
Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan, dalam kunjungan kerja reses Komisi X di SD Negeri 165745, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara. |Foto: Kresno/Karisma
PARLEMENTARIA, Tebing Tinggi – Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan meminta pemerintah segera merealisasikan revitalisasi secara menyeluruh terhadap SD Negeri 165745 Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Permintaan tersebut disampaikan setelah Komisi X meninjau langsung kondisi sekolah dalam rangka kunjungan kerja reses, Rabu (22/7/2026).
Menurut Sofyan Tan, hasil peninjauan menunjukkan masih terdapat sejumlah ruang belajar yang membutuhkan perbaikan. Namun, dari enam ruang kelas yang diajukan pihak sekolah untuk direvitalisasi, baru tiga ruang yang memperoleh alokasi.
"Kami melihat masih ada lokal-lokal yang perlu direvitalisasi. Dari enam ruangan yang diusulkan, baru tiga yang mendapat alokasi. Karena itu kami mengusulkan agar keenam ruangan tersebut segera direvitalisasi, termasuk juga fasilitas toilet dan sarana pendukung lainnya," kata Sofyan Tan.
Ia menegaskan, perbaikan infrastruktur sekolah tidak boleh dilakukan secara setengah-setengah karena akan memengaruhi kenyamanan dan keamanan proses belajar mengajar.
Sofyan menjelaskan, saat kunjungan dilakukan, proses revitalisasi masih berada pada tahap awal. Kepala sekolah masih mengikuti bimbingan teknis, sementara pekerjaan fisik di lapangan belum dimulai. "Pelaksanaannya memang masih belum. Saat ini masih dalam tahap bimbingan teknis terhadap kepala sekolah," ujarnya.
Menurut Sofyan, percepatan revitalisasi menjadi penting agar sekolah dapat segera memiliki fasilitas belajar yang lebih layak. Sarana pendidikan yang memadai dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Selain persoalan bangunan sekolah, Sofyan juga menyoroti keterbatasan kemampuan pendanaan sekolah yang hanya mengandalkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), khususnya bagi sekolah dengan jumlah peserta didik yang relatif sedikit.
Ia mengatakan, besaran dana BOS yang dihitung berdasarkan jumlah siswa membuat sekolah kecil memiliki ruang fiskal yang terbatas untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional maupun pemeliharaan fasilitas. "Untuk sekolah yang jumlah muridnya sedikit, tentu dana BOS tidak mampu membiayai seluruh kebutuhan sekolah. Karena itu pemerintah harus hadir melalui program-program yang memang ditujukan untuk memperbaiki sarana pendidikan," ujarnya.
Menurut Sofyan, revitalisasi sekolah merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam meningkatkan mutu pendidikan. Oleh sebab itu, pemerintah pusat perlu memastikan seluruh sekolah yang memenuhi kriteria dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi maupun pembangunan.
Ia berharap proses revitalisasi di SD Negeri 165745 dapat segera direalisasikan sehingga para siswa dan guru dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar dalam lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan representatif. Komisi X, lanjut Sofyan, akan terus mengawal berbagai usulan yang disampaikan daerah agar pelaksanaan program revitalisasi sekolah berjalan sesuai kebutuhan di lapangan dan benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik maupun tenaga pendidik. (eno/aha)