
Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari dalam RDPU Komisi IV DPR RI bersama Dewan Pimpinan Nasional APTRI di Ruang Rapat Komisi IV DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto : Mario/Andri
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari mendorong pemetaan data rendemen tebu secara lebih lengkap di setiap wilayah sebagai dasar peningkatan produktivitas dan daya saing gula tebu rakyat. Menurutnya, perbedaan kondisi agroekologi setiap daerah perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah peningkatan rendemen.
Hal tersebut disampaikan Endang dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi IV DPR RI bersama Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) di Ruang Rapat Komisi IV DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
“Kita harus ada data yang lengkap, terutama data rendemennya di setiap wilayah,” ujar Endang.
Ia menilai perlu ada analisis lebih lanjut mengenai faktor yang menyebabkan penurunan rendemen tebu. Seba iu, ia meminta APTRI turut mengidentifikasi apakah kondisi tersebut berkaitan dengan kebijakan pemerintah maupun faktor lain yang memengaruhi usaha tani tebu rakyat.
“Kira-kira kenapa penurunannya. Apakah itu dari kebijakan pemerintah atau dari ketidakseriusan para petani kita karena adanya impor. Nah, ini harus jelas,” katanya.
Di sisi lain, ia juga menyoroti pentingnya evaluasi kerja sama antara APTRI dan ID Food, mengingat ID Food memiliki peran dalam tata niaga gula. Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sejarah kejayaan industri gula yang perlu kembali diperkuat.
Karena itu, ia mendorong Komisi IV DPR RI untuk memperkuat perhatian terhadap persoalan yang dihadapi petani tebu melalui Kementerian Pertanian, khususnya Direktorat Jenderal Perkebunan.
“Komisi IV nanti bisa mendorong Kementerian Pertanian, khususnya Direktorat Jenderal Perkebunan, untuk memperhatikan kembali kendala-kendala yang dialami oleh APTRI,” pungkasnya. (bit/um)