus Segera Salurkan DAU untuk 79 Daerah, Pelayanan Publik Akan Terdampak
Seluruh Fakta Temuan Senjata di Sekolah Harus Dibuka Jelas, Jangan Ditutupi!
Politik dan Keamanan
Seluruh Fakta Temuan Senjata di Sekolah Harus Dibuka Jelas, Jangan Ditutupi!
RUU Daerah Kepulauan Harus Jamin Layanan Transportasi Masyarakat
Politik dan Keamanan
RUU Daerah Kepulauan Harus Jamin Layanan Transportasi Masyarakat
Tags:#Pendidikan#sekolah#Ijazah Ditahan
Sebelumnya

Dukung Komitmen Presiden, KPK dan Ombudsman Perlu Perketat Pengawasan bagi Oknum Aparat-ASN Nakal

Selanjutnya

Marak Pekerja Asing Datang Tanpa Dokumen Lengkap, Imigrasi Karawang Harus Perketat Pengawasan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1096)
  • Industri dan Pembangunan(3779)
  • Isu Lainnya(1064)
  • Kesejahteraan Rakyat(3805)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4644)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Segera Daftar
Parja

PODCAST

IKUTI KAMI