
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade memimpin kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, untuk melihat dari dekat Huntara dan warga penghuninya.|Foto: Husein/Karisma
PARLEMENTARIA, Aceh Tamiang — BUMN Karya yang mengerjakan hunian sementara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, agar membenahi kembali kerusakan-kerusakan yang terjadi. Ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup warga korban banjir yang kini menempati Huntara tersebut.
Demikian mengemuka saat delegasi Komisi VI DPR RI meninjau Huntara pada Rabu (22/7/2026). Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade yang memimpin kunjungan ke Aceh Tamiang ini, menyampaikan, struktur fisik Huntara sejauh ini masih berdiri kokoh dan mampu menampung seluruh pengungsi. Namun, Komisi VI menemukan sejumlah detail fisik yang membutuhkan pembenahan dan perbaikan segera.
"Memang harus ada yang kita perbaiki. Kami sudah meminta kepada seluruh direksi karya yang melakukan pembangunan Huntara mengecek kembali bangunan Huntaranya dan memperbaiki kualitasnya kalau ada kerusakan-kerusakan, supaya pengungsi tetap nyaman sambil menunggu hunian tetap dibangun oleh pemerintah," seru Andre.
Delegasi Komisi VI meninjau langsung Hutara di Aceh Tamiang ini, untuk melihat dari dekat kehidupan warga penghuni Hutara bersama para direksi BUMN Karya yang membidangi infrastruktur. Hadir pula dalam kunjungan tersebut Bupati Aceh Tamiang dan Wakil Gubernur Aceh. Ada 600 unit rumah sebagai hunian sementara yang dibangun di atas lahan seluas 5,3 hektare.
Andre sekali lagi berharap, para direksi BUMN Karya menyisir ulang seluruh bangunan Huntara. Bila ada kerusakan infrastruktur, perbaikan jadi keniscayaan untuk segera dilakukan sebelum warganya direlokasi ke hunian tetap yang pembangunannya membutuhkan waktu dua tahun. "Kami minta tadi kepada direksi karya untuk kembali mengecek huntara yang sudah dibangun dan kalau ada kerusakan diperbaiki, sehingga pengungsi tetap nyaman. (mh/aha)