E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
BUMN|listrik|KUR|Himbara|Pemadaman Listrik|Pendidikan|APBN|RUU Polri|Diplomasi|Film|Rupiah|Kesehatan|MBG
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 68%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
BUMN|listrik|KUR|Himbara|Pemadaman Listrik|Pendidikan|APBN|RUU Polri|Diplomasi|Film|Rupiah|Kesehatan|MBG
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 68%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
BUMN|listrik|KUR|Himbara|Pemadaman Listrik|Pendidikan|APBN|RUU Polri|Diplomasi|Film|Rupiah|Kesehatan|MBG
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 68%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
BUMN|listrik|KUR|Himbara|Pemadaman Listrik|Pendidikan|APBN|RUU Polri|Diplomasi|Film|Rupiah|Kesehatan|MBG
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 68%
Angin: 4 km/h
Berita/Industri dan Pembangunan

Elpisina Dorong BIG Perkuat Sosialisasi Satu Data Geospasial hingga Daerah

Diterbitkan
Rabu, 10 Jun 2026 13.52 WIB
Bagikan:
Elpisina Dorong BIG Perkuat Sosialisasi Satu Data Geospasial hingga Daerah

Anggota Komisi XII DPR RI Elpisina.|Foto : Dok/Andri

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi XII DPR RI Elpisina mendorong Badan Informasi Geospasial untuk memperkuat sosialisasi terkait data geospasial dan batas kawasan hutan kepada pemerintah daerah. Menurutnya, masih banyak kepala daerah dan pemerintah desa yang belum memahami secara jelas batas-batas kawasan hutan maupun area penggunaan lain (APL), sehingga berpotensi menimbulkan persoalan perizinan di daerah.

 

“Untuk di daerah masih kurang informasi yang diterima. Banyak kepala daerah maupun kepala desa yang belum memahami secara jelas batas kawasan hutan produksi, APL, maupun kawasan hutan lainnya,” ujar Elpisina dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI dengan Kepala BIG dan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Lihat Juga :

Legislator Dorong Integrasi Data Nasional dengan RUU Satu Data Indonesia

Legislator Dorong Integrasi Data Nasional dengan RUU Satu Data Indonesia

Forum Satu Data Tahun 2025: Perkuat Tata Kelola Data Terpadu Menuju Parlemen Modern

Forum Satu Data Tahun 2025: Perkuat Tata Kelola Data Terpadu Menuju Parlemen Modern

 

Politisi Fraksi PKB tersebut menyoroti masih adanya perbedaan data terkait kawasan hutan dan pertanahan yang berasal dari berbagai instansi. Pasalnya, persoalan tersebut sering kali menjadi sumber sengketa dan hambatan dalam penyelesaian berbagai persoalan tata ruang serta perizinan di daerah.

 

Ia mempertanyakan apakah data yang digunakan BIG saat ini telah terintegrasi dan terkonfirmasi dengan data dari instansi terkait, termasuk sektor kehutanan dan pertanahan. “Saya ingin mengetahui apakah data yang digunakan saat ini sudah menjadi satu data yang terkonfirmasi dengan instansi terkait, sehingga tidak lagi menimbulkan perbedaan persepsi di lapangan,” katanya.

 

Selain itu, Elpisina juga menyoroti masih banyaknya izin perkebunan dan pertambangan yang diterbitkan sebelum kewenangan perizinan ditarik ke pemerintah pusat. Menurutnya, sebagian izin tersebut saat ini diketahui berada di kawasan yang masuk kategori hutan produksi, hutan produksi terbatas, hingga kawasan hutan lindung.

 

Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan agar tidak menimbulkan konflik maupun ketidakpastian hukum di daerah.

 

Karena itu, ia mendorong BIG untuk lebih aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pemerintah daerah terkait data geospasial dan batas kawasan yang telah ditetapkan pemerintah. “Sosialisasi ini sangat penting agar pemerintah daerah memiliki pemahaman yang sama dan dapat menyelesaikan berbagai persoalan tata ruang serta perizinan yang masih terjadi,” pungkasnya. (dik/um)


Berita terkait

Legislator Dorong Integrasi Data Nasional dengan RUU Satu Data Indonesia
Politik dan Keamanan
Legislator Dorong Integrasi Data Nasional dengan RUU Satu Data Indonesia
Forum Satu Data Tahun 2025: Perkuat Tata Kelola Data Terpadu Menuju Parlemen Modern
Isu Lainnya
Forum Satu Data Tahun 2025: Perkuat Tata Kelola Data Terpadu Menuju Parlemen Modern
Baleg DPR RI Prioritaskan Selesaikan Pembahasan RUU Satu Data hingga Masyarakat Adat
Politik dan Keamanan
Baleg DPR RI Prioritaskan Selesaikan Pembahasan RUU Satu Data hingga Masyarakat Adat
Tags:#BIG#Geospasial
Sebelumnya

Tifatul Sembiring: Hilirisasi Potensi Wujudkan Mobil Nasional dan Industri EV

Selanjutnya

Komisi VIII Dalami Pagu Indikatif 2027 Guna Perkuat Layanan Keagamaan hingga Perlindungan Sosial

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(875)
  • Industri dan Pembangunan(3193)
  • Isu Lainnya(1019)
  • Kesejahteraan Rakyat(3216)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3899)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

LOKAS
DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK

PODCAST

IKUTI KAMI