
Anggota DPR RI Maruli Siahaan, saat menghadiri kegiatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila Tahun 2026 yang diselenggarakan di Warkop Baba Kupie, Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.|Foto: Blf/Karisma
PARLEMENTARIA, Deli Serdang – Anggota DPR RI Maruli Siahaan menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap gotong royong, toleransi, kepedulian sosial, persatuan, dan penghormatan terhadap sesama. Menurutnya, Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi harus menjadi pedoman dalam bertindak di tengah masyarakat.
Hal itu ia sampaikan saat menghadiri kegiatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila Tahun 2026 yang diselenggarakan di Warkop Baba Kupie, Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (4/7/2026) lalu. Kegiatan ini diikuti sekitar 350 peserta yang berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, pemuda, serta kader Partai Golkar dari sejumlah wilayah di Kabupaten Deli Serdang.
“Pancasila harus hadir dalam sikap dan perbuatan kita. Ketika masyarakat saling membantu, menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, dan mengutamakan kepentingan bersama, di situlah nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup,” ujar Maruli melalui rilis yang disampaikan kepada Parlementaria di Jakarta, Senin (6/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, legislator dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara I itu juga menekankan pentingnya peran relawan sebagai penggerak kebajikan di tengah masyarakat. Pasalnya, relawan tidak hanya bertugas menyosialisasikan nilai-nilai Pancasila, tetapi juga harus menjadi teladan dalam membangun solidaritas sosial, memperkuat persatuan, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta mencegah berkembangnya intoleransi dan perpecahan.
Terakhir, Maruli berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan agen-agen perubahan yang dapat mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga, organisasi kemasyarakatan, komunitas, maupun tempat tinggal masing-masing. “Gerakan Kebajikan Pancasila harus menjadi gerakan bersama. Kita ingin Pancasila dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, serta penguatan persaudaraan dan kebersamaan,” tegas Anggota Komisi XIII itu. (blf/um)
Sebagai informasi, kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni akademisi bidang politik dan tata negara Dr. Fernanda Putra Adela, akademisi bidang ekonomi kerakyatan Dr. Hosianna Ayu Hidayati, serta Kepala Biro Hukum dan Organisasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Edi Subowo. Diskusi dipandu oleh akademisi Putri Evi Ovianti Batubara selaku moderator.
Dalam sesi diskusi, para narasumber memaparkan berbagai perspektif mengenai penguatan ideologi Pancasila, tantangan politik dan ketatanegaraan, pembangunan ekonomi kerakyatan, hingga pentingnya kebijakan publik yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk berdialog secara interaktif mengenai berbagai persoalan yang dihadapi dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di lingkungan masing-masing.
Melalui kegiatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila Tahun 2026, diharapkan terbangun kolaborasi antara pemerintah, akademisi, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen bangsa dalam memperkuat persatuan serta menghadirkan nilai-nilai Pancasila melalui aksi nyata yang bermanfaat dan berkelanjutan. (blf/um)