E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Berita DPR|Baleg|Komisi VIII|RUU Reforma Agraria|Komisi V|Komisi XII|Komisi IX|Komisi XI|Komisi X|Pansus|Komisi I|Komisi III|BKSAP
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 38°C
Lembab: 66%
Angin: 7 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Berita DPR|Baleg|Komisi VIII|RUU Reforma Agraria|Komisi V|Komisi XII|Komisi IX|Komisi XI|Komisi X|Pansus|Komisi I|Komisi III|BKSAP
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 38°C
Lembab: 66%
Angin: 7 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Berita DPR|Baleg|Komisi VIII|RUU Reforma Agraria|Komisi V|Komisi XII|Komisi IX|Komisi XI|Komisi X|Pansus|Komisi I|Komisi III|BKSAP
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 38°C
Lembab: 66%
Angin: 7 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Komisi VII Dorong Kemudahan Sertifikasi SNI bagi Industri Menengah dan Kecil

Diterbitkan
Jumat, 18 Sep 2026 10.13 WIB
Bagikan:
Komisi VII Dorong Kemudahan Sertifikasi SNI bagi Industri Menengah dan Kecil

Wakil Ketua Komisi VII Chusnunia Chalim dalam Kunjungan Kerja Spesifik ke Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) PT Sucofindo Cabang Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (18/9/2026). |Foto: Bita/sai

PARLEMENTARIA, Balikpapan – Komisi VII DPR RI mendorong kemudahan akses sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI), khususnya bagi industri menengah dan kecil. Kemudahan tersebut dinilai penting agar biaya sertifikasi tidak menjadi beban yang menghambat daya saing pelaku usaha.

 

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Komisi VII DPR RI dalam Kunjungan Kerja Spesifik ke Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) PT Sucofindo Cabang Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (18/9/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan Komisi VII terhadap penerapan SNI, kesiapan infrastruktur pengujian mutu, serta upaya memperkuat daya saing industri nasional.

Lihat Juga :

Apresiasi Revitalisasi TMII, Komisi VII Dorong Penguatan Ekosistem Pariwisata dan UMKM

Apresiasi Revitalisasi TMII, Komisi VII Dorong Penguatan Ekosistem Pariwisata dan UMKM

Fathi: Bea Cukai Perlu Utamakan Sosialisasi Cukai Bagi Industri Rokok Kecil

Fathi: Bea Cukai Perlu Utamakan Sosialisasi Cukai Bagi Industri Rokok Kecil

 

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mengatakan, aspek pembiayaan sertifikasi menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian, terutama bagi industri menengah dan kecil.

 

“Kalau untuk industri besar, mau tidak mau, karena ini merupakan pertaruhan bagi keberlangsungan industrinya. Tetapi tidak demikian bagi industri menengah dan kecil. Mereka sering kali dilematis terkait dengan additional budget,” ujar Chusnunia.

 

Menurutnya, pelaku usaha menengah dan kecil harus memperhitungkan tambahan biaya yang muncul dalam proses sertifikasi. Kondisi tersebut dapat berdampak terhadap harga produk sehingga berpotensi memengaruhi daya saing di pasar.

 

“Ketika melakukan sertifikasi, mereka sudah memikirkan bahwa ini merupakan tambahan budget yang bisa membuat harga naik. Kalau harga naik, produk menjadi tidak kompetitif dan sebagainya. Hal tersebut sering kali akhirnya menjadi faktor untuk mengesampingkan daya saing,” jelasnya.

 

Padahal, Chusnunia menilai, penerapan standar pada produk justru dapat membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar. Karena itu, kemudahan sertifikasi perlu berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya standardisasi.

 

“Kalau produk kita terstandar, market share-nya sebenarnya bisa bertumbuh,” katanya.

 

Selain persoalan biaya, Chusnunia menyoroti pentingnya memperluas akses terhadap laboratorium pengujian. Menurutnya, ketersediaan laboratorium yang memadai di berbagai daerah menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran proses sertifikasi.

 

“Yang kedua yang harus kita lakukan bersama adalah terkait dengan akses yang lebih luas lagi. Artinya, laboratorium juga harus kita dorong lebih banyak lagi,” ujarnya.

 

Ia memahami bahwa pengembangan laboratorium pengujian juga menghadapi tantangan, terutama berkaitan dengan kebutuhan investasi dan kepastian pemanfaatan peralatan.

