E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 89%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 89%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 89%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Nasril Bahar Usul 11 Perusahaan Gula Rafinasi Bangun Kebun Di Wilayah Timur Indonesia

Diterbitkan
Sabtu, 4 Okt 2025 10.34 WIB
Bagikan:
Nasril Bahar Usul 11 Perusahaan Gula Rafinasi Bangun Kebun Di Wilayah Timur Indonesia

Anggota Komisi VI DPR RI Nasril Bahar saat Rapat Kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri Perdagangan RI dengan menghadirkan 11 (sebelas) perusahaan pemegang izin impor gula rafinasi. Foto: Farhan/vel.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Nasril Bahar mengusulkan agar 11 perusahaan gula rafinasi agar segera membangun perkebunan tebu di wilayah Indonesia Timur. Demikian usulan ini disampaikan dalam agenda Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI dengan Kementerian Perdagangan, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Perum Bulog, dan 11 perusahaan pemegang izin impor gula rafinasi di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025).

“Kita sangat berharap 11 perusahaan gula rafinasi, ke depan mereka tidak berbasiskan impor. Kita berharap berbasiskan perkebunan yang mereka bangun karena itu perintah UU,” kata Nasril.

Selain itu, kata Nasril, 11 perusahaan gula rafinasi itu sudah menikmati hasil dari gula rafinasi tersebut, bahkan sudah belasan tahun, ada yang mulai tahun 2004 atau 2008. “Artinya sudah belasan tahun mereka menikmati keuntungan. Jadi, kalau dari mana modalnya untuk membangun kebun tebu, saya rasa dari akumulasi keuntungan yang mereka dapatkan selama ini. Itu sudah lebih cukup untuk membangun atau membuat kebun tebu,” tuturnya.

Selain modal, imbuhnya, lahan perkebunan untuk tebu sangat terbuka dan luas di wilayah Indonesia Timur. “Kalau mencari kebun di wilayah Jawa dan Sumatera, gak akan ketemu lahan untuk perkebunan, tetapi coba cari di daerah Indonesia Timur, apakah di Sulawesi, NTB, Papua. Pengusaha-pengusaha baru sekarang dapat kok ketika pemerintah mengalokasikan. Mereka (11 perusahaan) minta dong kepada pemerintah di daerah-daerah yang masih mempunyai lahan, kawasan yang iklimnya masih bisa mendukung,” sebut Nasril.

Dengan begitu, menurutnya, usulan membangun perkebunan tebu ini juga akan berpotensi mendukung program pemerintah, yang berupaya sedang memeratakan pembangunan di wilayah Indonesia Timur.

“(Membangun kebun tebu di Indonesia Timur) bisa mewujudkan Asta Cita ke dua dari pada visi misi Presiden Prabowo Subianto, yang mana membuat terpenuhi swasembada pangan khususnya gula, itu yang kita inginkan,” sambungnya.

Sebagai informasi, Komisi VI akan menggelar rapat gabungan dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, dan 11 perusahaan gula rafinasi. Adapun 11 perusahaan gula rafinasi yang dipanggil adalah PT Sugar Labinta, PT Andalan Manis Sejahtera, PT Sentra Usahatama Jaya, PT Angels Products, PT Duta Sugar International, PT Jawamanis Rafinasi, PT Dharmapala Usaha Sukses, PT Permata Dunia Sukses Utama, PT Makassar Tene, PT Berkah Manis Makmur, dan PT Medan Sugar Industry.

“Dari teman-teman Komisi VI tetap akan melanjutkan pertemuan dengan Kementerian Perdagangan bersama 11 perusahaan gula rafinasi, dilanjutkan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Pertanian dalam bentuk rapat gabungan dalam hal mewujudkan Asta Cita kedua Presiden Prabowo Subianto, yaitu mewujudkan swasembada Pangan, khususnya gula,” ujarnya.

Ia pun menyebutkan, belasan tahun perusahaan gula rafinasi tidak mau membangun perkebunan tebu sendiri sebagai bahan dasar gula rafinasi. Perusahaan gula rafinasi, paparnya, selalu impor dan dijual di Indonesia bahkan, gula rafinasi yang peruntukannya untuk industri dijual bebas ke pasar-pasar sehingga mengganggu harga kristal putih.

“Sudah cukup lama kita menantikan dari mulai presiden-presiden sebelumnya, selalu terhalang persoalan lahan. Presiden Prabowo mempersilahkan ke daerah timur dan pemerintah akan membantu dalam penyediaan lahan tersebut,” pungkas Politisi Fraksi PAN itu. •um/aha

Berita terkait

Makassar New Port Berperan Strategis sebagai Pelabuhan Utama di Wilayah Timur Indonesia
Industri dan Pembangunan
Makassar New Port Berperan Strategis sebagai Pelabuhan Utama di Wilayah Timur Indonesia
Komisi VII DPR RI Menerima “Curhatan” Dari Industri Galangan Kapal Wilayah Timur Indonesia
Industri dan Pembangunan
Komisi VII DPR RI Menerima “Curhatan” Dari Industri Galangan Kapal Wilayah Timur Indonesia
BMKG Deteksi Bibit Siklon 93S di Indonesia Timur, Syaiful Huda Dorong Kewaspadaan Pemerintah
Industri dan Pembangunan
BMKG Deteksi Bibit Siklon 93S di Indonesia Timur, Syaiful Huda Dorong Kewaspadaan Pemerintah
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi VI
Sebelumnya

Jalan Khusus Distribusi Batu Bara Belum Ada, Pendapatan Daerah Jambi Kian Menurun

Selanjutnya

Legislator Komisi II Dorong Digitalisasi Pertanahan, Upaya Selesaikan Permasalahan Agraria

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(758)
  • Industri dan Pembangunan(2695)
  • Isu Lainnya(981)
  • Kesejahteraan Rakyat(2576)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3195)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Dampak penutupan selat hormus

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 89%
Angin: 4 km/h