
Anggota Komisi X DPR RI La Tinro La Tunrung.
PARLEMENTARIA, Banjarmasin – Komisi X DPR RI mendorong penguatan riset terapan di perguruan tinggi agar hasil penelitian tidak hanya berhenti pada tataran akademik. Namun juga mampu dihilirisasi menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
Anggota Komisi X DPR RI La Tinro La Tunrung saat meninjau fasilitas pendidikan vokasi di Politeknik Negeri Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (10/4/2026) melihat hasil riset dan inovasi yang dikembangkan oleh sivitas akademika, khususnya di bidang teknik. Salah satu yang mendapat perhatian adalah pengembangan perangkat kelistrikan berupa switchgear tegangan menengah yang telah melalui uji kelayakan dan dinyatakan dapat digunakan.
La Tinro mengapresiasi capaian tersebut sebagai contoh konkret bagaimana riset kampus dapat menjawab kebutuhan industri dan masyarakat. “Riset harus benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, tidak hanya berhenti pada teori. Apa yang dilakukan di politeknik ini sudah sangat baik dan perlu didorong untuk dikembangkan lebih lanjut,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan riset terapan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan daya saing nasional, sekaligus mendorong kemandirian industri dalam negeri, terutama pada sektor-sektor yang selama ini masih bergantung pada produk impor.
Ia menilai, inovasi seperti pengembangan switchgear tersebut memiliki potensi besar untuk diproduksi secara massal dan digunakan secara luas, sehingga dapat menekan kebutuhan impor peralatan sejenis dari luar negeri.
Lebih lanjut, La Tinro juga mendorong agar hasil riset tidak berhenti pada tahap prototipe, tetapi dapat dilanjutkan ke tahap komersialisasi melalui dukungan kebijakan, pendanaan, serta kemitraan dengan dunia industri.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal dalam pengembangan riset, seperti bahan keramik yang tersedia di dalam negeri untuk produksi komponen kelistrikan, termasuk isolator.
Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya akan memperkuat ekosistem riset nasional, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi daerah. Di sisi lain, Komisi X juga menyoroti tantangan pemerataan kualitas pendidikan tinggi, di mana masih banyak mahasiswa berprestasi yang memilih melanjutkan studi ke luar daerah hingga luar negeri.
Meski demikian, La Tinro optimistis bahwa peningkatan mutu, fasilitas, serta rekam jejak perguruan tinggi di daerah akan mampu menarik minat mahasiswa, bahkan dari luar wilayah. “Jika perguruan tinggi memiliki mutu, fasilitas, dan rekam jejak yang baik, maka mahasiswa dari daerah lain akan datang ke sini,” jelasnya.
Ia menambahkan, penguatan riset dan inovasi di perguruan tinggi juga akan berkontribusi pada peningkatan reputasi institusi, yang pada akhirnya berdampak pada meningkatnya daya tarik kampus di tingkat nasional maupun internasional.
Komisi X, lanjutnya, akan terus mendorong kebijakan yang mendukung penguatan riset terapan dan hilirisasi inovasi, agar perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga motor penggerak pembangunan dan kemandirian bangsa. “Riset yang kuat dan berdampak akan menjadi kunci dalam mendorong kemajuan industri dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (uf/aha)