E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran|Komisi X|Komisi VII|Komisi V|Komisi VIII|Komisi XII|Bencana|karhutla|Komisi III|Komisi VI|Komisi IX|Komisi XI|Komisi II
Jakarta:
Cerah
28°C
Terasa: 31°C
Lembab: 67%
Angin: 5 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran|Komisi X|Komisi VII|Komisi V|Komisi VIII|Komisi XII|Bencana|karhutla|Komisi III|Komisi VI|Komisi IX|Komisi XI|Komisi II
Jakarta:
Cerah
28°C
Terasa: 31°C
Lembab: 67%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran|Komisi X|Komisi VII|Komisi V|Komisi VIII|Komisi XII|Bencana|karhutla|Komisi III|Komisi VI|Komisi IX|Komisi XI|Komisi II
Jakarta:
Cerah
28°C
Terasa: 31°C
Lembab: 67%
Angin: 5 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Distribusi Kontrasepsi Jangan Berbasis Desil

Diterbitkan
Kamis, 3 Sep 2026 22.44 WIB
Bagikan:
Distribusi Kontrasepsi Jangan Berbasis Desil

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta.|Foto : Sari/Andri

PARLEMENTARIA, Jakarta – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh meminta pemerintah memastikan distribusi alat dan obat kontrasepsi (alokon) dapat diakses seluruh masyarakat tanpa dibatasi berdasarkan desil kesejahteraan. Menurutnya, program keluarga berencana (KB) merupakan kebutuhan masyarakat secara luas sehingga penyediaan alokon tidak semestinya hanya diperuntukkan bagi kelompok tertentu.


“Jadi menurut saya ini alkon ini harus diperuntukkan untuk seluruh masyarakat. Tidak perlu ada desil-desil bahwa yang boleh mengambil desil 1, 2, 3. Emang yang desil 4, 5, 6 itu tidak boleh pakai alkon, tidak boleh KB juga?” ujar Nihayatul dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).


Ia menilai masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi umumnya memiliki pilihan sendiri dalam memperoleh alat kontrasepsi. Karena itu, pembatasan berdasarkan desil justru berpotensi menghambat akses masyarakat terhadap program KB.

Lihat Juga :

Aturan Penyediaan Alat Kontrasepsi Bagi Remaja Jangan Jadi Pintu Masuk Seks Bebas

Aturan Penyediaan Alat Kontrasepsi Bagi Remaja Jangan Jadi Pintu Masuk Seks Bebas

Akses Jalan Mulai Ditutup, Timwas Ingatkan Distribusi Konsumsi Jemaah Jangan Sampai Telat

Akses Jalan Mulai Ditutup, Timwas Ingatkan Distribusi Konsumsi Jemaah Jangan Sampai Telat


“Kalaupun yang oke mampu, saya bisa pastikan mereka tidak akan mengambil yang gratis. Pasti mereka akan mencari kualitas alkon, ya bukan berarti alkon yang disediakan pemerintah tidak bagus, tapi pasti mereka punya preferensi yang berbeda, kalau yang orang mampu tidak akan mengambil yang gratis ini,” katanya.


Nihayatul menegaskan, ketersediaan alokon merupakan bagian penting dari perencanaan keluarga. Menurutnya, perencanaan keluarga juga berkaitan dengan upaya mencegah stunting melalui pengaturan jarak dan jumlah kelahiran.


“Karena kita sudah berubah dua anak lebih sehat, bukan dua anak cukup lagi, tentunya kita juga berpikir bagaimana ini salah satu untuk menghindari stunting itu adalah dengan perencanaan keluarga. Salah satu perencanaan keluarga adalah dengan alkon,” ujarnya.


Selain meminta distribusi alokon tidak dibatasi desil, Nihayatul juga mendorong peningkatan anggaran alokon pada Tahun Anggaran 2027. Ia menilai anggaran pengadaan alokon sebesar Rp350 miliar masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat, terlebih pada 2026 tidak tersedia anggaran untuk pengadaan alokon. (gal/aha)

Berita terkait

Aturan Penyediaan Alat Kontrasepsi Bagi Remaja Jangan Jadi Pintu Masuk Seks Bebas
Kesejahteraan Rakyat
Aturan Penyediaan Alat Kontrasepsi Bagi Remaja Jangan Jadi Pintu Masuk Seks Bebas
Akses Jalan Mulai Ditutup, Timwas Ingatkan Distribusi Konsumsi Jemaah Jangan Sampai Telat
Kesejahteraan Rakyat
Akses Jalan Mulai Ditutup, Timwas Ingatkan Distribusi Konsumsi Jemaah Jangan Sampai Telat
Dukung Anggaran Kemendag, Firnando Berpesan: Jangan Abaikan Nasib Industri Domestik
Industri dan Pembangunan
Dukung Anggaran Kemendag, Firnando Berpesan: Jangan Abaikan Nasib Industri Domestik
Tags:#Komisi IX#Desil#Nihayatul Wafiroh#Alokon
Sebelumnya

Penggajian ASN Direncanakan pindah ke Himbara, Harris Turino Khawatir BPD Tertekan

Selanjutnya

Komisi V Serukan Anggaran Kementerian PKP Dimanfaatkan untuk Program Prioritas

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1148)
  • Industri dan Pembangunan(3913)
  • Isu Lainnya(1076)
  • Kesejahteraan Rakyat(3915)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4758)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi VIII#Komisi IV#BKSAP#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Parja
HUT DPR RI Ke-81

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran|Komisi X|Komisi VII|Komisi V|Komisi VIII|Komisi XII|Bencana|karhutla|Komisi III|Komisi VI|Komisi IX|Komisi XI|Komisi II
Jakarta:
Cerah
28°C
Terasa: 31°C
Lembab: 67%
Angin: 5 km/h