E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran|Komisi X|Komisi VII|Komisi V|Komisi VIII|Komisi XII|Bencana|karhutla|Komisi III|Komisi VI|Komisi IX|Komisi XI|Komisi II
Jakarta:
Cerah
28°C
Terasa: 31°C
Lembab: 67%
Angin: 5 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran|Komisi X|Komisi VII|Komisi V|Komisi VIII|Komisi XII|Bencana|karhutla|Komisi III|Komisi VI|Komisi IX|Komisi XI|Komisi II
Jakarta:
Cerah
28°C
Terasa: 31°C
Lembab: 67%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran|Komisi X|Komisi VII|Komisi V|Komisi VIII|Komisi XII|Bencana|karhutla|Komisi III|Komisi VI|Komisi IX|Komisi XI|Komisi II
Jakarta:
Cerah
28°C
Terasa: 31°C
Lembab: 67%
Angin: 5 km/h
/
/
Berita/Ekonomi dan Keuangan

Said Abdullah Tekankan Akurasi Data Desil agar Subsidi Tepat Sasaran

Diterbitkan
Kamis, 3 Sep 2026 22.35 WIB
Bagikan:
Said Abdullah Tekankan Akurasi Data Desil agar Subsidi Tepat Sasaran

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah, dalam Rapat Panitia Kerja (Panja) Banggar DPR RI bersama pemerintah dan Bank Indonesia di Ruang Rapat Banggar DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto: Alma/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menekankan pentingnya akurasi data desil penerima subsidi agar berbagai program subsidi pemerintah benar-benar tepat sasaran. Menurutnya, persoalan inclusion error dan exclusion error dalam pendataan masih menjadi tantangan besar yang harus segera diselesaikan pemerintah.

 

Hal itu disampaikan dalam Rapat Panitia Kerja (Panja) Banggar DPR RI bersama pemerintah dan Bank Indonesia di Ruang Rapat Banggar DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Lihat Juga :

Komisi X Minta Data Desil DTSEN Diperbaiki agar Bantuan Pendidikan Tepat Sasaran

Komisi X Minta Data Desil DTSEN Diperbaiki agar Bantuan Pendidikan Tepat Sasaran

BAKN: Data Akurat Jadi Kunci Subsidi Listrik Tepat Sasaran

BAKN: Data Akurat Jadi Kunci Subsidi Listrik Tepat Sasaran

 

Dalam rapat tersebut, Said menyoroti masih banyaknya masyarakat yang seharusnya berhak menerima subsidi justru tidak masuk dalam kelompok penerima. Sebaliknya, terdapat masyarakat yang tidak berhak namun justru memperoleh manfaat subsidi akibat ketidaktepatan data desil.

 

“Yang berhak menerima tidak menerima, karena dia seharusnya posisi desil tiga, tiba-tiba desilnya sembilan. Yang berhak menerima tidak menerima, yang tidak berhak menerima dia menerima. Sehingga exclusion-inclusion error-nya dari 2017, DTSK (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) sampai sekarang DTSN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional), problem besar,” tegas Said.

 

Menurut Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu, persoalan validitas data tersebut terus menjadi perhatian Banggar DPR RI karena berdampak langsung terhadap efektivitas penyaluran subsidi dan bantuan pemerintah. Ia mengungkapkan, berbagai aduan dari masyarakat menunjukkan masih adanya penerima bantuan yang tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya.

 

“Sehingga tepat sasaran, kata kunci yang selalu kita tekankan, itu menjadi bias. Nah, sekarang saya minta jawaban pemerintah soal kompensasi,” lanjutnya.

 

Said juga mendorong pemerintah memanfaatkan teknologi yang lebih mutakhir untuk meningkatkan akurasi pendataan penerima subsidi. Menurutnya, penggunaan identifikasi biometrik seperti sidik jari atau retina mata dapat menjadi alternatif agar masyarakat yang berhak memperoleh bantuan lebih mudah terverifikasi.

 

“Tidak ada skema yang lebih baik yang meniru negara lain, yang hanya pakai retina mata atau pakai sidik jari? Pemerintah punya kemampuan melakukan itu sehingga masyarakat bawah lebih dimudahkan. Tinggal tap pakai sidik jari,” ujarnya.

 

Menanggapi hal tersebut, pemerintah menjelaskan DTSN terus dimutakhirkan dengan memanfaatkan berbagai sumber data, mulai dari data administrasi, hasil sensus, pemutakhiran oleh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, ground check, hingga usulan dan sanggahan masyarakat melalui kanal resmi yang tersedia.

 

Pemerintah menyampaikan bahwa berdasarkan pembaruan per 10 Juli 2026, DTSN versi 3 telah mencakup sekitar 290,13 juta data individu dan 95,98 juta data keluarga. Cakupan tersebut akan terus diperbarui agar semakin mencerminkan kondisi sosial masyarakat terkini serta meminimalkan inclusion error dan exclusion error.

 

Meski demikian, Said menilai penjelasan tersebut belum menjawab substansi pertanyaannya mengenai skema kompensasi energi. Ia mempertanyakan apakah anggaran kompensasi yang selama ini diberikan kepada sektor tertentu masih relevan atau dapat dialihkan untuk memperkuat subsidi bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

 

“Yang dijawab desilnya, yang belum terjawab kompensasinya. Apa tidak bisa kompensasi itu dikurangi, dialihkan ke subsidi? Pertanyaan saya, apakah industri-industri kita masih layak dapat kompensasi? Kalau memang layak dan wajib, berarti ada yang perlu dievaluasi dari sisi efisiensinya. Yang ingin kami pastikan adalah subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” pungkasnya. (bit/um)

Berita terkait

Komisi X Minta Data Desil DTSEN Diperbaiki agar Bantuan Pendidikan Tepat Sasaran
Kesejahteraan Rakyat
Komisi X Minta Data Desil DTSEN Diperbaiki agar Bantuan Pendidikan Tepat Sasaran
BAKN: Data Akurat Jadi Kunci Subsidi Listrik Tepat Sasaran
Ekonomi dan Keuangan
BAKN: Data Akurat Jadi Kunci Subsidi Listrik Tepat Sasaran
Husni: Akurasi Data BPS Kunci Tepat Sasaran Bantuan Pendidikan dan Sosial
Kesejahteraan Rakyat
Husni: Akurasi Data BPS Kunci Tepat Sasaran Bantuan Pendidikan dan Sosial
Tags:#Banggar#Subsidi#DTSEN#Desil#Said Abdullah
Sebelumnya

Ecky Awal Mucharam Minta Insentif Pajak Lebih Berkeadilan bagi Kader Posyandu

Selanjutnya

Program LSDP Senilai Lebih dari Rp100 miliar untuk Kalsel Harus Dikelola secara Optimal

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1148)
  • Industri dan Pembangunan(3913)
  • Isu Lainnya(1076)
  • Kesejahteraan Rakyat(3915)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4758)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi VIII#Komisi IV#BKSAP#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Parja
HUT DPR RI Ke-81

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran|Komisi X|Komisi VII|Komisi V|Komisi VIII|Komisi XII|Bencana|karhutla|Komisi III|Komisi VI|Komisi IX|Komisi XI|Komisi II
Jakarta:
Cerah
28°C
Terasa: 31°C
Lembab: 67%
Angin: 5 km/h