E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Garut|Komisi XIII|Komisi IX|industri|literasi|BPJS Ketenagakerjaan|RUU Masyarakat Adat|SDM|Hukum|sekolah|pengangguran|pertumbuhan ekonomi|Penerbangan
Jakarta:
Sebagian Cerah
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 70%
Angin: 12 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Garut|Komisi XIII|Komisi IX|industri|literasi|BPJS Ketenagakerjaan|RUU Masyarakat Adat|SDM|Hukum|sekolah|pengangguran|pertumbuhan ekonomi|Penerbangan
Jakarta:
Sebagian Cerah
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 70%
Angin: 12 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Garut|Komisi XIII|Komisi IX|industri|literasi|BPJS Ketenagakerjaan|RUU Masyarakat Adat|SDM|Hukum|sekolah|pengangguran|pertumbuhan ekonomi|Penerbangan
Jakarta:
Sebagian Cerah
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 70%
Angin: 12 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Dalami Akar Masalah Karhutla, Robert Kardinal: Jangan Langsung Salahkan Masyarakat

Diterbitkan
Minggu, 5 Jul 2026 17.17 WIB
Bagikan:
Dalami Akar Masalah Karhutla, Robert Kardinal: Jangan Langsung Salahkan Masyarakat

Anggota Komisi IV DPR RI, Robert Joppy Kardinal saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV ke BBKSDA Provinsi Riau.|Foto: Farhan/Mahendra

PARLEMENTARIA, Pekanbaru - Anggota Komisi IV DPR RI, Robert Joppy Kardinal, menegaskan bahwa Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV kali ini difokuskan untuk melihat secara langsung upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk berbagai persoalan yang menjadi pemicu terjadinya kebakaran di wilayah tersebut.

 

Legislator Dapil Papua Barat Daya ini pun menegaskan bahwa Komisi IV pun tidak ingin terburu-buru menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya, selama ini masyarakat kerap menjadi pihak yang disalahkan, padahal persoalan karhutla memiliki akar permasalahan yang jauh lebih kompleks.

Lihat Juga :

Panja Pembiayaan Pendidikan Cari Akar Masalah Tingginya Biaya Pendidikan

Panja Pembiayaan Pendidikan Cari Akar Masalah Tingginya Biaya Pendidikan

Rikwanto Dorong KPK Kaji Akar Masalah Korupsi untuk Perkuat Pencegahan

Rikwanto Dorong KPK Kaji Akar Masalah Korupsi untuk Perkuat Pencegahan

 

"Kita tidak menuduh siapa-siapa di sini. Selain masyarakat yang selama ini selalu dituduh membakar lahan, mungkin juga ada pihak yang membayar. Karena itu persoalan ini harus dilihat secara menyeluruh," ujarnya saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV ke BBKSDA Provinsi Riau, Jumat (3/7/2026).

 

Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan berbagai laporan yang diterima Komisi IV di Jakarta, persoalan klaim kepemilikan lahan masih menjadi salah satu persoalan besar di Provinsi Riau. Berbagai pihak mengklaim memiliki hak atas suatu kawasan, baik melalui hak ulayat maupun hak adat.

 

"Ada yang mengaku dengan pemilik hak ulayat, adat, segala macam. Sebenarnya kalau undang-undang untuk tentang hak adat itu sudah di ratifikasi oleh internasional dan Indonesia mengakui itu. Kalau memang itu di sini ada adat yang punya lahan ya memang mesti punya mereka," ucapnya.

 

Selain menyoroti persoalan tata kelola lahan, Robert juga mengingatkan pentingnya mengantisipasi potensi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan akibat fenomena El Nino. Namun demikian, ia menilai perhatian juga harus difokuskan pada praktik pembakaran lahan yang dilakukan oleh oknum masyarakat, baik dalam skala kecil maupun yang berpotensi menimbulkan kebakaran lebih luas.

 

Di sisi lain, Politisi Fraksi Golkar tersebut juga mengapresiasi langkah perusahaan-perusahaan yang telah mulai memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari upaya pencegahan karhutla.

