E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Infrastruktur|Pendidikan|Pariwisata|pascabencana|RUU Satu Data|KUHP|narkotika|RUU Hukum Perdata Internasional|KUHAP|bantuan|swasembada|industri|petani
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 87%
Angin: 5 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Infrastruktur|Pendidikan|Pariwisata|pascabencana|RUU Satu Data|KUHP|narkotika|RUU Hukum Perdata Internasional|KUHAP|bantuan|swasembada|industri|petani
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 87%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Infrastruktur|Pendidikan|Pariwisata|pascabencana|RUU Satu Data|KUHP|narkotika|RUU Hukum Perdata Internasional|KUHAP|bantuan|swasembada|industri|petani
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 87%
Angin: 5 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Riyono: Biaya Naik & Margin Tipis, Tambak Udang Hadapi Tekanan Berat

Diterbitkan
Senin, 13 Apr 2026 18.09 WIB
Bagikan:
Riyono: Biaya Naik & Margin Tipis, Tambak Udang Hadapi Tekanan Berat

Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono.

PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono, menyoroti dua persoalan mendasar yang masih membayangi pengembangan sektor akuakultur nasional, khususnya budidaya udang di kawasan Pantai Utara (Pantura). Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR RI bersama Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).


Dalam forum tersebut, Riyono menegaskan bahwa ketersediaan bibit udang berkualitas masih menjadi tantangan serius. “Kita setengah mati mencari bibit udang yang bagus. Pemerintah pun belum mampu memproduksi secara optimal. Ini menjadi pertanyaan besar, di mana kita bisa menunjukkan kapasitas produksi benih unggul dalam negeri,” ujarnya.


Selain persoalan bibit, Riyono juga menyoroti ketergantungan tinggi terhadap pakan yang diproduksi oleh perusahaan besar. Menurutnya, hingga saat ini belum ada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun lembaga pemerintah yang mampu menyediakan pakan dengan kualitas setara. 

Lihat Juga :

Potensi Tambak Udang di TN Karimunjawa Harus Perhatikan Prinsip Keberlanjutan

Potensi Tambak Udang di TN Karimunjawa Harus Perhatikan Prinsip Keberlanjutan

Harga Plastik Melonjak, Tekanan Berat bagi UMKM & Ekonomi Kreatif

Harga Plastik Melonjak, Tekanan Berat bagi UMKM & Ekonomi Kreatif


“Pakan kita sangat tergantung pada pengusaha besar. Ketika ditanya siapa yang bisa memproduksi dengan kualitas setara, belum ada jawaban yang memadai. Ini menjadi tantangan bagi para akademisi, profesor, dan pelaku di MAI untuk mencari solusi,” tegasnya.


Ia menambahkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap meningkatnya biaya produksi tambak udang. Di sisi lain, tingkat risiko kegagalan panen juga masih tinggi, sementara pasar ekspor cenderung berfluktuasi. “Biaya semakin besar, margin keuntungan semakin tipis, dan pasar luar negeri juga sedang terguncang. Ini adalah tantangan kita bersama,” lanjut Riyono.


Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), produksi udang nasional pada 2024 mencapai sekitar 1,2 juta ton, dengan kontribusi ekspor yang signifikan terhadap devisa negara. Namun, sektor ini masih menghadapi sejumlah kendala struktural, seperti kualitas benih yang belum merata, ketergantungan bahan baku pakan impor (terutama tepung ikan dan kedelai), serta serangan penyakit seperti Early Mortality Syndrome (EMS) yang kerap menurunkan produktivitas tambak.


Sementara itu, nilai ekspor udang Indonesia pada 2025 tercatat mengalami tekanan akibat melemahnya permintaan global, khususnya dari pasar utama seperti Amerika Serikat dan Jepang. Kondisi ini semakin mempertegas urgensi penguatan sektor hulu akuakultur, termasuk kemandirian benih dan pakan.


Melalui RDP tersebut, Komisi IV mendorong adanya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan kalangan akademisi untuk memperkuat ekosistem akuakultur nasional. Upaya ini dinilai penting agar sektor perikanan budidaya dapat benar-benar menjadi pilar kedaulatan pangan, energi, farmasi, biomaterial, serta penggerak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (ssb/aha)

Berita terkait

Potensi Tambak Udang di TN Karimunjawa Harus Perhatikan Prinsip Keberlanjutan
Industri dan Pembangunan
Potensi Tambak Udang di TN Karimunjawa Harus Perhatikan Prinsip Keberlanjutan
Harga Plastik Melonjak, Tekanan Berat bagi UMKM & Ekonomi Kreatif
Industri dan Pembangunan
Harga Plastik Melonjak, Tekanan Berat bagi UMKM & Ekonomi Kreatif
Subsidi dan Kompensasi Energi terhadap PLN Jadi Sorotan, Antisipasi Tekanan Fiskal Hadapi Krisis Global
Ekonomi dan Keuangan
Subsidi dan Kompensasi Energi terhadap PLN Jadi Sorotan, Antisipasi Tekanan Fiskal Hadapi Krisis Global
Tags:#Ekspor
Sebelumnya

Kenaikan Tarif Penerbangan Ancam Target Wisata NTB 2026

Selanjutnya

Amelia Anggraini Serukan Sanksi Tegas Israel atas Serangan terhadap TNI di Lebanon

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(779)
  • Industri dan Pembangunan(2855)
  • Isu Lainnya(984)
  • Kesejahteraan Rakyat(2711)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3427)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Infrastruktur|Pendidikan|Pariwisata|pascabencana|RUU Satu Data|KUHP|narkotika|RUU Hukum Perdata Internasional|KUHAP|bantuan|swasembada|industri|petani
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 87%
Angin: 5 km/h