E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Anggaran|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Anggaran|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Anggaran|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
/
/
Berita/Ekonomi dan Keuangan

Arjuna Ungkap Kendala Tata Kelola Keuangan di Papua

Diterbitkan
Rabu, 3 Des 2025 14.19 WIB
Bagikan:
Arjuna Ungkap Kendala Tata Kelola Keuangan di Papua

Anggota BAKN DPR, Arjuna Sakir, saat mengikuti pertemuan meninjau paparan hasil pemeriksaan keuangan oleh BPK di Sorong, Papua Barat Daya, Senin (1/12/2025). Foto: Safitri/vel.

PARLEMENTARIA, Sorong – Pengawasan yang terbatas dan kemampuan teknis sumber daya manusia yang belum memadai disebut menjadi akar persoalan berbagai temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Tanah Papua. Hal itu diungkapkan Anggota BAKN DPR, Arjuna Sakir, saat meninjau langsung paparan hasil pemeriksaan keuangan oleh BPK di Sorong, Papua Barat Daya, Senin (1/12/2025).

Dalam penjelasannya, Arjuna menegaskan bahwa proses penilaian opini laporan keuangan di Papua tidak dapat dilepaskan dari kendala struktural yang masih membayangi daerah tersebut. “Jadi, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) itu kan syaratnya pertama adalah sesuai dengan standar. Kepatuhan pada peraturan perundangan. Kemudian, masalah-masalah terkait dengan kendalanya tadi juga menjadi dasar untuk dalam pembangunan opini,” kata Legislator Fraksi Partai Gerindra tersebut..

Menurutnya, beberapa temuan seperti kekurangan volume pekerjaan tidak selalu dipicu oleh kesengajaan, melainkan karena kondisi Papua yang luas dan sulit diawasi secara optimal. “Pengawasan dari dinas terkait, terutama PU, itu terbatas. Sehingga BPK juga melakukan pemeriksaan itu, stressing pada permasalahan atau daerah-daerah yang kemungkinannya terjadi masalah,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pemeriksaan BPK tidak dapat dilakukan secara menyeluruh. “Pemilihannya itu adalah sampel juga, tidak mungkin seluruhnya diperiksa,” ujar Arjuna.

Meski demikian, Arjuna mengakui bahwa secara makro tata kelola keuangan daerah Papua telah menunjukkan perkembangan positif. Namun, ia menilai masalah mendasar masih berakar pada minimnya sumber daya manusia. “Sumber daya manusia disini sangat terbatas, sehingga pemahaman terkait dengan aturan-aturan itu masih terbatas. Belum lagi kebanyakan tenaga honorer,” ungkapnya. Kondisi geografis dan keamanan turut memperberat pelaksanaan regulasi di lapangan.

Ia kemudian menjelaskan bahwa kondisi tersebut berpengaruh pada hasil opini BPK, terutama bagi daerah yang memperoleh Wajar Dengan Pengecualian (WDP). “Opini Wajar dengan pengecualian secara umum, wajar. Tapi ada akun-akun tertentu yang dikecualikan. Karena temuannya material,” kata dia. 

Arjuna menekankan bahwa akun kas menjadi indikator paling sensitif. “Kalau KAS itu berapa pun nilainya, akan berdampak, itu tetap akan berdampak,” tegasnya.

Lebih jauh, Arjuna menyampaikan bahwa penyelesaian berbagai permasalahan ini tidak hanya dapat dibebankan kepada pemerintah daerah. Ia menilai perlunya koordinasi lintas Kementerian dan Lembaga (K/L) untuk menciptakan perbaikan menyeluruh. 

“BPK punya tugas memeriksa permasalahan-permasalahan yang tidak bisa diselesaikan secara lokal tentu harus diangkat ke permasalahan dari tingkat sektoral,” ujarnya.

Ia juga menilai perlunya kebijakan yang memberikan konsekuensi jelas terhadap penurunan maupun kenaikan opini. “Opini itu ketika turun opini, kan tidak jadi masalah. Harusnya kan ada punishment. Ketika naik kan ada rewardnya. Ada rewardnya tambahan dulu namanya dana insentif daerah. Ketika turun, enggak jadi masalah. Harusnya Mendagri atau Menteri Keuangan juga memberi warning,” tandasnya.

Melalui kesempatan ini, Arjuna memastikan BAKN DPR akan memperkuat peran pengawasan dan mendorong harmonisasi perbaikan di tingkat pusat dan daerah. Tujuannya, agar tata kelola keuangan di Papua dapat setara dengan daerah lain dan tidak lagi terbebani temuan berulang dari tahun ke tahun. •sr/aha

Berita terkait

Ahmad Doli Dorong Perbaikan Tata Kelola Keuangan Daerah
Politik dan Keamanan
Ahmad Doli Dorong Perbaikan Tata Kelola Keuangan Daerah
Herman Khaeron: Harus Ada Perbaikan Tata Kelola Pupuk di Indonesia
Industri dan Pembangunan
Herman Khaeron: Harus Ada Perbaikan Tata Kelola Pupuk di Indonesia
Legislator Pertanyakan Selisih Kerugian Negara di Kasus Tata Kelola Minyak
Politik dan Keamanan
Legislator Pertanyakan Selisih Kerugian Negara di Kasus Tata Kelola Minyak
Tags:#Seputar Parlemen#BAKN
Sebelumnya

Industri Tekstil Ambruk Bukan Karena Baju Bekas, Budi Kanang: Karena Impor Baju Baru

Selanjutnya

Desak Evaluasi Borobudur, Fikri Faqih Ingatkan Pentingnya Implementasi Pasal 97 UU Cagar Budaya

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3345)
  • Isu Lainnya(1023)
  • Kesejahteraan Rakyat(3349)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4081)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Anggaran|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h