E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 66%
Angin: 13 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 66%
Angin: 13 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 66%
Angin: 13 km/h
/
/
Berita/Isu Lainnya

Natal sebagai Cermin Bangsa: Dari Senayan, Seruan Solidaritas dan Keadilan Sosial Menggema

Diterbitkan
Kamis, 15 Jan 2026 09.01 WIB
Bagikan:
Natal sebagai Cermin Bangsa: Dari Senayan, Seruan Solidaritas dan Keadilan Sosial Menggema

Anggota DPR RI Mercy Christian Barends saat konferensi pers di Ruang Pustakaloka, Gedung Nusantara IV DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (14/1/2026). Foto : Mu/Andri.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Di tengah gemerlap perayaan Natal dan pergantian tahun, Persekutuan Doa Oikumene (PDO) di lingkungan Parlemen Senayan kembali menghidupkan makna Natal sebagai ruang permenungan, bukan sekadar seremoni. Bagi Anggota DPR RI Mercy Christian Barends yang juga sekaligus merupakan Ketua Dewan Pembina PDO, Natal adalah momen sunyi untuk bercermin sebuah forum refleksi kritis bagi seluruh insan Parlemen.

“Momen seperti ini adalah forum refleksi kritis bagi kami semua yang ada di Parlemen Senayan untuk melakukan otokritik terhadap diri sendiri terhadap persoalan bangsa, apakah kita sudah menjalankan tugas dan fungsi kita sebagai Anggota DPR sebagai bagian dari Kesekjenan, Staf Pendukung, Staf Ahli, Staf Administrasi, dan sebagainya yang ada di lingkungan Senayan dengan sebaik-baiknya, demi kepentingan bangsa dan negara, dan demi kepentingan masyarakat,” ujar Mercy saat konferensi pers di Ruang Pustakaloka, Gedung Nusantara IV DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Refleksi itu semakin relevan ketika Panitia Natal PDO terbentuk di bawah kepemimpinan Anggota Komisi III DPR RI Martin Daniel Tumbelaka sebagai Ketua Panitia dan Sudeson Tandra sebagai Sekretaris. Proses persiapan berlangsung di tengah realitas getir bangsa ketika bencana datang silih berganti, keluarga-keluarga terdampak menghadapi tekanan ekonomi dan sosial yang kian berat.

“Kami kemudian memberikan arahan bahwa di tengah-tengah proses yang berjalan ini, kita diterpa dengan bencana di mana-mana situasi-situasi sulit, situasinya faktanya hari ini di tengah tengah pergumulan yang cukup berat keluarga-keluarga terdampak,” ungkapnya.  

Maka, terkait  tema NataI tahun ini, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Manusia”menjadi napas utama perayaan sejalan dengan Subtema ‘Mewujudnyatakan Keadilan dan Kesejahteraan Sosial Bagi Setiap Keluarga’ dipahami bukan sebagai slogan rohani semata, melainkan panggilan nyata bagi para pemangku kebijakan sebagai manifestasi kehadiran Allah untuk bangsa Indonesia.

“Jadi, Yesus, Sang Putra Natal, Yesus yang artinya Allah yang menyelamatkan, dan Sang Putra Natal,  yang artinya Allah menyertai kita,  menegaskan bahwa Allah tidak tinggal jauh sekali di aras ketinggiannya, tetapi Allah ada di tengah-tengah kita, di realitas kesejahteraan kita di tengah-tengah pergumulan paling terberat bangsa hari ini.  Entah yang terdampak karena korban bencana, masyarakat adat, masyarakat disabilitas, persoalan-persoalan perempuan dan anak,  masalah pendidikan, masalah keadilan, dan sebagainya,” pesannya.

Bagi Mercy, keadilan rakyat harus termanifestasi dalam kebijakan, program, dan anggaran negara. Di situlah iman diuji bukan hanya di ruang ibadah, tetapi di meja-meja pengambilan keputusan. Untuk itu, memasuki tahun 2026 ia mengajak seluruh elemen di Senayan—DPR, DPD, dan MPR untuk terus mengasah kepekaan dan solidaritas sosial.

“Sebagai tiga lembaga yang ada di lingkungan Senayan ini,  yang terhimpun di dalam Persekutuan Doa Oikumene ini,  sehingga dapat kami sampaikan bahwa memasuki tahun 2026 dan seterusnya ayo kita tetap gotong royong, kita terus mengasah kepekaan dan solidaritas sosial kita.  Jangan diam, kita adalah mereka dan mereka adalah kita.  Kesulitan mereka juga adalah kesulitan kita,” pungkas Mercy.

Semangat serupa disampaikan Ketua Komite II DPD RI, Dr. Badikenita Putri Br Sitepu. Ia menilai Natal tahun ini terasa berbeda karena diawali dengan dialog lintas iman. Perwakilan MUI, PGI, KWI, Matakin, Hindu, dan Buddha (Walubi) duduk bersama dalam satu meja dialog membicarakan bagaimana membangun bangsa dengan memperkuat fondasi keluarga.

Badikenita menjelaskan rangkaian kegiatan PDO bukan hanya perayaan satu hari. Selain dialog lintas iman, akan ada pemberian tali kasih bagi keluarga kurang mampu, gereja-gereja di seluruh Indonesia, insan media, hingga mereka yang pernah mengabdi di Senayan. Bahkan, kegiatan PDO akan berlangsung sepanjang 2026, termasuk dialog rutin dan agenda lintas iman lainnya seperti buka puasa bersama.

Dana yang dikumpulkan, tegasnya, bukan untuk menghamburkan anggaran, melainkan untuk kegiatan sosial berkelanjutan: bantuan bencana terutama bagi wilayah terdampak parah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat serta dukungan pendidikan berupa beasiswa bagi anak-anak sekolah.

Dari Senayan, Natal tahun ini menyuarakan pesan yang lebih luas dari sekadar perayaan: iman yang bekerja melalui solidaritas, kebijakan yang berpihak pada kemanusiaan, dan persaudaraan lintas iman sebagai penopang keutuhan bangsa. Sebuah pengingat bahwa di tengah krisis, kehadiran Tuhan menemukan wujudnya dalam keberanian untuk peduli dan bertindak bersama. •pun/aha

Berita terkait

Beri Keterangan di MK, DPR Tegaskan Penguatan Teritorial dan Keadilan Sosial Jadi Dasar UU TNI
Politik dan Keamanan
Beri Keterangan di MK, DPR Tegaskan Penguatan Teritorial dan Keadilan Sosial Jadi Dasar UU TNI
Penanganan Karhutla Harus Berbasis Keadilan Sosial dan Tata Kelola Berkelanjutan
Populer
Penanganan Karhutla Harus Berbasis Keadilan Sosial dan Tata Kelola Berkelanjutan
Pembukaan Sawit di Papua Harus Pertimbangkan Keselamatan Lingkungan dan Keadilan Sosial
Industri dan Pembangunan
Pembukaan Sawit di Papua Harus Pertimbangkan Keselamatan Lingkungan dan Keadilan Sosial
Tags:#Seputar Parlemen#Sekretariat Jenderal DPR RI
Sebelumnya

Jejak Nelson Mandela di Afsel Jadi Pelajaran bagi RI di Dewan HAM PBB

Selanjutnya

Terima Delegasi Albania, BKSAP Komitmen Dukung Perkembangan Pariwisata melalui Suplai Tenaga Kerja

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1056)
  • Industri dan Pembangunan(3703)
  • Isu Lainnya(1053)
  • Kesejahteraan Rakyat(3704)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4586)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 66%
Angin: 13 km/h