Ketua BAM DPR RI, Ahmad Heryawan saat memimpin kunjungan kerja di Salatiga, Jawa Tengah.|Foto : Aar/Andri
PARLEMENTARIA, Salatiga — Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI berkomitmen mengawal aspirasi masyarakat dan tokoh daerah Kota Salatiga terkait kelanjutan proyek infrastruktur Taman Wisata Religi. Sarana prasarana ini diproyeksikan menjadi miniatur toleransi sekaligus motor penggerak baru bagi sektor pariwisata berbasis kebudayaan di kota tersebut.
Ketua BAM DPR RI, Ahmad Heryawan, mengungkapkan bahwa keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi kendala utama proyek ini belum bisa dituntaskan. Merespons hal tersebut, BAM DPR RI menegaskan kesiapannya untuk menjembatani kebutuhan anggaran daerah ke tingkat nasional.
"Kota Salatiga memiliki pembangunan taman wisata religi yang belum selesai sebagai penjelantahan dari miniatur toleransi di Indonesia. Aspirasinya adalah segera diselesaikan kemudian minta bantuan anggaran karena anggaran kota Salatiga tidak mencukupi. Tentu kita bersama-sama ngetuk pintu anggaran di tingkat provinsi maupun nasional," papar Aher saat diwawancarai Parlementaria di Salatiga, Jawa Tengah, Minggu (21/6/2026).
Langkah konkret yang akan diambil oleh BAM adalah menyusun laporan dan meneruskan rekomendasi ini kepada jajaran Pimpinan DPR RI untuk dikoordinasikan dengan komisi teknis serta kementerian mitra kerja terkait. "Kita akan memberikan rekomendasi pada pimpinan untuk pimpinan mengkomunikasikan dengan komisi terkait atau dengan kementerian terkait, dalam hal ini Kementerian Agama," lanjut legislator tersebut.
Aher menambahkan, keberadaan taman wisata religi ini ke depan akan menjadi simbol hidup dari nilai-nilai luhur Pancasila sekaligus meningkatkan perekonomian daerah melalui pariwisata inklusif. "Ini taman religi sekaligus mengabadikan sikap toleransi yang paling tinggi di kota Salatiga. Tentu ini akan menambah keindahan kota Salatiga dan kesemarakkan toleransi serta pariwisata pada saat yang sama," tutup Aher. (aar/aha)