
Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade saat memimpin Tim Kunspek Komisi VI DPR rapat kerja dengan jajaran Direksi Pelita Air di Bandara Pondok Cabe, Tangsel.|Foto: Jaka/Karisma
PARLEMENTARIA, Tangerang Selatan – Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade mengusulkan penambahan armada pesawat jenis ATR (Avions de Transport Régional), yakni pesawat komersial jarak pendek untuk melayani rute-rute domestik khususnya di wilayah timur. Pasalnya, penguatan konektivitas transportasi udara di kawasan Indonesia Timur dinilai perlu menjadi perhatian dalam pengembangan bisnis penerbangan nasional.
"Saya pernah mengalami, seperti di Labuan Bajo penerbanganya hampir selalu penuh. Selain itu, dapat memperkuat konektivitas antardaerah, penambahan armada ini juga berpotensi membuka peluang bisnis baru bagi perusahaan penerbangan, khususnya Pelita Air," kata Andre saat memimpin Tim Kunspek Komisi VI DPR rapat kerja dengan jajaran Direksi Pelita Air di Bandara Pondok Cabe, Tangsel, Minggu (4/10/2026).
Politisi Fraksi Partai Gerindra ini menilai, pengembangan bisnis tidak harus berhenti pada satu jenis pesawat. Perusahaan juga dapat mempertimbangkan penambahan pesawat ATR untuk menjangkau wilayah-wilayah yang memiliki karakteristik kebutuhan penerbangan berbeda. “Saya usulkan mencoba menambah bisnis baru ATR. Mungkin dua pesawat dulu. Saya lihat bisnis ATR ini menjanjikan dan ini membantu untuk konektivitas antar daerah,” ujar Andre.
Legislator Dapil Sumbar I ini mencontohkan, berdasarkan pengamatannya, sejumlah penerbangan di wilayah tersebut memiliki tingkat keterisian penumpang yang tinggi, termasuk rute-rute yang menghubungkan daerah di Sulawesi dan kawasan timur Indonesia lainnya. “Di daerah-daerah Sulawesi itu dari mulai Makassar, konektivitas untuk ATR itu hampir selalu penuh juga,” imbuhnya.
Karena itu, Andre mengusulkan agar perusahaan dapat mencoba mengoperasikan dua hingga tiga pesawat ATR di kawasan Indonesia Timur. Menurutnya, langkah tersebut dapat dilakukan secara bertahap sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas bisnis penerbangan. “Menurut saya, tidak ada salahnya coba dua atau tiga pesawat main di daerah timur untuk membantu konektivitas, jadi menambah bisnis juga,” jelasnya. (jk/we)