E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Sidang Tahunan|Sidang Bersama|BUMN|NTB|hakim agung|hakim adhoc|RUU Perampasan Aset|APBN|Ekonomi|RUU Masyarakat Adat|RAPBN 2027|RUU Migas|miras
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 82%
Angin: 7 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Sidang Tahunan|Sidang Bersama|BUMN|NTB|hakim agung|hakim adhoc|RUU Perampasan Aset|APBN|Ekonomi|RUU Masyarakat Adat|RAPBN 2027|RUU Migas|miras
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 82%
Angin: 7 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Sidang Tahunan|Sidang Bersama|BUMN|NTB|hakim agung|hakim adhoc|RUU Perampasan Aset|APBN|Ekonomi|RUU Masyarakat Adat|RAPBN 2027|RUU Migas|miras
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 82%
Angin: 7 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Sri Meliyana: Akses Jaminan Kesehatan Harus Diimbangi Kesiapan Sarana dan SDM

Diterbitkan
Sabtu, 25 Jul 2026 16.50 WIB
Bagikan:
Sri Meliyana: Akses Jaminan Kesehatan Harus Diimbangi Kesiapan Sarana dan SDM

Anggota Komisi IX DPR RI Sri Meliyana saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi IX DPR RI ke Provinsi Aceh.|Foto: Eko/Karisma

PARLEMENTARIA, Banda Aceh – Anggota Komisi IX DPR RI Sri Meliyana mengapresiasi capaian Pemerintah Provinsi Aceh yang telah menghadirkan cakupan Universal Health Coverage (UHC) bagi sekitar 95 persen penduduk. Namun, menurutnya, keberhasilan memperluas kepesertaan jaminan kesehatan harus diikuti dengan penguatan kualitas layanan kesehatan, mulai dari ketersediaan sarana, prasarana, hingga tenaga kesehatan.

 

Hal tersebut disampaikan Sri Meliyana saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi IX DPR RI ke Provinsi Aceh, Rabu (22/7/2026). "Kami mengapresiasi Pemerintah Provinsi Aceh yang telah memberikan perhatian besar terhadap UHC. Cakupannya sudah mencapai sekitar 95 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Namun akses itu tentu harus diikuti dengan sarana dan prasarana agar masyarakat benar-benar memperoleh pelayanan kesehatan yang maksimal," ujar Sri.

Lihat Juga :

Ranny Fahd Arafiq: Labuan Bajo sebagai DPSP Harus Diimbangi Layanan Kesehatan dan SDM

Ranny Fahd Arafiq: Labuan Bajo sebagai DPSP Harus Diimbangi Layanan Kesehatan dan SDM

Perlu Diatur dalam RUU Sisdiknas, Penguatan Kesehatan dan Mental Harus Integrasikan Guru Agama dan Psikolog

Perlu Diatur dalam RUU Sisdiknas, Penguatan Kesehatan dan Mental Harus Integrasikan Guru Agama dan Psikolog

 

Ia menilai berbagai persoalan kesehatan di Aceh masih memerlukan perhatian serius. Di antaranya tingginya prevalensi stunting, kesehatan ibu dan anak, angka kematian ibu dan bayi, cakupan imunisasi yang belum optimal, keberadaan anak zero dose, hingga pengendalian tuberkulosis (TB).

 

Sri mengingatkan bahwa stunting masih menjadi tantangan besar yang harus ditangani secara terpadu oleh pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, upaya percepatan penurunan stunting memerlukan dukungan anggaran yang memadai sekaligus kolaborasi lintas sektor.

 

"BKKBN sebagai leading sector penanganan stunting perlu terus diperkuat. Karena itu saya selalu menitipkan kepada pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota agar program penanganan stunting menjadi prioritas bersama," katanya.

 

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting Aceh masih berada di atas rata-rata nasional dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut menjadikan Aceh sebagai salah satu provinsi yang masih membutuhkan percepatan intervensi gizi spesifik maupun sensitif melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.

 

Selain itu, Sri menyoroti kesiapan rumah sakit rujukan regional di Aceh. Dari lima rumah sakit yang diproyeksikan melayani 23 kabupaten/kota, menurut paparan yang diterima Komisi IX, baru satu rumah sakit yang telah beroperasi secara optimal.

