E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
SEKRETARIAT JENDERAL DPR RI
PPID DPR RI
TRENDING:
Komisi X|Komisi VIII|Komisi V|RUU Statistik|UINSA|UU Reforma Agraria|Paripurna|Komisi III|Baleg|Komisi XIII|Perempuan|Transportasi Laut|Transportasi
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 57%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
SEKRETARIAT JENDERAL DPR RI
PPID DPR RI
TRENDING:
Komisi X|Komisi VIII|Komisi V|RUU Statistik|UINSA|UU Reforma Agraria|Paripurna|Komisi III|Baleg|Komisi XIII|Perempuan|Transportasi Laut|Transportasi
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 57%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
SEKRETARIAT JENDERAL DPR RI
PPID DPR RI
TRENDING:
Komisi X|Komisi VIII|Komisi V|RUU Statistik|UINSA|UU Reforma Agraria|Paripurna|Komisi III|Baleg|Komisi XIII|Perempuan|Transportasi Laut|Transportasi
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 57%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Lestari Moerdijat: Beban Kerja Domestik Perempuan Harus Diakui dalam Kebijakan

Diterbitkan
Rabu, 23 Sep 2026 09.49 WIB
Bagikan:
Lestari Moerdijat: Beban Kerja Domestik Perempuan Harus Diakui dalam Kebijakan

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat.|Foto: Sari/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat menilai upaya mengatasi ketimpangan gender perlu disertai kebijakan yang mengakui beban kerja domestik dan pengasuhan yang selama ini lebih banyak ditanggung perempuan. Menurutnya, kerja perawatan memiliki kontribusi penting terhadap keberlangsungan keluarga, dunia kerja, dan perekonomian sehingga tidak semestinya dipandang sebagai urusan pribadi perempuan.

 

“Selama pekerjaan domestik dan pengasuhan dianggap semata-mata sebagai urusan pribadi perempuan, ketidakadilan struktural akan terus berulang. Kerja perawatan menopang keluarga, dunia kerja, dan perekonomian sehingga harus diperhitungkan dalam proses penyusunan kebijakan,” kata Lestari dalam keterangan tertulisnya kepada Parlementaria, Selasa (22/9/2026).

Lihat Juga :

Lestari Moerdijat: Anak Indonesia Harus Jadi Prioritas dalam Mitigasi Krisis Iklim

Lestari Moerdijat: Anak Indonesia Harus Jadi Prioritas dalam Mitigasi Krisis Iklim

Lestari Moerdijat: Perempuan, Seni, Kuasa, dan Perlindungan adalah Pertarungan Peradaban Bangsa

Lestari Moerdijat: Perempuan, Seni, Kuasa, dan Perlindungan adalah Pertarungan Peradaban Bangsa

 

Lestari menyoroti hasil riset Populix bertajuk Studi Lanjut Kesenjangan Upah: Beban Pengasuhan dan Kerja Domestik yang Luput dari Hitungan Ekonomi. Riset tersebut mengungkapkan perempuan di rumah tangga urban mengalokasikan 252 jam lebih banyak untuk pekerjaan domestik dalam setahun dibandingkan laki-laki.

 

Selisih tersebut setara dengan sekitar 31 hari kerja dengan asumsi delapan jam kerja per hari. Riset yang dilakukan melalui survei daring terhadap 1.000 rumah tangga urban pada Maret–April 2026 itu juga mencatat perempuan menghabiskan rata-rata 3 jam 14 menit per hari untuk pekerjaan domestik atau sekitar 27 persen lebih lama dibandingkan laki-laki.

 

Menurut Lestari yang juga Wakil Ketua MPR RI, ketimpangan tidak hanya terlihat dari alokasi waktu, tetapi juga dari beban mental dan pengambilan keputusan dalam rumah tangga. Berdasarkan riset yang sama, skor beban keputusan dan mental perempuan mencapai 59,7 dari 100, sedangkan laki-laki 48,5.

 

Selain itu, sebanyak 71,7 persen perempuan tercatat mengelola sedikitnya 60 persen keputusan harian rumah tangga, mulai dari mengatur kebutuhan anak dan belanja hingga memastikan berbagai kewajiban rumah tangga terpenuhi.

 

“Banyak perempuan harus menghadapi beban ganda. Mereka dituntut produktif di tempat kerja, tetapi pada saat yang sama tetap memikul sebagian besar tanggung jawab domestik dan pengasuhan,” ujar Rerie, sapaan akrab Lestari.

 

Ia menilai temuan tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesenjangan gender tidak semata-mata berkaitan dengan kapasitas perempuan, tetapi juga dipengaruhi struktur sosial dan pembagian peran yang belum seimbang.

