Anggota Komisi I DPR RI, Elita Budiati, saat mengikuti Kunjungan Reses Komisi I DPR RI ke Kodam XXIII/Palaka Wira di Palu, Sulawesi Tengah.
PARLEMENTARIA, Palu — Anggota Komisi I DPR RI, Elita Budiati, menilai pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) di wilayah Kodam XXIII/Palaka Wira telah berjalan optimal, meskipun satuan tersebut terbilang baru berdiri. Hal itu disampaikan Elita usai mengikuti Kunjungan Reses Komisi I DPR RI ke Kodam XXIII/Palaka Wira di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (22/4/2025).
Menurutnya, pelaksanaan OMSP di Kodam XXIII telah mencerminkan implementasi yang baik dari Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025, khususnya dalam berbagai bidang strategis.“Dari paparan yang kami terima, OMSP di Kodam ini sudah dilakukan secara maksimal. Mulai dari penanganan narkoba, terorisme, radikalisme, hingga ketahanan pangan dan bantuan terhadap penanggulangan bencana alam,” ujar Elita.
Ia menambahkan, meskipun Kodam XXIII baru diresmikan pada 10 Agustus 2025 dan belum genap berusia satu tahun, jajaran satuan telah menunjukkan kinerja yang solid. Sinergi antara TNI dengan institusi lain juga dinilai telah berjalan dengan baik.
Lebih lanjut, Elita menyoroti tantangan geografis Sulawesi Tengah yang didominasi wilayah pegunungan. Kondisi ini dinilai dapat menjadi tantangan serius dalam pengawasan keamanan, termasuk penanganan narapidana terorisme (napiter).
“Topografi Sulawesi Tengah yang sebagian besar berupa pegunungan tentu menyulitkan pengawasan. Ini menjadi tantangan bagi aparat, baik pemerintah daerah maupun TNI,” jelasnya.
Dalam konteks tersebut, ia menekankan pentingnya peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) sebagai ujung tombak teritorial di lapangan. Menurutnya, Babinsa memiliki fungsi strategis sebagai “diplomat teritorial” yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Elita juga mendorong peningkatan kapasitas Babinsa, khususnya dalam penguasaan teknologi dan kemampuan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.“Babinsa harus dibekali pengetahuan teknologi dan kemampuan deteksi dini agar bisa menjadi sensor awal dalam identifikasi, mitigasi, dan pencegahan berbagai potensi ancaman,” tegasnya.
Ia mengakui bahwa keterbatasan jumlah personel masih menjadi tantangan, bahkan terdapat satu Komando Distrik Militer (Kodim) yang membawahi hingga empat kabupaten. Namun demikian, optimalisasi peran Babinsa dinilai dapat menjadi solusi untuk menjangkau wilayah yang luas.
Elita menambahkan, pihak Kodam XXIII/Palaka Wira juga telah melakukan berbagai pelatihan dan pembinaan kepada Babinsa di wilayahnya guna meningkatkan kapasitas dan profesionalisme. “Dari penjelasan Pangdam, pembinaan dan pelatihan kepada Babinsa sudah dilakukan. Ini tentu menjadi langkah positif untuk memperkuat fungsi teritorial TNI di daerah,” pungkasnya. (ya/aha)