
Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene menyampaikan arahan saat Kunjungan Kerja Reses Komisi IX DPR RI di Kantor Bupati Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.|Foto: Dipa/Karisma
PARLEMENTARIA, Manggarai Barat – Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene mendorong pemerintah memperkuat layanan kesehatan di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui penyediaan kapal ambulans, ambulans darat, serta peningkatan fasilitas kesehatan. Menurutnya, status Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas harus diimbangi dengan layanan kesehatan yang memadai, terutama untuk menjangkau wilayah kepulauan dan menangani kondisi kedaruratan.
Hal tersebut disampaikan Felly saat ditemui usai pertemuan di Kantor Bupati Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/7/2026).
"Kebutuhan kapal ambulans ini penting. Kapal ambulans maupun mobil ambulans harus tersedia di titik-titik tertentu. Ini destinasi super prioritas, tetapi fasilitas kesehatannya juga harus memadai," tegasnya.
Selain penguatan sarana layanan kesehatan, Felly juga menyoroti tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Manggarai Barat. Ia menilai persoalan tersebut perlu segera ditangani karena tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi memengaruhi sektor pariwisata apabila tidak ditangani secara serius.
Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah, Felly mendorong pemerintah daerah membangun kolaborasi dengan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung upaya peningkatan layanan kesehatan.
"Kalau anggaran terbatas, kita harus mencari solusi bersama. Libatkan perusahaan-perusahaan dan hotel melalui program CSR untuk membantu penanganan kesehatan masyarakat. Tetapi pemerintah pusat juga jangan lepas tangan," ujarnya.
Lebih lanjut, Politisi Fraksi Partai NasDem itu meminta perhatian lebih terhadap kesehatan pekerja migran asal NTT yang selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar tenaga kerja migran Indonesia. Menurutnya, upaya pencegahan penyakit menular, termasuk HIV, perlu diperkuat agar kesehatan para pekerja tetap terjaga sebelum maupun setelah bekerja.
"Mari kita peduli dengan kesehatan mereka. Kalau ini tidak kita seriusi, tidak ada gunanya kita rapat-rapat seperti ini dari waktu ke waktu," tegasnya.
Felly menambahkan, seluruh aspirasi yang dihimpun Komisi IX DPR RI dalam kunjungan kerja tersebut akan dibahas bersama kementerian dan lembaga mitra kerja di DPR RI. Ia berharap berbagai kebutuhan layanan kesehatan di Manggarai Barat maupun wilayah NTT dapat segera ditindaklanjuti melalui kebijakan pemerintah pusat.
"Kami akan membawa seluruh masukan ini dalam rapat bersama mitra kerja agar penguatan layanan kesehatan di Manggarai Barat dan wilayah NTT dapat menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan maupun alokasi anggaran," pungkasnya. (dip/ssb)