
Ketua GKSB DPR RI untuk Turki Totok Daryanto foto bersama usai pertemuan delegasi Parlemen Turki dengan Pimpinan dan Anggota Komisi VIII DPR RI di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta.|Foto : Ariefman/Andri
PARLEMENTARIA, Jakarta – Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI untuk Turki Totok Daryanto menegaskan diplomasi parlemen berperan penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Turki. Melalui kunjungan delegasi Parlemen Turki ke DPR RI, GKSB terus mendorong penguatan kerja sama di berbagai bidang sebagai pelengkap hubungan antarpemerintah.
"Jadi GKSB ini tugas utamanya adalah mempererat hubungan parlemen di antara berbagai negara. Jadi kami selalu menjadi lapis kedua dan mencoba untuk memperkuat," ujar Totok kepada Parlementaria usai pertemuan delegasi Parlemen Turki dengan Pimpinan dan Anggota Komisi VIII DPR RI di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Menurut Totok, hubungan Indonesia dan Turki selama ini telah berkembang positif. Selain intensitas kunjungan kedua kepala negara, kedua negara juga telah menjalin berbagai kerja sama strategis.
"Jadi dengan Turki ini hubungan kita sudah cukup baik. Presiden sudah berkunjung ke Turki, Turki juga sudah berkunjung ke Indonesia. Ada kerja sama di bidang militer, di bidang ekonomi dan lain sebagainya," jelasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, apabila terdapat hambatan dalam hubungan antarpemerintah, ia menegaskan bahwa GKSB berupaya membuka berbagai terobosan melalui jalur diplomasi parlemen. Adapun jika hubungan bilateral telah terjalin dengan baik, maka GKSB akan terus memperkuat kemitraan tersebut.
Ia menambahkan, kunjungan delegasi Parlemen Turki yang bertemu dengan Komisi VIII DPR RI menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antarlembaga legislatif. Melalui diplomasi parlemen tersebut, lanjutnya, GKSB berharap kerja sama Indonesia dan Turki terus berkembang di berbagai sektor.
"Karena itu dengan senang hati ketika rombongan parlemen Turki datang ke Indonesia, Ketemu dengan Komisi VIII, ini sesuai dengan bidang perempuan yang menjadi perhatian dari rombongan dari Turki. Harapannya tentu untuk kepentingan Indonesia, memajukan ekonomi kita, memajukan pendidikan kita, budaya kita dan lain sebagainya. Dan bersama-sama dengan negara sahabat seperti Turki," pungkasnya.
Senada dengan itu, Ketua Komisi Kesetaraan Peluang bagi Perempuan dan Laki-laki Parlemen Turki, Çiğdem Erdoğan, mengatakan hubungan baik yang telah terjalin antara Indonesia dan Turki perlu terus diperkuat melalui kerja sama antarlembaga parlemen.
"Hari ini kami di sini, ini karena persaudaraan yang ada antara dua negara, dua presiden, kami juga mau antar dua parlemen meningkatkan persaudaraan kita," ujarnya.
Menurutnya, penguatan hubungan tersebut akan diwujudkan melalui kerja sama yang lebih konkret, khususnya di bidang pemberdayaan perempuan, pendidikan, kesehatan, serta perlindungan perempuan dan anak.
"Setelah ini kami akan membuat langkah konkret untuk ke depannya guna meningkatkan hubungan kerja sama dengan Indonesia," tutupnya. (hal/rdn)