E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Paripurna|Pajak|TNI|AIPA Caucus 2026|Anggaran|Penegakan Hukum|sekolah|geopolitik|AIPA|Hari Anak Nasional|RUU LLAJ|Sekolah Negeri|Ketua DPR
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 51%
Angin: 9 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Paripurna|Pajak|TNI|AIPA Caucus 2026|Anggaran|Penegakan Hukum|sekolah|geopolitik|AIPA|Hari Anak Nasional|RUU LLAJ|Sekolah Negeri|Ketua DPR
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 51%
Angin: 9 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Paripurna|Pajak|TNI|AIPA Caucus 2026|Anggaran|Penegakan Hukum|sekolah|geopolitik|AIPA|Hari Anak Nasional|RUU LLAJ|Sekolah Negeri|Ketua DPR
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 51%
Angin: 9 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Standar Eropa Kian Ketat, Komisi VII Benahi Arah Kawasan Industri

Diterbitkan
Rabu, 22 Jul 2026 08.13 WIB
Bagikan:
Standar Eropa Kian Ketat, Komisi VII Benahi Arah Kawasan Industri

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty saat memimpin kunjungan kerja lapangan Komisi VII DPR ke PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), Batang, Jawa Tengah.|Foto : Pun/Andri

PARLEMENTARIA, Batang - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menegaskan RUU Kawasan Industri tidak hanya dirancang menyelesaikan permasalahan jangka pendek melainkan regulasi yang adaptif dan siap menghadapi dinamika global puluhan tahun ke depan. Salah satu fokus utama RUU adalah kesiapan kawasan industri dalam menerapkan konsep industri hijau (green industry), prinsip keberlanjutan (sustainability), serta standar ramah lingkungan (eco-friendly).

 

"Sekarang kalau mau ekspor ke Eropa, aturan sustainability-nya sangat ketat. Regulasi ini disiapkan bukan untuk mempersulit pelaku usaha, tapi agar mereka memenuhi standar internasional sehingga tidak menghadapi hambatan saat melakukan ekspor," jelas Evita saat memimpin kunjungan kerja lapangan Komisi VII DPR ke PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), Batang, Jawa Tengah, Senin (20/7/2026).

Lihat Juga :

Kaji Ulang Aturan Kawasan Industri, Komisi VII DPR Bidik Solusi Hambatan Investasi

Kaji Ulang Aturan Kawasan Industri, Komisi VII DPR Bidik Solusi Hambatan Investasi

Komisi VI Dukung Kawasan Industri Terpadu Batang Pusat Pertumbuhan Industri Nasional

Komisi VI Dukung Kawasan Industri Terpadu Batang Pusat Pertumbuhan Industri Nasional

 

Lebih lanjut, Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu dalam kunjungan kerja ke PT KIW tersebut memberikan apresiasi atas pengelolaan fasilitas internal seperti ketersediaan air yang memadai dan keberadaan sistem pengolahan sampah mandiri. Meski demikian, ia memberikan beberapa catatan strategis diantaranya penurunan muka tanah. 

 

Mengingat, sorot Legislator Dapil Jateng III ini, lokasi kawasan yang berdekatan dengan area pemukiman padat Kota Semarang, pengelola diminta terus mengantisipasi penurunan level tanah (land subsidence) guna mencegah risiko banjir serta meminimalisir dampak limbah terhadap masyarakat sekitar.

 

Tak hanya itu, akses transportasi pekerja pun mendapat perhatian khusus dari Komisi VII DPR. “Pihak kawasan mengusulkan pembangunan stasiun atau terminal kereta api. Meski jalur kereta api sudah melintasi kawasan tersebut, belum ada stasiun pemberhentian untuk menampung mobilitas puluhan ribu pekerja. DPR bersama Kemenperin berkomitmen mendorong koordinasi lintas sektor dengan PT KAI guna merealisasikan fasilitas tersebut,” ungkapnya. 

 

Menutup wawancara, Evita saat menjawab pertanyaan wartawan terkait dampak konflik geopolitik di Timur Tengah terhadap dunia usaha mengakui adanya kendala pada rute logistik ekspor yang memicu kenaikan biaya transportasi dan memperpanjang waktu tempuh. Kendati demikian, ia optimistis para pelaku usaha nasional mampu mengantisipasinya.

 

"Kalau pengaruh pasti ada, biaya transportasi lebih besar dan waktu lebih panjang. Tapi pelaku usaha pasti punya jalan alternatif. Tentu kita semua berharap perang ini segera selesai agar dampak secara global tidak berkepanjangan," pungkas Evita. (pun/we) 

Berita terkait

Kaji Ulang Aturan Kawasan Industri, Komisi VII DPR Bidik Solusi Hambatan Investasi
Industri dan Pembangunan
Kaji Ulang Aturan Kawasan Industri, Komisi VII DPR Bidik Solusi Hambatan Investasi
Komisi VI Dukung Kawasan Industri Terpadu Batang Pusat Pertumbuhan Industri Nasional
Industri dan Pembangunan
Komisi VI Dukung Kawasan Industri Terpadu Batang Pusat Pertumbuhan Industri Nasional
Komisi VII Dorong Pembentukan Kawasan Industri Film Nasional
Industri dan Pembangunan
Komisi VII Dorong Pembentukan Kawasan Industri Film Nasional
Tags:#RUU Kawasan Industri
Sebelumnya

MKD Ingatkan Anggota DPR Bijak Bermedia Sosial: Hak Imunitas Bukan Bebas Tanpa Batas

Selanjutnya

Anggia Ermarini Pastikan Komisi VI DPR Kawal Perjanjian Dagang Indonesia-Kanada

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1033)
  • Industri dan Pembangunan(3595)
  • Isu Lainnya(1034)
  • Kesejahteraan Rakyat(3585)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4393)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
 AIPA

Link : https://ksap.dpr.go.id/

Instagram

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Paripurna|Pajak|TNI|AIPA Caucus 2026|Anggaran|Penegakan Hukum|sekolah|geopolitik|AIPA|Hari Anak Nasional|RUU LLAJ|Sekolah Negeri|Ketua DPR
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 51%
Angin: 9 km/h