Anggota DPR RI, Fauzan Khalid.
PARLEMENTARIA, Jakarta - Kenaikan tarif tiket pesawat domestik menimbulkan berbagai respon terutama berkaitan dengan tingkat perjalanan wisata. Anggota DPR RI Fauzan Khalid khawatir kondisi ini berpotensi menggerus tingkat kunjungan wisatawan ke Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menurutnya, sebelum adanya kenaikan tarif, harga tiket pesawat domestik sering kali dianggap mahal jika dibandingkan dengan harga tiket ke luar negeri. Ia juga menyampaikan kenaikan harga tiket ini berpotensi menghambat pencapaian target kunjungan wisatawan pada tahun 2026.
“Saya khawatir, situasi ini, menyebabkan minat wisatawan berwisata menurun, termasuk ke Pulau Lombok dan Sumbawa,” kata Fauzan di Mataram, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Parlementaria di Jakarta pada Minggu (12/4/2026).
Berdasarkan data yang politisi Fraksi Partai NasDem itu peroleh, target kunjungan wistawan ke NTB pada tahun 2026 ini sebesar 2,5 hingga 3 juta orang. Target ini didukung penyelenggaraan sekitar 70-an event pariwisata, seperti festival budaya dan olahraga untuk menarik kunjungan wisatawan, yang diharapkan bisa memberi dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.
Lalu, pemerintah menetapkan kenaikan harga tiket pesawat domestik kelas ekonomi maksimal 9 hingga 13 persen akibat lonjakan harga avtur global. Kebijakan ini diberlakukan terbatas untuk menyeimbangkan beban operasional maskapai dan daya beli masyarakat.
Demi menghindari turunnya tingkat kunjungan wistawan di tengah mahalnya harga tiket, ia menyarankan agar pemerintah bersama pengusaha dan stakeholder lain berkolaborasi memaksimalkan promosi dan event wisata menarik. Pasar wisata juga lebih difokuskan pada pasar wisatawan domestik.
Legislator Dapil NTB II ini berharap pemerintah bersama pihak swasta menggelar lebih banyak event wisata secara rutin dan memperkuat promosi destinasi Lombok dan Sumbawa. Strategi ini, harapnya, bisa mengatasi potensi penurunan jumlah wisatawan ke NTB.
“Meski kenaikan harga tiket pesawat berpotensi memengaruhi jumah kunjungan wisatawan, dan situasi global yang belum stabil, tapi saya optimistis, target kunjungan pada tahun 2026 bisa tercapai,” jelasnya.
Sebagai Anggota Komisi II DPR RI, ia pun minta pemerintah daerah dan pemerintah pusat agar mengintervensi harga tiket pesawat dengan kebijakan khusus. Sebab, pungkasnya, kenaikan harga tiket pesawat bisa menghambat peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. (uc)