 

Ia meminta pemerintah daerah segera memetakan kebutuhan penyelesaian empat rumah sakit lainnya, termasuk kebutuhan tenaga medis, dokter spesialis, serta dukungan peralatan kesehatan dari pemerintah pusat.

 

"Pemerintah pusat sering memberikan bantuan alat kesehatan, tetapi syaratnya SDM yang mengoperasikan harus tersedia. Karena itu harus dipetakan kapan empat rumah sakit lainnya selesai, berapa kebutuhan tenaga kesehatan dan tenaga medis, serta dukungan pusat yang diperlukan," tegasnya.

 

Sri bahkan membuka kemungkinan Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan spesifik untuk mendalami berbagai persoalan layanan kesehatan di Aceh agar penyelesaiannya dapat dikawal secara lebih komprehensif.

 

Di bidang ketenagakerjaan, ia juga menyoroti minimnya jumlah pengawas ketenagakerjaan di Aceh. Berdasarkan paparan dalam rapat, hanya terdapat 26 pengawas yang bertugas mengawasi ratusan ribu pekerja dan perusahaan.

 

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi memengaruhi efektivitas pengawasan terhadap pelaksanaan norma ketenagakerjaan.

 

"Jumlah pengawas yang sangat terbatas ini tentu menjadi tantangan. Perlu ada penjelasan dan solusi bersama terkait pemenuhan tenaga pengawas, karena kewenangannya berada di pemerintah provinsi dan berkaitan dengan kebijakan ASN," ujarnya.

 

Meski demikian, Sri mengapresiasi capaian kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di sektor formal yang disebut telah mencapai sekitar 80 persen. Ia menilai capaian tersebut menunjukkan adanya kesadaran yang cukup baik dari perusahaan, meskipun pengawasan masih terbatas.

 

Di akhir penyampaiannya, Sri meminta seluruh mitra kerja Komisi IX DPR RI, baik di pusat maupun daerah, mencatat seluruh persoalan yang mengemuka selama kunjungan kerja agar segera ditindaklanjuti. "Tahun lalu kami datang dan berharap ada perbaikan. Tahun ini kami datang lagi, tentu kami ingin melihat kemajuan. Persoalan seperti anak zero dose dan cakupan imunisasi harus benar-benar dipetakan agar penanganannya lebih tepat sasaran," pungkasnya. (ssb/aha)

Berita terkait

Ranny Fahd Arafiq: Labuan Bajo sebagai DPSP Harus Diimbangi Layanan Kesehatan dan SDM
Kesejahteraan Rakyat
Ranny Fahd Arafiq: Labuan Bajo sebagai DPSP Harus Diimbangi Layanan Kesehatan dan SDM
Perlu Diatur dalam RUU Sisdiknas, Penguatan Kesehatan dan Mental Harus Integrasikan Guru Agama dan Psikolog
Kesejahteraan Rakyat
Perlu Diatur dalam RUU Sisdiknas, Penguatan Kesehatan dan Mental Harus Integrasikan Guru Agama dan Psikolog
Komisi IX: Pemprov Harus Perkuat SDM Kesehatan dan Perlindungan Pekerja di Papua
Kesejahteraan Rakyat
Komisi IX: Pemprov Harus Perkuat SDM Kesehatan dan Perlindungan Pekerja di Papua
Tags:#Jaminan Kesehatan
Sebelumnya

Yahya Zaini Dorong Pengawasan Ketat SPPG demi Jamin Keamanan Pangan MBG

Selanjutnya

Teti Rohatiningsih Dorong Penguatan Tata Kelola SPPG, Cegah Kejadian Luar Biasa pada MBG

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1071)
  • Industri dan Pembangunan(3735)
  • Isu Lainnya(1058)
  • Kesejahteraan Rakyat(3721)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4612)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Sidang Tahunan MPR RI Sidang Bersama DPR RI & DPD RI Rapat Paripurna DPR RI
Majalah Parlementaria Edisi 258
Parja
Parja
MAKLUMAT PELAYANAN

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Sidang Tahunan|Sidang Bersama|BUMN|NTB|hakim agung|hakim adhoc|RUU Perampasan Aset|APBN|Ekonomi|RUU Masyarakat Adat|RAPBN 2027|RUU Migas|miras
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 82%
Angin: 7 km/h