E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Gempa|NTT|Pendidikan|Ekspor|Guru|petani|RUU Ketenagakerjaan|sekolah|pertumbuhan ekonomi|PPPK|RUU Komoditas Strategis|Pekerja GIG|UU Sisdiknas
Jakarta:
Hujan Deras
25°C
Terasa: 30°C
Lembab: 93%
Angin: 8 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Gempa|NTT|Pendidikan|Ekspor|Guru|petani|RUU Ketenagakerjaan|sekolah|pertumbuhan ekonomi|PPPK|RUU Komoditas Strategis|Pekerja GIG|UU Sisdiknas
Jakarta:
Hujan Deras
25°C
Terasa: 30°C
Lembab: 93%
Angin: 8 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Gempa|NTT|Pendidikan|Ekspor|Guru|petani|RUU Ketenagakerjaan|sekolah|pertumbuhan ekonomi|PPPK|RUU Komoditas Strategis|Pekerja GIG|UU Sisdiknas
Jakarta:
Hujan Deras
25°C
Terasa: 30°C
Lembab: 93%
Angin: 8 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Gempa|NTT|Pendidikan|Ekspor|Guru|petani|RUU Ketenagakerjaan|sekolah|pertumbuhan ekonomi|PPPK|RUU Komoditas Strategis|Pekerja GIG|UU Sisdiknas
Jakarta:
Hujan Deras
25°C
Terasa: 30°C
Lembab: 93%
Angin: 8 km/h
Berita/Industri dan Pembangunan

Harga Pupuk hingga Sengketa Lahan, Legislator Soroti Beban Panjang Petani

Diterbitkan
Rabu, 19 Agu 2026 16.16 WIB
Bagikan:
Harga Pupuk hingga Sengketa Lahan, Legislator Soroti Beban Panjang Petani

Anggota Komisi IV DPR RI, Nyoman Adi Wiratama, dalam RDPU dengan Himpunan Masyarakat Tani Merah Putih, di Komplek Parlemen.|Foto: Aaron/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Nyoman Adi Wiratama menekankan, petani harus ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan nasional, bukan sekadar objek kebijakan. Sebagai kelompok yang berada di garis depan dalam menjaga ketersediaan pangan, petani harus mendapatkan dukungan kebijakan yang memberikan dampak langsung terhadap kehidupan mereka.

 

Sejumlah persoalan klasik, katanya, masih perlu mendapat perhatian serius, mulai dari harga sarana produksi pertanian, ketersediaan dan ketepatan waktu pupuk, tingginya biaya produksi, kepastian harga hasil panen, akses pembiayaan, keterbatasan infrastruktur pertanian, persoalan pascapanen, akses pasar, hingga rendahnya minat generasi muda menjadi petani.

Lihat Juga :

Komisi II Soroti Sengketa Lahan Hingga Sertifikat Ganda di Tangerang

Komisi II Soroti Sengketa Lahan Hingga Sertifikat Ganda di Tangerang

Dalami Sengketa Lahan Petani Cengkareng, BAM Akan Panggil Para Pihak Terkait

Dalami Sengketa Lahan Petani Cengkareng, BAM Akan Panggil Para Pihak Terkait

 

“Sebelumnya DPR RI telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) Penyelesaian Konflik Agraria melalui Rapat Paripurna pada Oktober 2025. Pansus ini dibentuk untuk merespons tumpang tindih regulasi, ketimpangan penguasaan tanah, serta maraknya sengketa lahan antara masyarakat dengan korporasi maupun instansi pemerintah”, imbuhnya dalam RDPU dengan Himpunan Masyarakat Tani Merah Putih, di Komplek Parlemen, Rabu (19/8/2026).

 

Menurutnya, berbagai capaian pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan strategis menjadi modal penting bagi Indonesia untuk membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan. Namun, keberhasilan pembangunan pertanian tidak boleh hanya diukur dari peningkatan produksi.

 

“Contohnya Bali dimana petani setempat mengalami sengketa lahan dengan pemerintah daerah disana, namun sudah cepat diselesaikan melalui reformasi agraria yang mana masing masing pihak mendapatkan bagian dari lahan tersebut. Sehingga kedepannya kasus seperti ini akan menjadi contoh untuk mewujudkan kesejahteraan petani”, imbuhnya.

 

Untuk itu, menurutnya, kebijakan nasional mengenai ketahanan pangan harus diterjemahkan secara konkret melalui kebijakan di daerah. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, pemerintah kabupaten/kota, DPRD, HKTI, kelompok tani, perguruan tinggi, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan. (tn/we)

Berita terkait

Komisi II Soroti Sengketa Lahan Hingga Sertifikat Ganda di Tangerang
Politik dan Keamanan
Komisi II Soroti Sengketa Lahan Hingga Sertifikat Ganda di Tangerang
Dalami Sengketa Lahan Petani Cengkareng, BAM Akan Panggil Para Pihak Terkait
Kesejahteraan Rakyat
Dalami Sengketa Lahan Petani Cengkareng, BAM Akan Panggil Para Pihak Terkait
Soroti Sengketa Lahan di Kalbar, Soedeson Tandra: Perusahaan yang Tanam di Luar Wilayah Itu Rampok Negara!
Politik dan Keamanan
Soroti Sengketa Lahan di Kalbar, Soedeson Tandra: Perusahaan yang Tanam di Luar Wilayah Itu Rampok Negara!
Tags:#petani#harga pupuk
Sebelumnya

UU Sisdiknas Harus Jawab Ketimpangan Distribusi Tenaga Pendidik

Selanjutnya

Netty Upayakan Pekerja Gig Dapat Kepastian Hukum dan Jaminan Sosial

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1081)
  • Industri dan Pembangunan(3759)
  • Isu Lainnya(1064)
  • Kesejahteraan Rakyat(3750)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4623)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Segera Daftar
Parja

PODCAST

IKUTI KAMI