E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 66%
Angin: 13 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 66%
Angin: 13 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 66%
Angin: 13 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Komisi VII Dorong Pembentukan Kawasan Industri Film Nasional

Diterbitkan
Rabu, 28 Jan 2026 19.19 WIB
Bagikan:
Komisi VII Dorong Pembentukan Kawasan Industri Film Nasional

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga dalam rapat Panja Komisi VII DPR RI bersama jajaran Eselon I Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), di Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

PARLEMENTARIA, Jakarta – Komisi VII DPR RI melalui Panitia Kerja (Panja) Kreativitas dan Distribusi Film Nasional mendorong pemerintah untuk mulai merancang pembentukan Kawasan Industri Film Nasional sebagai bagian dari penguatan ekosistem perfilman Indonesia. Dorongan tersebut mengemuka dalam rapat Panja Komisi VII DPR RI bersama jajaran Eselon I Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), di Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga yang memimpin rapat menilai, salah satu persoalan mendasar industri film nasional adalah belum tersedianya kawasan terpadu yang dapat mendukung proses produksi film secara efisien dan berkelanjutan. Menurut Lamhot, Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara lain yang telah memiliki kawasan industri film terintegrasi seperti Hollywood di Amerika Serikat atau Bollywood di India.

“Kita kan belum punya kawasan industri film nasional. Kalau ada kawasan seperti itu, orang bikin film tidak perlu ke mana-mana. Semua sudah tersedia di satu lokasi, mulai dari set istana, gerbong kereta, sampai fasilitas pendukung lain,” ujar Lamhot.

Ia menjelaskan, konsep kawasan industri film tidak sekadar menyediakan studio, tetapi juga menciptakan ekosistem lengkap yang memungkinkan pelaku industri menyewa fasilitas produksi secara terpusat. Dengan demikian, biaya produksi dapat ditekan dan proses kreatif menjadi lebih efisien. Kawasan tersebut, lanjut Lamhot, dapat dibangun oleh pemerintah maupun swasta, dengan skema kerja sama yang saling menguntungkan.

Gagasan ini dinilai relevan di tengah pertumbuhan industri film nasional yang terus menunjukkan tren positif. Data Lembaga Sensor Film (LSF) mencatat jumlah penonton film Indonesia pada 2023 mencapai lebih dari 54 juta orang, meningkat signifikan dibandingkan masa pandemi. Sementara itu, kontribusi subsektor film, animasi, dan video terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif juga terus menguat, seiring meningkatnya produksi dan distribusi film lokal.

Namun demikian, Lamhot menegaskan bahwa pembangunan kawasan industri film harus dibarengi dengan prinsip keadilan dan kompetisi yang sehat. Menurutnya, tanpa tata kelola yang adil, ekosistem perfilman justru berpotensi dikuasai oleh segelintir pihak.

“Kuncinya adalah keadilan. Hanya dengan kompetisi yang sehat ekosistem perfilman kita bisa tumbuh dan berkembang. Kalau ekosistemnya sehat, pada akhirnya film bisa menjadi instrumen ekonomi baru,” kata Lamhot.

Ia juga menyinggung potensi besar industri kreatif global, dengan mencontohkan Jepang yang berhasil menjadikan anime sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut Lamhot, Indonesia sebenarnya memiliki kekayaan cerita dan sumber daya kreatif yang tidak kalah, namun masih membutuhkan strategi jangka panjang dan infrastruktur yang memadai.

“Kita belum bicara soal animasi dan potensi seperti anime di Jepang yang luar biasa. Ini perjalanan panjang, tapi harus mulai kita pikirkan dari sekarang,” ujarnya.

Komisi VII memastikan Panja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional akan terus mendalami berbagai persoalan struktural industri film, termasuk distribusi, pembiayaan, dan penguatan talenta kreatif. DPR berharap, melalui kolaborasi dengan Kemenekraf, industri film nasional dapat tumbuh lebih kompetitif dan berkontribusi nyata sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. •ssb/aha

Berita terkait

Standar Eropa Kian Ketat, Komisi VII Benahi Arah Kawasan Industri
Industri dan Pembangunan
Standar Eropa Kian Ketat, Komisi VII Benahi Arah Kawasan Industri
Kaji Ulang Aturan Kawasan Industri, Komisi VII DPR Bidik Solusi Hambatan Investasi
Industri dan Pembangunan
Kaji Ulang Aturan Kawasan Industri, Komisi VII DPR Bidik Solusi Hambatan Investasi
Komisi VII Dukung Pertumbuhan Industri Film Berbasis Komunitas Masyarakat
Industri dan Pembangunan
Komisi VII Dukung Pertumbuhan Industri Film Berbasis Komunitas Masyarakat
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi VII
Sebelumnya

Komisi VII Apresiasi Kinerja Kemenperin, Dukung Program Prioritas Industri 2026

Selanjutnya

Meitri Dukung Optimalisasi Blok Cepu, Desak Evaluasi Total Insiden Rokan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1056)
  • Industri dan Pembangunan(3703)
  • Isu Lainnya(1053)
  • Kesejahteraan Rakyat(3704)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4586)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 66%
Angin: 13 km/h