E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran|RUU Pemilu|MBG|kebijakan fiskal|RUU SDI|Pendidikan|Audit|KUHP|riset|UMKM|Perguruan Tinggi|sekolah|dokter
Jakarta:
Berawan sebagian
34°C
Terasa: 37°C
Lembab: 44%
Angin: 14 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran|RUU Pemilu|MBG|kebijakan fiskal|RUU SDI|Pendidikan|Audit|KUHP|riset|UMKM|Perguruan Tinggi|sekolah|dokter
Jakarta:
Berawan sebagian
34°C
Terasa: 37°C
Lembab: 44%
Angin: 14 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran|RUU Pemilu|MBG|kebijakan fiskal|RUU SDI|Pendidikan|Audit|KUHP|riset|UMKM|Perguruan Tinggi|sekolah|dokter
Jakarta:
Berawan sebagian
34°C
Terasa: 37°C
Lembab: 44%
Angin: 14 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

RUU Air Minum dan Sanitasi Didorong Jadi Instrumen Percepatan Penurunan Tengkes

Diterbitkan
Selasa, 23 Jun 2026 11.12 WIB
Bagikan:
RUU Air Minum dan Sanitasi Didorong Jadi Instrumen Percepatan Penurunan Tengkes

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Gamal Albinsaid saat agenda Presentasi Kepala Badan Keahlian Setjen DPR RI, di Ruang Rapat Baleg, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto : Mahendra/Alma

PARLEMENTARIA, Jakarta – Upaya pemenuhan akses air minum dan sanitasi yang layak tidak hanya berkaitan dengan penyediaan layanan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengelolaan Air Minum dan Sanitasi didorong menjadi instrumen strategis untuk mempercepat penurunan angka tengkes di Indonesia.

 

Hal tersebut disampaikan Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Gamal Albinsaid dalam Rapat Pleno Penyusunan RUU tentang Pengelolaan Air Minum dan Sanitasi. Rapat pleno ini memiliki agenda Presentasi Kepala Badan Keahlian Setjen DPR RI, di Ruang Rapat Baleg, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Lihat Juga :

Martin Manurung Usul Skema Water Fund agar RUU Air Minum Tak Bebani APBN

Martin Manurung Usul Skema Water Fund agar RUU Air Minum Tak Bebani APBN

Soal Kelembagaan RUU Air Minum, Baleg Soroti Struktur Forkalim dan PERPAMSI

Soal Kelembagaan RUU Air Minum, Baleg Soroti Struktur Forkalim dan PERPAMSI

 

Menurutnya, paradigma pengaturan dalam RUU tersebut perlu diperluas agar tidak hanya berfokus pada aspek air minum dan sanitasi, tetapi juga memperhatikan aspek higienitas sebagaimana kampanye global yang dikembangkan oleh UNICEF dan World Health Organization (WHO) melalui konsep Water, Sanitation and Hygiene (WASH).

 

“Undang-undang ini jangan hanya terjebak pada water and sanitation, tetapi juga harus linear dengan gerakan dunia yang memberikan aspek mendalam dalam konteks higienitas,” ujar Gamal.

 

Ia menekankan bahwa urgensi RUU tersebut semakin besar mengingat sanitasi yang buruk merupakan salah satu faktor penting penyebab tengkes. Saat ini, sekitar 20 persen anak Indonesia masih mengalami tengkes, sementara sejumlah penelitian menunjukkan bahwa anak yang hidup dalam lingkungan dengan sanitasi buruk memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pertumbuhan.

 

“Bahkan kalau di penelitian itu bisa dua setengah kali lipat risiko tengkes ada anak-anak dengan sanitasi yang buruk,” jelasnya.

 

Gamal menerangkan, buruknya kualitas air dan sanitasi dapat memicu infeksi berulang, diare, hingga peradangan usus yang menyebabkan terganggunya penyerapan zat gizi pada anak. Akibatnya, berbagai program peningkatan gizi tidak akan berjalan optimal apabila persoalan sanitasi belum terselesaikan.

 

“Sebanyak apa pun program MBG diberikan, itu seperti ember yang bocor. Gizi diberikan kepada anak-anak, tetapi karena dia diare berulang dan infeksi berulang, kemampuan penyerapan gizinya terhambat sehingga gizi yang masuk tidak bisa diserap secara optimal,” tegasnya.

 

Karena itu, ia menilai kehadiran RUU Pengelolaan Air Minum dan Sanitasi sangat penting untuk mendukung keberhasilan berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk penanganan tengkes.

 

Selain itu, Gamal juga menyoroti aspek pembiayaan dalam rancangan beleid tersebut. Menurutnya, konsep full cost recovery atau pemulihan biaya penuh perlu dikaji secara hati-hati agar tidak membebani masyarakat berpenghasilan rendah.

 

Ia mendorong agar RUU tersebut memberikan jaminan yang kuat bagi masyarakat miskin untuk memperoleh akses air minum, sanitasi, dan layanan higienitas yang layak. Bahkan, menurutnya, perlu ada daya paksa bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk memastikan hak masyarakat atas air bersih benar-benar terpenuhi.

 

“Undang-undang ini harus mampu menjamin pemberian akses air minum, sanitasi, dan higiene untuk masyarakat level bawah. Tanpa adanya skema yang kuat, hak masyarakat untuk mendapatkan air tidak akan bisa diimplementasikan dengan baik,” katanya.

 

Di samping itu, Gamal juga menilai pentingnya penataan kelembagaan nasional agar pengelolaan air minum dan sanitasi tidak berjalan secara terfragmentasi. Menurutnya, pembagian kewenangan yang jelas antarinstansi dan harmonisasi dengan berbagai regulasi yang sudah ada menjadi faktor penting untuk memastikan pelaksanaan kebijakan berjalan efektif.

 

Dengan demikian, Politisi Fraksi PKS ini berharap RUU tentang Pengelolaan Air Minum dan Sanitasi tidak hanya menjadi dasar hukum penyediaan layanan dasar, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam membangun generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas. (fa/rdn)

Berita terkait

Martin Manurung Usul Skema Water Fund agar RUU Air Minum Tak Bebani APBN
Politik dan Keamanan
Martin Manurung Usul Skema Water Fund agar RUU Air Minum Tak Bebani APBN
Soal Kelembagaan RUU Air Minum, Baleg Soroti Struktur Forkalim dan PERPAMSI
Politik dan Keamanan
Soal Kelembagaan RUU Air Minum, Baleg Soroti Struktur Forkalim dan PERPAMSI
Batasan Peran Swasta Pasca-Putusan MK Jadi Tantangan Krusial RUU Air Minum
Politik dan Keamanan
Batasan Peran Swasta Pasca-Putusan MK Jadi Tantangan Krusial RUU Air Minum
Tags:#RUU Pengelolaan Air Minum dan Sanitasi
Sebelumnya

Akses Digital Jadi Kunci, Abdul Azis Sefudin Dorong Peningkatan Penghimpunan Dana Umat dengan Digitalisasi Zakat

Selanjutnya

Gerak Cepat DPR Tangani Aduan Konflik Agraria: Raker Pekan Depan Libatkan Lintas Komisi

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1013)
  • Industri dan Pembangunan(3529)
  • Isu Lainnya(1033)
  • Kesejahteraan Rakyat(3540)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4318)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran|RUU Pemilu|MBG|kebijakan fiskal|RUU SDI|Pendidikan|Audit|KUHP|riset|UMKM|Perguruan Tinggi|sekolah|dokter
Jakarta:
Berawan sebagian
34°C
Terasa: 37°C
Lembab: 44%
Angin: 14 km/h