E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
SPMB|RUU HPI|PTN|Perguruan Tinggi|RAPBN 2027|Kesehatan|PHK|Ekonomi|Bencana|Kopdes Merah Putih|Anggaran|TNI|RUU Kawasan Industri
Jakarta:
Berawan sebagian
26°C
Terasa: 30°C
Lembab: 71%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
SPMB|RUU HPI|PTN|Perguruan Tinggi|RAPBN 2027|Kesehatan|PHK|Ekonomi|Bencana|Kopdes Merah Putih|Anggaran|TNI|RUU Kawasan Industri
Jakarta:
Berawan sebagian
26°C
Terasa: 30°C
Lembab: 71%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
SPMB|RUU HPI|PTN|Perguruan Tinggi|RAPBN 2027|Kesehatan|PHK|Ekonomi|Bencana|Kopdes Merah Putih|Anggaran|TNI|RUU Kawasan Industri
Jakarta:
Berawan sebagian
26°C
Terasa: 30°C
Lembab: 71%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Kasus Dokter di NTT Jadi Alarm Penting Perlindungan Tenaga Kesehatan

Diterbitkan
Rabu, 1 Jul 2026 23.11 WIB
Bagikan:
Kasus Dokter di NTT Jadi Alarm Penting Perlindungan Tenaga Kesehatan

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher, saat ditemui Parlementaria di Jakarta.|Foto: Yohanes/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher menegaskan perlindungan terhadap tenaga kesehatan harus diperkuat, menanggapi meninggalnya seorang dokter muda di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga mengalami tekanan psikologis setelah insiden saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD).


Menurutnya, kasus tersebut menjadi pengingat bahwa tenaga kesehatan membutuhkan lingkungan kerja yang aman, bebas dari intimidasi, serta didukung layanan kesehatan jiwa yang memadai. 


Netty menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dr. Eliza Princila atau dr. Icha dan berharap proses penyelidikan dapat berjalan secara objektif sehingga penyebab peristiwa tersebut dapat terungkap secara jelas.

Lihat Juga :

Kasus TBC di Lapas dan Rutan Jadi Alarm Perbaikan Layanan Kesehatan Warga Binaan

Kasus TBC di Lapas dan Rutan Jadi Alarm Perbaikan Layanan Kesehatan Warga Binaan

Edy Wuryanto Dorong Penguatan Perlindungan Tenaga Kesehatan Usai Wafatnya dr. Eliza

Edy Wuryanto Dorong Penguatan Perlindungan Tenaga Kesehatan Usai Wafatnya dr. Eliza


“Pertama-tama saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhumah. Kita semua berharap proses penyelidikan dapat berjalan secara objektif sehingga penyebab peristiwa ini menjadi terang," ujarnya kepada Parlementaria di Jakarta, Rabu (1/7/2026).


Menurut Netty, terlepas dari proses hukum yang masih berlangsung, peristiwa tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan terhadap tenaga kesehatan yang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan dokter dan tenaga kesehatan bekerja berdasarkan standar profesi dan pertimbangan medis sehingga harus terbebas dari segala bentuk intimidasi maupun intervensi saat memberikan pelayanan.


"Tenaga kesehatan membutuhkan lingkungan kerja yang aman agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Tidak boleh ada tindakan yang membuat mereka merasa tertekan dalam menjalankan profesinya," tegas politisi PKS tersebut. 


Netty menilai perlindungan terhadap tenaga kesehatan tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik dan hukum, tetapi juga kesehatan jiwa. Menurutnya, beban kerja yang tinggi dan tekanan emosional yang dihadapi tenaga kesehatan harus direspons melalui sistem dukungan yang lebih kuat.


"Kesehatan mental tenaga kesehatan harus menjadi perhatian serius. Mereka menghadapi beban kerja tinggi, tekanan emosional, bahkan dalam situasi tertentu berhadapan dengan konflik di lapangan. Negara harus memastikan mereka mendapatkan perlindungan yang memadai," jelasnya.


Ia mengungkapkan isu perlindungan tenaga kesehatan juga telah menjadi perhatian Komisi IX DPR RI dalam rapat kerja bersama Menteri Kesehatan. Salah satu dorongan yang disampaikan Komisi IX adalah perlunya skrining kesehatan jiwa secara berkala sebagai langkah deteksi dini terhadap masalah kesehatan mental tenaga kesehatan dan tenaga medis.


"Kami mendorong Kementerian Kesehatan segera melakukan skrining kesehatan jiwa secara berkala sebagai upaya deteksi dini terhadap masalah kesehatan mental tenaga kesehatan dan tenaga medis. Jangan menunggu setelah terjadi tragedi baru kita bertindak," ujarnya.


Selain itu, Netty meminta Kementerian Kesehatan menyusun program dukungan psikologis yang komprehensif bagi tenaga kesehatan, tenaga medis, serta peserta pendidikan klinis, termasuk peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan dokter residen, terutama yang bertugas di unit-unit dengan tingkat tekanan tinggi seperti IGD, ICU, lokasi bencana, maupun daerah konflik.


"Mereka adalah garda terdepan pelayanan kesehatan yang setiap hari menghadapi tekanan luar biasa. Negara wajib memastikan mereka memiliki sistem dukungan yang kuat, baik dari sisi kesehatan mental maupun perlindungan saat menjalankan tugas," katanya.


Lebih lanjut, Netty juga meminta setiap rumah sakit memiliki mekanisme perlindungan yang jelas terhadap tenaga kesehatan apabila menghadapi intimidasi, ancaman, maupun konflik saat memberikan pelayanan kepada pasien.


"Rumah sakit tidak boleh membiarkan tenaga kesehatannya menghadapi tekanan seorang diri. Harus ada sistem perlindungan, pendampingan, dan pelaporan yang jelas sehingga mereka dapat bekerja secara profesional dan aman," pungkasnya. (als/ssb)

Berita terkait

Kasus TBC di Lapas dan Rutan Jadi Alarm Perbaikan Layanan Kesehatan Warga Binaan
Kesejahteraan Rakyat
Kasus TBC di Lapas dan Rutan Jadi Alarm Perbaikan Layanan Kesehatan Warga Binaan
Edy Wuryanto Dorong Penguatan Perlindungan Tenaga Kesehatan Usai Wafatnya dr. Eliza
Kesejahteraan Rakyat
Edy Wuryanto Dorong Penguatan Perlindungan Tenaga Kesehatan Usai Wafatnya dr. Eliza
Kasus Penyekapan di Bandung Jadi Alarm Penguatan Perlindungan Perempuan dan Anak
Kesejahteraan Rakyat
Kasus Penyekapan di Bandung Jadi Alarm Penguatan Perlindungan Perempuan dan Anak
Tags:#dokter
Sebelumnya

Anggaran Perawatan Jalan Hanya Cukup 2 Bulan, Legislator Soroti Dampak Ekonomi dan Risiko Kecelakaan

Selanjutnya

Tak Cukup Ganti Logo, Eko Hendro Purnomo Desak Perumnas Bangun Identitas Baru

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(945)
  • Industri dan Pembangunan(3374)
  • Isu Lainnya(1025)
  • Kesejahteraan Rakyat(3379)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4123)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
SPMB|RUU HPI|PTN|Perguruan Tinggi|RAPBN 2027|Kesehatan|PHK|Ekonomi|Bencana|Kopdes Merah Putih|Anggaran|TNI|RUU Kawasan Industri
Jakarta:
Berawan sebagian
26°C
Terasa: 30°C
Lembab: 71%
Angin: 4 km/h