Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda saat memimpin kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI ke Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Jawa Barat.|Foto: SKR/Mahendra
PARLEMENTARIA, Bandung — Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sarana dan prasarana transportasi darat guna mewujudkan sistem transportasi publik yang aman, nyaman, dan terintegrasi. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI ke Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Jawa Barat.
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan DPR terhadap pelaksanaan program pembangunan dan modernisasi terminal bus yang dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan, khususnya melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.
Dalam sambutannya, Syaiful Huda mengatakan bahwa Komisi V DPR RI bersama Kementerian Perhubungan selama ini terus memberikan dukungan terhadap pembangunan dan peningkatan infrastruktur transportasi di berbagai daerah, termasuk modernisasi terminal bus sebagai simpul konektivitas antardesa, antarkecamatan, antarkota, hingga antarprovinsi.
"Terminal Leuwipanjang memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat Jawa Barat. Karena itu, kami ingin memastikan pembangunan dan modernisasi fasilitas yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya, di ke Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, pembangunan terminal tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa fasilitas dasar seperti ruang tunggu yang nyaman, pusat informasi, loket, tempat ibadah, toilet, hingga area usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM) harus tersedia dengan baik.
Selain peningkatan infrastruktur, Komisi V DPR RI juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia yang bertugas di terminal, terutama dalam memberikan pelayanan, menjaga keamanan, serta menciptakan kenyamanan bagi pengguna jasa transportasi.
Syaiful Huda juga menilai akses menuju dan dari terminal harus semakin mudah dijangkau melalui integrasi dengan moda transportasi lainnya sehingga dapat mendorong masyarakat beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan umum.
"Tujuan kita adalah menciptakan sistem transportasi darat yang terintegrasi, aman, selamat, dan nyaman sehingga masyarakat semakin tertarik menggunakan transportasi umum," katanya.
Ia menambahkan, modernisasi terminal diharapkan mampu mengubah citra terminal yang selama ini identik dengan kondisi kumuh, semrawut, dan kurang aman menjadi fasilitas publik modern yang memiliki standar pelayanan layaknya bandara maupun pusat perbelanjaan.
Komisi V juga meminta pemerintah terus melakukan pembenahan terhadap berbagai aspek pelayanan di Terminal Leuwipanjang, mulai dari sistem tiket, sanitasi, kebersihan, kepatuhan terhadap regulasi, pengaturan lalu lintas di sekitar terminal, hingga penataan area UKM.
Aspek keamanan turut menjadi perhatian utama. Pengelola terminal diminta bertindak tegas dalam mencegah tindak kriminal, khususnya pencurian dan pencopetan yang masih menjadi keluhan sebagian pengguna terminal.
"Kami berharap pengelola mampu menciptakan rasa aman sehingga masyarakat merasa nyaman menggunakan transportasi bus," ucap Syaiful Huda.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kebutuhan terhadap transportasi publik terus meningkat setiap tahun seiring bertambahnya mobilitas masyarakat untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, pariwisata, maupun budaya. Oleh karena itu, pembangunan dan peningkatan kualitas sarana transportasi darat dinilai menjadi langkah penting dalam mendorong peralihan penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum sekaligus membantu mengurangi kemacetan, khususnya di kawasan metropolitan Bandung.
Melalui kunjungan kerja spesifik tersebut, Komisi V berharap modernisasi Terminal Leuwipanjang dapat menjadi salah satu contoh pengembangan terminal yang tidak hanya memenuhi standar infrastruktur, tetapi juga mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas, aman, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (skr/aha)