E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Netty Prasetyani Tekankan Pengawasan Ketat Implementasi UMP dan Kepesertaan BPJS Pekerja

Diterbitkan
Rabu, 14 Jan 2026 08.09 WIB
Bagikan:
Netty Prasetyani Tekankan Pengawasan Ketat Implementasi UMP dan Kepesertaan BPJS Pekerja

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani. Foto : Ist/Andri.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetyani menegaskan pentingnya keselarasan antara penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan implementasinya di lapangan. Ia menekankan bahwa kebijakan pengupahan harus diiringi dengan pengawasan yang kuat agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para pekerja.

Selain persoalan UMP, Netty juga menyoroti rendahnya tingkat kepatuhan pemberi kerja dalam mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, isu ini kerap muncul dalam berbagai rapat kerja DPR.

“Karena dari sekian ratus atau sekian ribu pekerja, mungkin yang didaftarkan hanya 70-80 persen. Padahal mendaftarkan pekerja sebagai peserta BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan merupakan kewajiban pemberi kerja,” ujar Netty saat di wawancarai di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa kepesertaan tersebut merupakan hak pekerja sebagai warga negara, meskipun terdapat mekanisme pemotongan gaji atau penghasilan sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, Netty menilai pemerintah perlu terus mendorong dan mengawasi kepatuhan para pemberi kerja.

Politisi Fraksi PKS ini juga menyinggung kasus perselisihan hubungan industrial, khususnya dalam kasus perpemutusan hubungan kerja (PHK). Ia menyayangkan praktik penghentian hak-hak pekerja sebelum adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. “Seringkali sebelum proses PHK selesai di pengadilan, pembayaran premi atau kepesertaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sudah dihentikan,” ungkapnya.

Legislator Dapil Jawa Barat VIII ini berharap awal tahun 2026 dapat menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperbaiki ekosistem ketenagakerjaan agar lebih kondusif bagi para pekerja. Menurutnya, tantangan ekonomi ke depan tidak mudah dan membutuhkan perlindungan yang kuat bagi pekerja dan keluarganya.

“Bagaimana memastikan anak-anak mereka tetap sekolah, bagaimana memastikan keluarga mereka tetap sehat. Untuk itu, pemberi kerja harus diawasi secara ketat oleh pemerintah, baik Kementerian Ketenagakerjaan, pemerintah provinsi, maupun pemerintah kabupaten dan kota,” pungkasnya. •sai/we

Berita terkait

MoU Kejagung-Operator Telekomunikasi Harus Dilandasi Pengawasan Ketat dan Transparansi
Politik dan Keamanan
MoU Kejagung-Operator Telekomunikasi Harus Dilandasi Pengawasan Ketat dan Transparansi
Tambang Nikel di Kawasan Konservasi, Riyono: Perlu Tindak Tegas dan Pengawasan Ketat
Industri dan Pembangunan
Tambang Nikel di Kawasan Konservasi, Riyono: Perlu Tindak Tegas dan Pengawasan Ketat
Perubahan Skema BBM Bersubsidi Harus Diperkuat dengan Data Akurat dan Pengawasan yang Ketat
Kesejahteraan Rakyat
Perubahan Skema BBM Bersubsidi Harus Diperkuat dengan Data Akurat dan Pengawasan yang Ketat
Tags:#Berita Utama#Komisi IX
Sebelumnya

Penetapan Tersangka Eks Menag Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Haji Bebas KKN

Selanjutnya

Dialog Lintas Iman di Parlemen, Merajut Harapan Ketahanan Keluarga Indonesia

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(758)
  • Industri dan Pembangunan(2695)
  • Isu Lainnya(981)
  • Kesejahteraan Rakyat(2576)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3195)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Dampak penutupan selat hormus

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h