E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Apresiasi Swasembada Beras, Rina Sa’adah Ingatkan Stabilitas Produksi dan Kesejahteraan Petani

Diterbitkan
Selasa, 13 Jan 2026 07.49 WIB
Bagikan:
Apresiasi Swasembada Beras, Rina Sa’adah Ingatkan Stabilitas Produksi dan Kesejahteraan Petani

Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Sa’adah. Foto: Oji/Karisma.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Sa’adah, mengapresiasi keberhasilan pemerintah mencapai swasembada beras nasional pada tahun 2025. Meski Indonesia tercatat tidak melakukan impor dan mengalami surplus produksi, Rina menekankan pentingnya menjaga stabilitas produksi berkelanjutan serta memastikan kesejahteraan petani di tingkat akar rumput.

“Capaian ini tentu patut diapresiasi. Indonesia tidak melakukan impor pada 2025. Namun, ketahanan pangan tidak bisa dilihat hanya dalam satu tahun. Kita harus memastikan produksi ini stabil menghadapi tantangan krisis iklim dan serangan hama di masa depan,” ujar Rina dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).

Berdasarkan data terkini, produksi beras nasional mencapai 34,71 juta ton, sementara kebutuhan nasional berada di angka 31,19 juta ton. Capaian ini menghasilkan surplus sekitar 3,5 juta ton yang dinilai sebagai modal kuat bagi ketahanan pangan nasional.

Rina menegaskan bahwa angka produksi yang tinggi harus berbanding lurus dengan kesejahteraan petani. Ia menyoroti pentingnya stabilisasi harga gabah di tingkat petani dan optimalisasi penyerapan hasil panen agar distribusi beras merata di seluruh daerah.

Terkait wacana ekspor beras akibat surplus tersebut, legislator asal Jawa Barat ini meminta pemerintah untuk tetap berhati-hati. Ia menekankan agar cadangan pangan nasional dipastikan benar-benar aman sebelum memutuskan untuk ekspor.

“Jika ekspor dilakukan, pastikan petani mendapatkan harga yang lebih baik dan menguntungkan, bukan hanya pedagang (trader). Jangan sampai semangat ekspor justru mengorbankan kepentingan petani dan ketahanan pangan dalam negeri,” tegas politisi Fraksi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Selain itu, dalam kunjungan ke daerah pemilihan, Rina mencatat sejumlah persoalan infrastruktur yang perlu segera dibenahi, terutama pembangunan jalan usaha tani untuk menekan biaya operasional petani. Ia juga mengkritisi distribusi alat mesin pertanian (alsintan) yang selama ini dinilai kurang memperhatikan karakteristik lahan tiap daerah.

“Indonesia sangat beragam. Lahan di Jawa Barat berbeda dengan wilayah lain, sehingga jenis alsintan tidak bisa disamaratakan. Pendekatannya tidak boleh satu model untuk semua wilayah,” jelas Rina.

Menutup pernyataannya, Rina memastikan Komisi IV akan terus mengawal anggaran sektor pertanian agar fokus pada hasil nyata (output). Ia mendesak agar program pemerintah memberikan dampak langsung, mulai dari harga gabah yang layak hingga penyerapan oleh Bulog yang tepat waktu. •hal/aha

Berita terkait

Rina Sa’adah: Bulog Harus Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadan
Industri dan Pembangunan
Rina Sa’adah: Bulog Harus Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadan
Soroti Risiko Shortfall Pajak, Rina Sa’adah Dorong APBN Jadi Instrumen Investasi
Ekonomi dan Keuangan
Soroti Risiko Shortfall Pajak, Rina Sa’adah Dorong APBN Jadi Instrumen Investasi
Produktivitas Perhutanan Sosial Jabar Rendah, Rina Sa’adah Dorong Hilirisasi
Industri dan Pembangunan
Produktivitas Perhutanan Sosial Jabar Rendah, Rina Sa’adah Dorong Hilirisasi
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi IV
Sebelumnya

BKSAP dan Kemenlu Sepakat Perkuat Sinergi Hadapi Dinamika Politik Global

Selanjutnya

Obon Tabroni Dorong Penataan UMP 2026 agar Lebih Berkeadilan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3345)
  • Isu Lainnya(1023)
  • Kesejahteraan Rakyat(3349)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4081)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h