
Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Syahrul Aidi Maazat saat memimpin Kunjungan Kerja BKSAP DPR RI di Tangerang, Banten.
PARLEMENTARIA, Tangerang — Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI menggelar rapat koordinasi dan diskusi bertema “Prospek Diplomasi Parlemen di Tengah Konflik Global”. Rapat koordinasi ini sebagai langkah memperkuat peran diplomasi parlemen dalam merespons dinamika geopolitik dunia yang kian kompleks.
Kegiatan ini dipimpin Ketua BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, serta dihadiri anggota BKSAP dan sejumlah narasumber yang berlangsung di Tangerang, Banten, Rabu (8/4/2026).
Dalam sambutannya, Syahrul menegaskan forum ini menjadi momentum penting untuk merumuskan arah strategis diplomasi parlemen Indonesia ke depan, terutama di tengah meningkatnya polarisasi geopolitik dan potensi konflik antarnegara.
“Melalui diskusi ini, kita ingin memetakan lanskap geopolitik dan peluang implementasinya bagi diplomasi parlemen, mengidentifikasi ruang manuver strategis BKSAP di berbagai forum internasional, serta merumuskan rekomendasi agar diplomasi parlemen semakin sinergis dengan kebijakan luar negeri pemerintah serta lebih adaptif terhadap aspirasi rakyat,” ujarnya dalam rilis yang diterima Parlementaria, Kamis (9/4/2026)
Diskusi tersebut juga menghadirkan Tenaga Ahli Utama Bidang Geopolitik Dewan Pertahanan Nasional RI, Ian Montratama, yang memaparkan prospek diplomasi di tengah ancaman konflik global.
Dalam paparannya, Ian menekankan perubahan struktur kekuatan global menuntut parlemen berperan lebih aktif dalam menjaga kepentingan nasional.
Ia menilai parlemen tidak lagi cukup menjadi pelengkap, tetapi harus menjadi aktor strategis, khususnya dalam isu pertahanan, energi, dan stabilitas kawasan.
Selain itu, forum juga membahas sejumlah rekomendasi untuk memperkuat peran BKSAP DPR RI, di antaranya peningkatan kapasitas substansi melalui pendalaman isu sektoral seperti diplomasi pertahanan dan keamanan energi.
Penguatan aspek kelincahan kelembagaan juga menjadi sorotan, termasuk optimalisasi dukungan anggaran dan fleksibilitas bagi delegasi BKSAP dalam menjalankan peran di berbagai forum internasional.
Diskusi ditutup dengan penegasan pentingnya sinergi antara Dewan Pertahanan Nasional, DPR RI, dan pemerintah sebagai kunci dalam memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika global menuju 2045. (hal/rdn)