
Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR Marwan Dasopang saat mengawasi jalannya penyelenggaran ibadah Haji 2026 di Makkah.|Foto: Eki/Septamares
PARLEMENTARIA, Makkah - Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR Marwan Dasopang menyatakan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 sejauh ini masih berjalan sesuai rencana. Namun demikian, Timwas mulai mewaspadai sejumlah potensi persoalan menjelang pergerakan jemaah ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) jelang puncak haji.
“Persiapan masih on the track, masih bisa sesuai dengan perencanaan. Yang kita waspadai berikutnya menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujar Marwan Dasopang kepada Parlementaria usai melakukan kunjungan jemaah haji yang berasal dari dapilnya di Pemondokan Sektor 6 Mekah. di Makkah, Jumat (23/5/2026).
Menurut Ketua Komisi VIII DPR RI itu, salah satu perhatian utama ialah distribusi konsumsi jemaah. Marwan menjelaskan, mulai besok distribusi makanan dari dapur katering tidak lagi dapat dilakukan secara normal karena akses jalan menuju sejumlah titik mulai ditutup.
“Mulai besok (Sabtu) makan yang dikirim oleh dapur sudah berhenti karena tidak bisa diantar, jalannya sudah di portal. Diganti dengan makan cepat saji yang hari ini diantar. Kalau tidak sampai hari ini, berarti besok tidak ada,” jelasnya.
Karena itu, ia mengimbau para ketua kloter untuk segera mengantisipasi kebutuhan jemaah agar tidak mengalami keterlambatan konsumsi. “Untuk jalan keluarnya, saya tadi mengajak ketua-ketua kloter untuk segera belanja, jangan karena hak kita menunggu nanti jemaah lapar,” katanya.
Selain konsumsi, Timwas DPR RI juga menyoroti potensi kepadatan transportasi menuju Armuzna. Mengingat mobilisasi jemaah melibatkan ratusan ribu bus, keterlambatan penjemputan dinilai sangat mungkin terjadi.
“Yang kedua, angkutan menuju Arafah. Karena angkutan ini ratusan ribu bus, potensi untuk macet itu terjadi. Kalau jemputan jamaahnya molor, langkah berikutnya apa?” ungkap Politisi Fraksi PKB itu.
Ia mengatakan Timwas DPR RI terus meminta pemerintah menyiapkan berbagai skenario mitigasi untuk mengantisipasi kendala selama fase puncak haji. Selain itu, Timwas juga aktif berkomunikasi dengan ketua-ketua kloter guna memastikan kondisi jamaah tetap terkendali.
Terkait pelaksanaan haji sejak keberangkatan gelombang pertama hingga kedua, Marwan menilai secara umum tidak terdapat kendala berarti. Meski demikian, terdapat sejumlah kasus sporadis yang tetap menjadi perhatian.
“Tidak ada yang berarti, ada sporadis lah satu, dua, tiga,” ujarnya.
Salah satu kasus yang disoroti yakni jemaah asal Aceh yang hingga kini belum dapat melaksanakan umrah wajib karena visa nusuk belum terbit akibat kesalahan unggah foto.
“Ada satu orang sampai saat ini belum melaksanakan umroh haji, padahal besok sudah mau ke Arafah. Kenapa tidak bisa? Karena nusuknya tidak terbit. Kenapa tidak terbit? Karena ada kesalahan upload foto,” jelasnya.
Marwan mengaku telah langsung menghubungi Kementerian Haji Arab Saudi bidang pelayanan agar persoalan tersebut segera diselesaikan sebelum batas waktu pelaksanaan umrah berakhir.
“Saya tadi sudah telepon Kementerian Haji Bidang Pelayanan, harus selesaikan hari ini,” pungkasnya. (eki/rdn)