
Anggota Komisi IX DPR RI Ranny Fahd Arafiq, dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi IX DPR RI di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).|Foto: Dipa/Karisma
PARLEMENTARIA, NTT - Anggota Komisi IX DPR RI Ranny Fahd Arafiq menegaskan bahwa pesatnya perkembangan Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) harus diimbangi dengan penguatan layanan kesehatan, perlindungan tenaga kerja, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal itu disampaikannya dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi IX DPR RI di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (24/7/2026).
Menurut Ranny, keberadaan RSUD Komodo memiliki peran strategis tidak hanya sebagai rumah sakit rujukan bagi masyarakat Manggarai Barat, tetapi juga sebagai penopang layanan kegawatdaruratan bagi wisatawan. Oleh karena itu, ia menilai dukungan pemerintah pusat diperlukan untuk mengatasi keterbatasan tenaga dokter spesialis dan alat kesehatan strategis agar pelayanan kesehatan di kawasan wisata kelas dunia dapat berjalan optimal.
“Labuan Bajo berkembang sangat pesat sebagai destinasi pariwisata super prioritas. Karena itu, akselerasi ekonomi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan layanan kesehatan, serta perlindungan sosial bagi masyarakat,” ujar Politisi Partai Golkar ini.
Ia juga menekankan pentingnya percepatan penurunan stunting, serta optimalisasi perlindungan bagi pekerja informal dan pekerja migran asal NTT. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diperlukan untuk memperkuat dukungan regulasi maupun anggaran, terutama dalam mengatasi tantangan distribusi layanan kesehatan dan jaminan sosial di wilayah kepulauan.
“Kami berharap melalui fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran Komisi IX DPR RI, berbagai kendala administratif maupun fiskal yang dihadapi daerah dapat dicarikan solusi bersama demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Timur,” tutupnya. (dip/ssb)