E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|RUU Daerah Kepulauan|RUU PFII|Diplomasi|RUU Sisdiknas|karbon|Agrinas Palma Nusantara|PT. Freeport|Kesehatan|energi|tambang|industri|PHK
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 37°C
Lembab: 59%
Angin: 0 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|RUU Daerah Kepulauan|RUU PFII|Diplomasi|RUU Sisdiknas|karbon|Agrinas Palma Nusantara|PT. Freeport|Kesehatan|energi|tambang|industri|PHK
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 37°C
Lembab: 59%
Angin: 0 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|RUU Daerah Kepulauan|RUU PFII|Diplomasi|RUU Sisdiknas|karbon|Agrinas Palma Nusantara|PT. Freeport|Kesehatan|energi|tambang|industri|PHK
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 37°C
Lembab: 59%
Angin: 0 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Kanang: Laba PTPN III Naik, Efisiensi Pengelolaan Lahan Masih Jadi PR

Diterbitkan
Selasa, 7 Jul 2026 10.28 WIB
Bagikan:
Kanang: Laba PTPN III Naik, Efisiensi Pengelolaan Lahan Masih Jadi PR

Anggota Komisi VI DPR RI Budi Sulistyono, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI dengan PTPN III beserta subholding di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto: Farhan/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Budi Sulistyono mendorong PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III beserta subholding untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam mendukung target swasembada pangan nasional.

 

Menurut Kanang, Komisi VI menelaah secara mendalam laporan kinerja PTPN III, termasuk capaian laba bersih perusahaan yang mencapai Rp6,3 triliun. Namun, ia menilai capaian tersebut masih perlu diikuti dengan peningkatan efisiensi pengelolaan lahan yang saat ini mencapai sekitar 1,1 juta hektare.

Lihat Juga :

Akses Air Bersih Masih Jadi PR Nasional

Akses Air Bersih Masih Jadi PR Nasional

Sistem Syarikah Tingkatkan Kualitas Layanan Haji, DPR: Distribusi Kartu Nusuk Masih Jadi PR

Sistem Syarikah Tingkatkan Kualitas Layanan Haji, DPR: Distribusi Kartu Nusuk Masih Jadi PR

 

"Kalau kita bicara bisnis pertanian, menurut saya ini belum efisien. Produktivitas masih harus ditingkatkan agar hasil yang diperoleh lebih optimal," ujar Budi Sulistyono atau yang akrab disapa Kanang usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI dengan PTPN III beserta subholding di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026). Rapat membahas evaluasi kinerja korporasi tahun 2025, rencana kerja dan roadmap korporasi tahun 2026, serta strategi mencapai swasembada pangan.

 

Ia menyoroti produktivitas tebu yang saat ini rata-rata masih berada pada kisaran 60–70 ton per hektare. Padahal, menurutnya, potensi produksi dapat ditingkatkan hingga sekitar 100 ton per hektare, bahkan di sejumlah negara mampu mencapai 200 ton per hektare.

 

Karena itu, Politisi Fraksi PDI-Perjuangan dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII tersebut menilai diperlukan intensifikasi yang lebih serius melalui perbaikan kualitas bibit, sistem budidaya, pengairan, hingga tata kelola perkebunan. Upaya tersebut dinilai penting untuk mendukung ketahanan pangan, khususnya dalam meningkatkan pasokan bahan baku industri gula nasional.

 

Selain sektor pangan, ia juga menilai komoditas perkebunan seperti tebu dan singkong memiliki potensi dikembangkan sebagai bahan baku energi terbarukan. Namun, ia mengingatkan agar beban investasi tidak sepenuhnya dibebankan kepada PTPN.

 

"Kalau ini menjadi misi negara, maka pemerintah juga harus hadir memberikan dukungan. Jangan seluruh investasi yang mahal dibebankan kepada PTPN yang belum siap. Harus ada skema dukungan secara bertahap," katanya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kanang juga menyinggung persoalan konflik agraria yang dinilai dapat memengaruhi kinerja perusahaan, termasuk kasus sengketa lahan di Pagaran Tapah. Ia menilai penyelesaian konflik lahan harus dilakukan dengan mengedepankan partisipasi masyarakat sekitar.

 

Menurutnya, paparan PTPN III belum menunjukkan secara jelas skema pelibatan masyarakat melalui pola kemitraan seperti plasma maupun inti. Padahal, keterlibatan masyarakat diyakini dapat mencegah konflik sekaligus meningkatkan produktivitas lahan.

 

"Saya belum melihat desain keterlibatan masyarakat secara utuh. Ini perlu dirancang kembali agar masyarakat sekitar ikut memperoleh manfaat dari pengelolaan lahan," tegas legislator Fraksi PDI-Perjuangan dari Dapil Jawa Timur VII tersebut.

 

Sebagai penutup, Kanang berharap pengelolaan lahan oleh PTPN ke depan tetap menghormati hak-hak masyarakat, termasuk tanah ulayat dan tanah adat yang telah lebih dahulu dikelola oleh masyarakat sebelum berdirinya negara.

 

"Negara dan masyarakat harus menyatu. Tanah ulayat dan tanah adat tidak boleh dikesampingkan karena keberadaannya harus diakui. Dengan begitu, pembangunan sektor perkebunan dapat berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat," pungkasnya. (tin/we)

Berita terkait

Akses Air Bersih Masih Jadi PR Nasional
Industri dan Pembangunan
Akses Air Bersih Masih Jadi PR Nasional
Sistem Syarikah Tingkatkan Kualitas Layanan Haji, DPR: Distribusi Kartu Nusuk Masih Jadi PR
Ekonomi dan Keuangan
Sistem Syarikah Tingkatkan Kualitas Layanan Haji, DPR: Distribusi Kartu Nusuk Masih Jadi PR
Kualitas Belanja Pusat dan Daerah Masih Jadi PR Bersama
Ekonomi dan Keuangan
Kualitas Belanja Pusat dan Daerah Masih Jadi PR Bersama
Tags:#pangan#PTPN
Sebelumnya

Eric Hermawan: PFII Bisa Jadi Pusat Transaksi Keuangan Internasional di Kawasan Asia

Selanjutnya

Eddy Soeparno Usul Pengendalian Iklim dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Jadi UU Terpisah

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(977)
  • Industri dan Pembangunan(3431)
  • Isu Lainnya(1027)
  • Kesejahteraan Rakyat(3419)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4174)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|RUU Daerah Kepulauan|RUU PFII|Diplomasi|RUU Sisdiknas|karbon|Agrinas Palma Nusantara|PT. Freeport|Kesehatan|energi|tambang|industri|PHK
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 37°C
Lembab: 59%
Angin: 0 km/h