
Anggota Komisi DPR Abdul, Fikri Faqih, saat mengikuti Tim Kunker Reses Komisi X DPR dengan Bupati Kabupaten Karimun di Provinsi Kepri.
PARLEMENTARIA, Karimun – Anggota Komisi DPR Abdul Fikri Faqih menyoal nasib tenaga pendidik di tengah berbagai program pendidikan yang terus didorong, namun nasib para guru terutama yang telah lama mengabdi masih menyisakan tanda tanya besar di Kabupaten Karimun.
Menurut Politisi F-PKS ini, banyak guru di daerah ini diketahui telah mengajar selama belasan hingga puluhan tahun. Namun ironisnya, hingga kini mereka belum mendapatkan kepastian status kepegawaian, khususnya dalam skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Ada yang sudah mengabdi 10 tahun, 15 tahun, bahkan 20 tahun, tapi status kepegawaian PPPK-nya masih dari nol. Ini tentu harus ada perumusan ulang di Kementerian PAN-RB,” jelas Fikri saat mengikuti Tim Kunker Reses Komisi X DPR melakukan pertemun dengan Bupati Kabupaten Karimun di Provinsi Kepri, Rabu (22/4/2026).
Legislator Dapil Jateng IX ini menyatakan, kondisi tersebut menggambarkan realitas yang dihadapi para guru di lapangan. Pengabdian panjang belum tentu berbanding lurus dengan kepastian karier. Padahal, mereka menjadi garda terdepan dalam proses pendidikan di daerah.
Masalah ini dinilai bukan sekadar administratif, tetapi menyangkut aspek yang lebih luas, seperti kesejahteraan dan motivasi kerja guru. Ketidakjelasan status juga berpotensi memengaruhi kualitas pembelajaran jika tidak segera ditangani secara serius.
Di sisi lain, kata Fikri, capaian pendidikan di Kabupaten Karimun justru mendapat apresiasi. Rata-rata lama sekolah di daerah ini disebut telah mencapai angka yang cukup tinggi, bahkan melampaui beberapa wilayah lain di Indonesia. “Rata-rata lama sekolah di Karimun sudah sampai 9 tahun. Ini luar biasa, bahkan ada daerah lain yang masih di bawah itu,” katanya.
Lebih lanjut, capaian ini menunjukkan bahwa dari sisi akses pendidikan dasar dan menengah, Karimun sudah berada di jalur yang positif. Namun, keberhasilan tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh perbaikan sistem di level tenaga pendidik. (jk/aha)