 

Di sisi lain, Lestari menyoroti kesenjangan rata-rata upah antara pekerja laki-laki dan perempuan. Data BPS untuk Mei 2026 mencatat rata-rata upah buruh laki-laki sebesar Rp3,69 juta per bulan, sedangkan rata-rata upah buruh perempuan sebesar Rp2,86 juta. Dengan demikian, terdapat selisih sekitar Rp830 ribu atau sekitar 22 persen dari rata-rata upah laki-laki.

 

Menurutnya, kesenjangan tersebut perlu menjadi dasar untuk mengevaluasi berbagai hambatan struktural yang dihadapi perempuan, termasuk pemisahan jenis pekerjaan berdasarkan gender, keterbatasan kesempatan pengembangan karier, serta besarnya tanggung jawab pengasuhan.

 

Untuk itu, Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem tersebut mendorong pemerintah memperkuat kebijakan ekonomi yang berperspektif gender. Salah satunya melalui penguatan data nasional mengenai penggunaan waktu serta pengembangan akun satelit ekonomi perawatan untuk mengukur kontribusi kerja domestik dan pengasuhan yang tidak dibayar.

 

Selain itu, negara dinilai perlu memperluas akses terhadap layanan penitipan anak dan layanan perawatan yang berkualitas serta terjangkau. Kebijakan cuti melahirkan dan cuti pengasuhan bagi ayah juga perlu diterapkan secara efektif agar tanggung jawab pengasuhan dapat dibagi secara lebih adil.

 

“Kerja perawatan tidak boleh terus menjadi pekerjaan yang tidak terlihat dan dibebankan kepada perempuan. Negara, dunia usaha, partai politik, dan masyarakat harus bersama-sama membangun ekosistem yang memungkinkan perempuan berkembang secara setara,” tegasnya.

 

Ia juga mendorong pengawasan terhadap praktik pengupahan diperkuat melalui transparansi sistem penggajian, evaluasi pekerjaan yang objektif, serta penegakan prinsip upah yang setara untuk pekerjaan yang memiliki nilai setara.

 

Lestari menegaskan, kesetaraan gender tidak semestinya ditempatkan hanya sebagai agenda sektoral, tetapi menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan nasional.

 

“Memperjuangkan kesetaraan perempuan adalah sebuah keharusan. Ketika kita berbicara tentang perempuan dan memastikan hak-haknya terpenuhi, sesungguhnya kita sedang membicarakan agenda peradaban bangsa,” pungkasnya. (tn/ssb)

Berita terkait

Lestari Moerdijat: Anak Indonesia Harus Jadi Prioritas dalam Mitigasi Krisis Iklim
Kesejahteraan Rakyat
Lestari Moerdijat: Anak Indonesia Harus Jadi Prioritas dalam Mitigasi Krisis Iklim
Lestari Moerdijat: Perempuan, Seni, Kuasa, dan Perlindungan adalah Pertarungan Peradaban Bangsa
Kesejahteraan Rakyat
Lestari Moerdijat: Perempuan, Seni, Kuasa, dan Perlindungan adalah Pertarungan Peradaban Bangsa
Lestari Moerdijat: Mekanisme Perlindungan Perempuan Harus Konsisten Disempurnakan
Kesejahteraan Rakyat
Lestari Moerdijat: Mekanisme Perlindungan Perempuan Harus Konsisten Disempurnakan
Tags:#Komisi X#Perempuan#Lestari Moerdijat
Sebelumnya

KOMISI III RDPU MEMBAHAS PENYUSUNAN TENTANG PERAMPASAN ASET TERKAIT DENGAN TINDAK PIDANA PATTERN INDONESIA MAP

Selanjutnya

Integrasi Big Data Butuh Penguatan SDM dan Infrastruktur BPS

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1193)
  • Industri dan Pembangunan(4111)
  • Isu Lainnya(1092)
  • Kesejahteraan Rakyat(4104)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4979)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi VIII#Komisi IV#Komisi IX#BKSAP#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Laporan Kinerja DPR RI Tahun Sidang 2025-2026 DPR RI Berdampak : Wujudkan Daulat Rakyat Melalui Parlemen Modern, Demokratis, dan Responsif

Full Akses : https://anyflip.com/fhwbw/tjuv

Parlemen Remaja 2026
Majalah Parlementaria Edisi 259

Link: https://online.anyflip.com/fhwbw/eljp/mobile/index.html

Magang PPID Setjen DPR RI

Link: https://magang.dpr.go.id/register?lowongan=84

Turut berduka cita atas musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).

Turut berduka cita atas musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).

Lomba Orasi Bintang Orator
Lomba Orasi Bintang Orator

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
SEKRETARIAT JENDERAL DPR RI
PPID DPR RI
TRENDING:
Komisi X|Komisi VIII|Komisi V|RUU Statistik|UINSA|UU Reforma Agraria|Paripurna|Komisi III|Baleg|Komisi XIII|Perempuan|Transportasi Laut|Transportasi
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 57%
Angin: 4 km/h