 

“Teman-teman dari laboratorium sendiri juga punya pertaruhan. Turnaround dalam bisnisnya sekitar empat tahun. Belum lagi kadang-kadang terjadi uncertainty ketika sudah ada peralatan tetapi tidak terpakai. Itu menjadi persoalan tersendiri,” ungkapnya.

 

Karena itu, Chusnunia mendorong kolaborasi antara pemerintah, LPK, laboratorium, dan pelaku usaha untuk memperkuat layanan pengujian. Menurutnya, sinergi antarpemangku kepentingan diperlukan agar akses terhadap layanan pengujian dapat semakin luas, khususnya bagi UMKM.

 

Ia juga mengapresiasi dukungan PT Sucofindo terhadap UMKM melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), termasuk dalam membantu meringankan biaya pengujian laboratorium.

 

“Ini mungkin bisa dimaksimalkan lagi. Di luar itu, kita juga berharap sinergi semua pihak yang melakukan pelayanan laboratorium uji agar bisa gotong royong, khususnya untuk UMKM,” katanya.

 

Chusnunia turut memberikan perhatian khusus terhadap industri menengah yang dinilainya memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, industri menengah memiliki jumlah tenaga kerja yang lebih besar dibandingkan usaha mikro, sekaligus memiliki kapasitas untuk mengembangkan produksi.

 

“Saya secara spesifik memang memberikan perhatian untuk yang masuk kategori menengah. Karena menengah ini punya karakter, karyawannya sudah lumayan banyak dibandingkan yang mikro. Mikro rata-rata sendiri ataupun punya satu-dua karyawan. Nah, kalau yang menengah ini punya korelasi positif terhadap pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

 

Ia menambahkan, kapasitas produksi industri menengah berpotensi terus dikembangkan apabila didukung penerapan standar yang memadai. Dengan demikian, penguatan standardisasi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan persyaratan produk, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan daya saing industri.

 

“Produksinya bisa diperbesar, apalagi kalau dia punya standar. Jadi, kita butuh atensi, khususnya untuk industri menengah,” pungkasnya. (bit/ssb)

Berita terkait

Apresiasi Revitalisasi TMII, Komisi VII Dorong Penguatan Ekosistem Pariwisata dan UMKM
Industri dan Pembangunan
Apresiasi Revitalisasi TMII, Komisi VII Dorong Penguatan Ekosistem Pariwisata dan UMKM
Fathi: Bea Cukai Perlu Utamakan Sosialisasi Cukai Bagi Industri Rokok Kecil
Ekonomi dan Keuangan
Fathi: Bea Cukai Perlu Utamakan Sosialisasi Cukai Bagi Industri Rokok Kecil
Usulan RUU Kawasan Industri, Hendry Munief: Wajib Ada Pembinaan IKM dan UMKM
Industri dan Pembangunan
Usulan RUU Kawasan Industri, Hendry Munief: Wajib Ada Pembinaan IKM dan UMKM
Tags:#Komisi VII#SNI#Berita DPR#Chusnunia Chalim
Sebelumnya

Tinjau Sarpras Transportasi di Sulsel, Komisi V Tekankan Penegakan SOP dan Keselamatan

Selanjutnya

Pansus DPR Dorong RUU Hukum Perdata Internasional Lebih Komprehensif

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1187)
  • Industri dan Pembangunan(4053)
  • Isu Lainnya(1088)
  • Kesejahteraan Rakyat(4068)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4938)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi VIII#Komisi IV#Komisi IX#BKSAP#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Laporan Kinerja DPR RI Tahun Sidang 2025-2026 DPR RI Berdampak : Wujudkan Daulat Rakyat Melalui Parlemen Modern, Demokratis, dan Responsif

Full Akses : https://anyflip.com/fhwbw/tjuv

Parlemen Remaja 2026
HUT DPR RI Ke-81
Majalah Parlementaria Edisi 259

Link: https://online.anyflip.com/fhwbw/eljp/mobile/index.html

Magang PPID Setjen DPR RI

Link: https://magang.dpr.go.id/register?lowongan=84

Turut berduka cita atas musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).

Turut berduka cita atas musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).

Lomba Orasi Bintang Orator
Lomba Orasi Bintang Orator
Lomba Orasi Bintang Orator

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Berita DPR|Baleg|Komisi VIII|RUU Reforma Agraria|Komisi V|Komisi XII|Komisi IX|Komisi XI|Komisi X|Pansus|Komisi I|Komisi III|BKSAP
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 38°C
Lembab: 66%
Angin: 7 km/h