
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher.|Foto: Mentari/Mahendra
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher menyampaikan belasungkawa atas wafatnya dokter internship, dr. Siti Zahra Maghfira. Di balik duka tersebut, ia menegaskan pentingnya penguatan perlindungan tenaga kesehatan (nakes) secara menyeluruh agar para tenaga medis dapat menjalankan tugasnya dengan aman, profesional, dan bermartabat.
Netty berharap keluarga almarhumah diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut. Ia juga mengajak seluruh pihak menghormati proses penyelidikan yang tengah dilakukan aparat penegak hukum dan tidak berspekulasi mengenai penyebab meninggalnya korban sebelum hasil investigasi resmi diumumkan.
"Mari kita menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Kita tidak perlu berspekulasi ataupun menarik kesimpulan sebelum seluruh fakta terungkap secara utuh oleh pihak yang berwenang," ujar Netty dalam keterangan tertulis, kepada Parlementaria, Selasa (28/7/2026).
Menurut Netty, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap tenaga kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan harus terus diperkuat. Perlindungan itu tidak hanya menyangkut aspek keselamatan kerja, tetapi juga lingkungan kerja yang sehat, sistem pembinaan, kesejahteraan, serta dukungan terhadap kesehatan fisik dan mental tenaga kesehatan.
"Negara perlu terus memastikan tenaga kesehatan memperoleh perlindungan yang komprehensif agar mereka dapat menjalankan tugas secara profesional, aman, dan bermartabat. Perlindungan terhadap tenaga kesehatan pada akhirnya juga akan berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat," tegasnya.
Politisi Fraksi PKS itu mengingatkan bahwa Komisi IX DPR RI sebelumnya telah mendorong Kementerian Kesehatan memperkuat sistem perlindungan bagi tenaga kesehatan melalui berbagai langkah konkret. Salah satunya adalah penyusunan program pendampingan serta penguatan layanan kesehatan jiwa bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis, terutama yang bertugas di unit dengan beban kerja tinggi.
"Kami berharap komitmen tersebut dapat terus diimplementasikan secara konsisten, disertai mekanisme pendampingan yang jelas, dukungan anggaran yang memadai, serta evaluasi berkala agar tenaga kesehatan memperoleh perlindungan yang optimal," ujarnya.
Netty juga mengajak seluruh institusi pelayanan kesehatan, institusi pendidikan, organisasi profesi, dan pemerintah membangun budaya kerja yang saling menghormati dan mendukung.
"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ekosistem pelayanan kesehatan yang sehat, aman, dan manusiawi. Dengan demikian, tenaga kesehatan dapat bekerja secara optimal dan masyarakat pun memperoleh pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas," pungkasnya. (ndy/ssb)