Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Eko Hendro Purnomo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Perum Perumnas di Senayan, Jakarta.|Foto : Farhan/Alma
PARLEMENTARIA, Jakarta — Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Eko Hendro Purnomo mendorong Perum Perumnas melakukan transformasi menyeluruh melalui penguatan branding baru perusahaan. Menurutnya, perubahan yang dilakukan tidak cukup sebatas identitas visual, tetapi harus mencerminkan semangat baru dalam membangun perusahaan agar lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda.
"Di-branding ini jadul banget nama Perum Perumnas. Saya masih kecil udah dengar Perum Perumnas. Buat saya mendingan itu diubah. Perubahan itu bukan sekedar logo, tapi ada semangat kebersamaan, semangat membangun, ada kemajuan di dalamnya," ujar Eko dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Perum Perumnas di Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Eko menilai pemaparan perusahaan masih bersifat konseptual dan perlu diperkuat dengan target yang lebih terukur. Oleh karenanya pihaknya memberikan masukan agar Perumnas mulai membangun citra baru sebagai BUMN perumahan yang lebih modern dan relevan dengan perkembangan zaman.
Politisi Fraksi PAN tersebut berharap Perumnas dapat belajar dari transformasi yang berhasil dilakukan sejumlah BUMN lain yang mampu mengubah persepsi publik terhadap perusahaan. PT KAI misalnya, dimana BUMN tersebut saat ini mampu menjelma sesuatu yang menarik. Begitu juga dengan BRI (bank rakyat Indonesia). "Bank BRI sering disebut bank desa, bank jadul. Tapi sekarang ada di peringkat kedua setelah Bank Mandiri, dan di atas Bank BCA. Ibu belajar di situ,"tegasnya.
Eko menekankan bahwa proses transformasi harus diawali dengan penentuan arah bisnis yang jelas, termasuk segmentasi pasar yang ingin dituju, juga menyederhanakan organisasi, kemudahan pembiayaan, serta optimalisasi jaringan BUMN, khususnya Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), untuk memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah.
"Pola-pola yang harus dilihat adalah pertama fokus, ini Perum Perumnas mau dibawa kemana, targetnya mau dibawa kemana, masyarakat bawah kah, masyarakat middle up atau middle, pendapatan yang berapa dan sebagainya. Lalu udah mulai transformasi, organisasi yang terlalu birokratis dipotong. Pembiayaan yang simpel, lalu akses yang mudah," tegasnya.
Lebih lanjut, Eko menilai Perumnas juga perlu menghadirkan inovasi produk yang sesuai dengan gaya hidup generasi muda sebagai pasar potensial sektor perumahan. Menurutnya, konsep hunian yang modern, terjangkau, memiliki akses transportasi yang baik, ruang terbuka, hingga fasilitas olahraga akan lebih diminati dibanding konsep-konsep lama.
"Kalau sudah bicara Perumnas, ah enggak ah, barangnya pasti udah kebaca. Nah ibu ubah itu. Ada inovasi buat Gen Z, akses transportasi yang mudah, lalu lifestyle anak muda sekarang beda. Ada track untuk jalan pagi, tempat fitness dan sebagainya. Dan yang terakhir adalah fleksibel dalam pembiayaan. Itu saran saya,”paparnya. (ayu/we)