E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Ekonomi|APBN|BUMN|EBT|MBG|RAPBN 2027|Pendidikan|tambang|pertumbuhan ekonomi|APBN 2027|Breaking news
Jakarta:
Cerah
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 76%
Angin: 2 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Ekonomi|APBN|BUMN|EBT|MBG|RAPBN 2027|Pendidikan|tambang|pertumbuhan ekonomi|APBN 2027|Breaking news
Jakarta:
Cerah
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 76%
Angin: 2 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Ekonomi|APBN|BUMN|EBT|MBG|RAPBN 2027|Pendidikan|tambang|pertumbuhan ekonomi|APBN 2027|Breaking news
Jakarta:
Cerah
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 76%
Angin: 2 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Penggolongan Khusus UKT bagi Anak ASN Tidak Berangkat dari Realitas, Pemerintah Salah Persepsi

Diterbitkan
Senin, 13 Apr 2026 11.04 WIB
Bagikan:
Penggolongan Khusus UKT bagi Anak ASN Tidak Berangkat dari Realitas, Pemerintah Salah Persepsi

Anggota Komisi X DPR RI Juliyatmono dalam kunjungan kerja Komisi X ke Universitas Negeri Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan.|Foto: Galuh/Mahendra

PARLEMENTARIA, Makassar – Skema penggolongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) khusus bagi anak-anak Aparatur Sipil Negara (ASN) mendapat perhatian serius dari Komisi X. Menurut Anggota Komisi X DPR RI Juliyatmono, pengelompokkan khusus UKT itu sering kali tidak sesuai dengan realitas ekonomi yang dihadapi oleh para abdi negara tersebut.

 

Juliyatmono menilai bahwa selama ini ada persepsi yang keliru dalam pengelompokan golongan UKT, di mana keluarga ASN secara otomatis dianggap sebagai kelompok masyarakat yang mampu secara finansial, tanpa melihat beban hidup yang sebenarnya.

Lihat Juga :

My Esti Usulkan PTN Beri Ruang Khusus bagi Mahasiswa dari Daerah 3T

My Esti Usulkan PTN Beri Ruang Khusus bagi Mahasiswa dari Daerah 3T

Pemerintah Impor Beras Khusus dari AS, Publik Berhak Tahu Data dan Kajiannya

Pemerintah Impor Beras Khusus dari AS, Publik Berhak Tahu Data dan Kajiannya

 

"Ini jadi problem ke depan. Karena ASN atau PNS itu kenaikannya (penghasilan) tidak cukup signifikan, tidak atau belum memenuhi kebutuhan. Tapi masuk kelas (golongan UKT tinggi), dia dianggap orang yang berlebih cukup. Dan juga berat, Maka harus ada kebijakan khusus menurut saya," ujar Juliyatmono kepada Parlementaria saat melakukan kunjungan kerja Komisi X ke Universitas Negeri Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (10/4/2026).

 

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa pendapatan ASN saat ini kerap kali tertinggal jauh jika dibandingkan dengan lonjakan biaya pendidikan tinggi. Hal ini menyebabkan banyak keluarga ASN kesulitan untuk menyekolahkan anak-anak mereka ke jenjang yang lebih tinggi karena besaran UKT yang ditetapkan ‘tidak nyambung’ dengan penghasilan riil.

 

"Karena saya ikuti makin hari, ASN ini kok makin tertinggal dengan kondisi objektif yang sesungguhnya. Tidak mendapat kesempatan yang luas bagi keluarga-keluarganya kan juga kasihan ini. Mereka harus ada kebijakan khusus agar putra-puterinya ini mendapatkan kesempatan yang baik untuk mendapatkan pendidikan tinggi. Kalau diikutkan dengan UKT-nya ini tidak nyambung, dianggap kelas menengah ke atas, kelas mampu. Padahal kenyataannya tidak cukup," ungkapnya.

 

Politisi Fraksi Partai Golkar ini pun memberikan gambaran konkret mengenai kesulitan yang dialami oleh ASN golongan menengah yang memiliki lebih dari satu anak di perguruan tinggi. Ia mendesak pemerintah untuk segera mencari rumusan agar putra-putri ASN tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak tanpa membebani ekonomi keluarga secara berlebihan.

 

"Seorang ASN golongan III/b atau III/d punya dua anak kuliah itu sangat berat. Dan ini adalah persoalannya yang harus kita segera carikan rumusannya. Supaya mereka juga bergairah, mendapatkan kesempatan anak-anaknya putra-puterinya bisa mendapatkan pendidikan tinggi," pungkasnya. (gal/rdn)

Berita terkait

My Esti Usulkan PTN Beri Ruang Khusus bagi Mahasiswa dari Daerah 3T
Kesejahteraan Rakyat
My Esti Usulkan PTN Beri Ruang Khusus bagi Mahasiswa dari Daerah 3T
Pemerintah Impor Beras Khusus dari AS, Publik Berhak Tahu Data dan Kajiannya
Industri dan Pembangunan
Pemerintah Impor Beras Khusus dari AS, Publik Berhak Tahu Data dan Kajiannya
Banyak Mahasiswa Mundur dari Kampus, Pemerintah Perlu Evaluasi UKT
Kesejahteraan Rakyat
Banyak Mahasiswa Mundur dari Kampus, Pemerintah Perlu Evaluasi UKT
Tags:#Pendidikan#ASN
Sebelumnya

Komisi VIII Apresiasi Pemprov Alokasikan APBD Lebih dari Rp40 Miliar untuk Calhaj Asal Jambi

Selanjutnya

Penggunaan Teknologi Mutakhir Dinilai Mampu Tutup Ruang Perjokian dalam PMB 2026

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1068)
  • Industri dan Pembangunan(3726)
  • Isu Lainnya(1058)
  • Kesejahteraan Rakyat(3715)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4599)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Sidang Tahunan MPR RI Sidang Bersama DPR RI & DPD RI Rapat Paripurna DPR RI
Majalah Parlementaria Edisi 258
Parja
Parja
MAKLUMAT PELAYANAN

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Ekonomi|APBN|BUMN|EBT|MBG|RAPBN 2027|Pendidikan|tambang|pertumbuhan ekonomi|APBN 2027|Breaking news
Jakarta:
Cerah
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 76%
Angin: 2 km/h