
Anggota DPR RI, Novita Hardini, saat memberikan bantuan di Krajan, Desa Dongko, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek.|Foto: Uc/Karisma
PARLEMENTARIA, Jakarta - Upaya penguatan pelestarian budaya lokal di Kabupaten Trenggalek terus mendapat dukungan. Anggota DPR RI Novita Hardini mengapresiasi komitmen BUMN dalam mendukung pengembangan infrastruktur kebudayaan di daerah, khususnya di Trenggalek, Jawa Timur yang memiliki kekayaan tradisi dan kearifan lokal.
“Lapangan Budaya Dongko bukan sekadar ruang terbuka, melainkan episentrum kreativitas dan penjaga api tradisi masyarakat Trenggalek. Pembangunan gapura dan pagar ini adalah langkah awal yang krusial untuk memberikan wajah baru yang lebih representatif, aman, dan membanggakan bagi para pelaku seni serta masyarakat luas,” ujar Novita dalam Keterangan tertulis yang diterima Parlementaria pada Jumat, (22/5/2026).
Melalui aspirasi Novita, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Trenggalek menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp400 juta untuk pembangunan fasilitas Lapangan Budaya Dongko. Bantuan tersebut diserahkan pada Selasa (19/5/2026) kepada Lembaga Penggiat Budaya Kecamatan Dongko.
Bantuan yang diberikan ditujukan untuk mendukung pembangunan fisik berupa gapura dan pagar Lapangan Budaya di Krajan, Desa Dongko, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek. Penguatan fasilitas ini diharapkan mampu menunjang aktivitas kebudayaan masyarakat sekaligus menjaga ruang ekspresi seni dan tradisi lokal.
Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini menilai investasi di sektor budaya memiliki dampak berkelanjutan, tidak hanya dalam menjaga identitas lokal, tetapi juga membuka peluang penguatan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata daerah. Menurutnya, pengembangan ruang budaya dapat menjadi penggerak aktivitas masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk tetap terhubung dengan nilai-nilai tradisi.
Dalam kesempatan itu, Novita juga menekankan pentingnya sinergi antara legislatif, BUMN, dan komunitas lokal dalam mempercepat pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.
“Saya akan terus memastikan program-program tanggung jawab sosial perusahaan dapat menyasar sektor-sektor vital yang menyentuh akar rumput, termasuk pelestarian identitas budaya bangsa,” tegas legislator dapil Jawa Timur VII itu.
Ia berharap pembangunan fasilitas Lapangan Budaya Dongko dapat semakin mendorong semangat generasi muda untuk nguri-uri budaya sekaligus memperkuat potensi ekonomi masyarakat sekitar.
“Kami berharap dengan wajah baru Lapangan Budaya Dongko nanti, semangat generasi muda di Dongko dan sekitarnya untuk nguri-uri budaya Jawa akan semakin terus berjalan. Serta tentu saja, mampu menarik wisatawan dan menggerakkan roda ekonomi pelaku UMKM di sekitar lokasi,” pungkasnya. (uc/rdn)