
Anggota Komisi VIII Selly Andriany, saat meninjau tanah untuk pembangunan asrama haji di Bali, Sabtu (10/10/2026).|Foto: Taufan/mrs
PARLEMENTARIA, Buleleng - Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina mengatakan, Kabupaten Buleleng, Bali, memiliki potensi bencana, termasuk gempa bumi dan tsunami. Karena itu, dukungan sarana dan prasarana dalam penanganan bencana harus menandi perhatian bersama.
Sehingga, pihaknya akan mengawal usulan pemerintah daerah dan perangkat dinas terkait agar kebutuhan prioritas masyatakat Buleleng mendapat tindak lanjut dari pemerintah pusat.
“Wilayah Buleleng ini sangat rawan terjadi bencana, bahkan ketika sedang musim kemarau mereka juga mengalami kekeringan. Pak Bupati menyampaikan bahwa mereka membutuhkan bantuan-bantuan dari pemerintah pusat, terutama BNPB, dan kita di Komisi VIII sepakat akan memperjuangkan,” tuturnya kepada Parlementaria dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII di Kantor Bupati Buleleng, Bali, Jumat (9/10/2026).
Di sisi lain, ia meminta perhatian Kementerian Agama terkait kerukunan umat beragama yang ada di Kabupaten Buleleng. Menurutnya, Buleleng di Bali dikenal memiliki tradisi kerukunan umat beragama dan toleransi yang kuat, didukung oleh sinergi antara pemerintah, tokoh agama, serta kearifan lokal.
Ia menyoroti konsep Nayama Braya yang dipegang oleh warga lokal, yaitu kehidupan sosial masyarakat Buleleng berpegang pada semangat persaudaraan (nyama braya), sehingga perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang dalam kebersamaan sehari-hari.
“Tadi disampaikan juga mereka butuh atensi dari Kementerian Agama terkait kehidupan beragama yang ada di sini. Mereka ingin Kabupaten Buleleng ini menjadi miniatur atau contoh kerukunan umat beragama untuk wilayah-wilayah di Indonesia yang lain,” ungkap Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini. (tn/rdn)