
Anggota Komisi I DPR RI Abdul Halim Iskandar bertukar cinderamata usai melakukan peninjauan langsung ke Korem 081/Dhirotsaha Jaya di Madiun, Jawa Timur.|Foto : Ams/Andri
PARLEMENTARIA, Madiun - Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI melakukan peninjauan langsung ke Korem 081/Dhirotsaha Jaya di Madiun, Jawa Timur, Jumat (12/6/2026), guna menyerap aspirasi secara objektif terkait kondisi riil prajurit di lapangan. Anggota Komisi I DPR RI Abdul Halim Iskandar menjelaskan bahwa dari hasil pertemuan tersebut, terdapat tiga aspek utama yang dinilai krusial untuk segera ditindaklanjuti ke pemerintah pusat.
Aspek pertama yang menjadi sorotan adalah urgensi pemenuhan sarana mobilitas pasukan. Legislator Fraksi PKB ini menegaskan bahwa kesiapan prajurit harus didukung fasilitas yang memadai, dan pihaknya berkomitmen memperjuangkan alokasi anggarannya dalam APBN bersama mitra kerja terkait.
"Dan tentu semua ini akan segera kita sampaikan kepada Panglima, atau kepada Pak Menteri Pertahanan, atau pihak-pihak yang terkait, termasuk mungkin mengalokasikan di APBN agar kebutuhan alat mobilisasi pasukan ini bisa dipenuhi. Karena itu sesuatu yang amat sangat mendasar menurut kita," paparnya.
Aspek kedua berkaitan dengan ketersediaan fasilitas tempat tinggal yang dinilai memerlukan intervensi kebijakan segera. "Tentu terkait dengan kesejahteraan prajurit, utamanya rumah dinas. Terus terang di wilayah Korem 081 ini cukup memprihatinkan, rasio yang sangat tidak seimbang antara jumlah pasukan dengan rumah dinas yang tersedia," tegas Abdul Halim.
Pada aspek ketiga, Abdul Halim mendorong adanya program pelatihan yang terstruktur bagi personel TNI yang akan memasuki masa purna tugas. "Dibutuhkan penguatan-penguatan dalam pembinaan bagi pasukan, prajurit, apalagi yang menyongsong pensiun, supaya ada pembekalan-pembekalan yang cukup penting bagi keberlanjutan teman-teman yang nanti pada akhirnya pensiun," pungkasnya.
Selanjutnya, Komisi I akan menjadikan temuan lapangan tersebut sebagai rujukan strategis untuk merumuskan kebijakan pertahanan yang komprehensif secara nasional. (ams/aha)