
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, saat kunjungan kerja reses Komisi V DPR RI ke Kendari.
PARLEMENTARIA, Kendari — Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae menegaskan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dalam rangka mendukung peran strategis wilayah tersebut sebagai simpul logistik di kawasan timur Indonesia. Ia menyebut, pertumbuhan pesat Sulawesi Tenggara yang ditopang sektor pertambangan, industri, dan logistik belum sepenuhnya diimbangi kesiapan infrastruktur dasar.
“Sebagaimana kita pahami bersama, Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan wilayah strategis di kawasan timur Indonesia dengan pertumbuhan pesat. Namun, pertumbuhan tersebut belum diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dasar, khususnya pada sektor jalan, drainase, dan pengendalian tata ruang,” ujar Ridwan saat kunjungan kerja reses Komisi V DPR RI ke Kendari, Rabu (22/4/2026).
Dalam agenda kunjungan tersebut, Komisi V melakukan peninjauan ke Terminal Petikemas New Port Kendari, Pelabuhan Bungkutoko, serta sejumlah titik banjir di Kota Kendari. Dari hasil peninjauan, Komisi V menilai kapasitas pelabuhan telah memadai sebagai bagian dari konektivitas nasional, namun akses jalan menuju pelabuhan masih menjadi kendala utama.
“Kapasitas pelabuhan telah memadai, tetapi akses jalan menuju pelabuhan masih menjadi kendala utama yang berdampak pada terhambatnya distribusi barang dan menurunnya efisiensi logistik,” jelasnya.
Selain itu, Komisi V juga menaruh perhatian serius terhadap permasalahan banjir yang kian meningkat di Kendari. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan belum optimalnya sistem drainase dan pengendalian banjir di wilayah tersebut.
“Diperlukan penanganan komprehensif dan berkelanjutan berbasis pengelolaan Daerah Aliran Sungai secara terpadu,” tegas Ridwan.
Di sektor transportasi udara, Komisi V mencermati peningkatan signifikan pergerakan penumpang di Bandara Haluoleo, khususnya pada periode angkutan Lebaran 2026. Tingginya mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan, menurutnya, harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan dan pengawasan.
Mengenai infrastruktur penanganan banjir, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran mengharapkan dukungan dari Komisi V dan pemerintah untuk dapat membantu realisasi kolam retensi. "Penanganan banjir ini sudah ada sejak 2013. Banjir berdampak bagi warga kota. Harapan kami kehadiran Komisi V ke sini dan mitra kerjanya dapat mendorong realisasi infrastruktur ini," sebutnya saat kunjungan berlangsung.
Adapun dalam kunjungan ini Komisi V diketahui berkomitmen untuk terus mengawal pembangunan infrastruktur dan transportasi di Sulawesi Tenggara, khususnya Kendari, secara terintegrasi dan berbasis perencanaan yang komprehensif, guna mendorong konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia. (aha)