 

"Sudah dijelaskan bahwa perusahaan-perusahaan ini sudah menyiapkan CCTV dan segala macam untuk antisipasi ini semua, saya pikir memang teknologi sudah mulai canggih kita mesti bisa mengatasi ini dengan cara teknologi," terang Robert.

 

Meski demikian, Robert menilai kondisi sarana dan prasarana pemadaman kebakaran di lapangan masih memerlukan perhatian serius. Berdasarkan hasil peninjauan, ia melihat peralatan yang digunakan petugas masih sangat terbatas, terutama pompa air yang dinilai belum memadai untuk menjangkau lokasi kebakaran yang jauh dari sumber air.

 

"Ini hal ini paling sangat menyedihkan, karena peralatannya itu pompa-pompa air itu kalau misalnya tidak ada debit air dekat kebakaran, dari mana kalau pompanya kecil-kecil itu, kalau misalnya 500 meter atau 1 kilo baru dapat air tentu tidak bisa melakukan pemadaman api tersebut," ungkapnya.

 

Selain peningkatan sarana dan prasarana, ia juga mendorong adanya perlindungan yang lebih baik bagi para petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya, petugas yang bekerja di lapangan menghadapi risiko kecelakaan kerja yang tinggi sehingga perlu mendapatkan jaminan perlindungan melalui skema asuransi khusus. (mfn/we)

Berita terkait

Panja Pembiayaan Pendidikan Cari Akar Masalah Tingginya Biaya Pendidikan
Kesejahteraan Rakyat
Panja Pembiayaan Pendidikan Cari Akar Masalah Tingginya Biaya Pendidikan
Rikwanto Dorong KPK Kaji Akar Masalah Korupsi untuk Perkuat Pencegahan
Politik dan Keamanan
Rikwanto Dorong KPK Kaji Akar Masalah Korupsi untuk Perkuat Pencegahan
BKSAP DPR RI Dorong IPU Fokus Tangani Akar Masalah Konflik di Dunia
Populer
BKSAP DPR RI Dorong IPU Fokus Tangani Akar Masalah Konflik di Dunia
Tags:#karhutla
Sebelumnya

Legislator Ajak Masyarakat Dukung Sensus Ekonomi 2026, Demi Kebijakan Tepat Sasaran

Selanjutnya

Naikan Pagu KKP, Titiek Soeharto: Nelayan hingga Budidaya Ikan Harus Jadi Prioritas

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1053)
  • Industri dan Pembangunan(3681)
  • Isu Lainnya(1045)
  • Kesejahteraan Rakyat(3685)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4547)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

KELAS PARLEMEN

🚀 Halo Sobat Parlemen, Kelas Parlemen resmi dimulai! Kelas Parlemen mengajak kamu memahami bagaimana parlemen berperan dalam menjaga ruang digital di tengah perkembangan teknologi dan algoritma. 🎙️ Beyond the FYP: Peran Parlemen Menjaga Ruang Digital di Tengah Bias dan Jebakan Algoritma 📅 Jumat, 7 Agustus 2026 🕙 10.00 WIB – selesai 💻 Zoom Meeting 🎤 Narasumber: * Amelia Anggraini, S.I.Kom – Anggota Komisi I DPR RI * Dr. Suko Widodo, Drs., M.Si. – Dosen FISIP Universitas Airlangga ✨ Fasilitas peserta: ✔️ e-Sertifikat ✔️ Berbagai hadiah menarik 📌 Daftar sekarang melalui tautan berikut: https://s.dpr.go.id/KELASPARLEMEN Jadilah bagian dari Kelas Parlemen dan ikut berdiskusi mengenai isu digita

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Garut|Komisi XIII|Komisi IX|industri|literasi|BPJS Ketenagakerjaan|RUU Masyarakat Adat|SDM|Hukum|sekolah|pengangguran|pertumbuhan ekonomi|Penerbangan
Jakarta:
Sebagian Cerah
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 70%
Angin: 12 km/h