E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|Armuzna|Petugas Haji|UMKM|Imigrasi|Iduladha|Pariwisata|RUU Satu Data|statistik|BUMN|Prolegnas|Budaya
Jakarta:
Berawan sebagian
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|Armuzna|Petugas Haji|UMKM|Imigrasi|Iduladha|Pariwisata|RUU Satu Data|statistik|BUMN|Prolegnas|Budaya
Jakarta:
Berawan sebagian
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|Armuzna|Petugas Haji|UMKM|Imigrasi|Iduladha|Pariwisata|RUU Satu Data|statistik|BUMN|Prolegnas|Budaya
Jakarta:
Berawan sebagian
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Produk Impor Bebas Masuk, SNI Dinilai Belum Mampu Lindungi Industri Dalam Negeri

Diterbitkan
Selasa, 26 Mei 2026 09.33 WIB
Bagikan:
Produk Impor Bebas Masuk, SNI Dinilai Belum Mampu Lindungi Industri Dalam Negeri

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, saat mengikuti kunjungan kerja spesifik Panitia Kerja (Panja) Standardisasi Nasional Indonesia Komisi VII ke Laboratorium SNSU di kawasan Puspiptek, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.|Foto: In/Karisma

PARLEMENTARIA, Tangerang Selatan — Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty menyoroti lemahnya pengawasan dan standardisasi terhadap produk impor yang masuk ke Indonesia. Kondisi tersebut dinilai merugikan industri nasional sekaligus membuat perlindungan terhadap masyarakat dan pelaku usaha domestik belum optimal.

 

Hal itu disampaikan Evita saat mengikuti kunjungan kerja spesifik Panitia Kerja (Panja) Standardisasi Nasional Indonesia Komisi VII ke Laboratorium SNSU di kawasan Puspiptek, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Senin (25/5/2026).

Lihat Juga :

SNI Jadi Benteng Produk Lokal dan Jalan IKM Tembus Ekspor

SNI Jadi Benteng Produk Lokal dan Jalan IKM Tembus Ekspor

Legislator Dukung Industrisasi Maung Pindad: Cintai Produk Dalam Negeri

Legislator Dukung Industrisasi Maung Pindad: Cintai Produk Dalam Negeri

 

Menurutnya, saat produk Indonesia diekspor ke luar negeri, pelaku industri diwajibkan memenuhi berbagai aturan dan standar ketat dari negara tujuan. Namun sebaliknya, produk asing yang masuk ke Indonesia dinilai justru lebih longgar pengawasannya.


“Tadi saya sampaikan memang ini kenyataan, tadi kan LPK (Lembaga Penilaian Kesesuaian)-nya juga menyampaikan bahwa kita ini memiliki peraturan ketika produk kita itu diekspor ke negara lain. Tetapi ketika produk negara lain itu masuk ke Indonesia, nah aturan-aturan itu seakan-akan tidak ada,” ujar Evita saat ditemui Parlementaria.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi Komisi VII DPR RI, khususnya dalam memperkuat sistem standardisasi nasional agar mampu melindungi industri dalam negeri dari persaingan yang tidak seimbang.

“Nah ini kan menjadi PR bagi kita Komisi VII karena apalagi hal-hal yang berkaitan dengan industri. Kita kan tidak mau banyaknya perjanjian-perjanjian internasional yang kita buat tetapi karena lemahnya daripada standardisasi nasional kita sehingga manfaat perjanjian internasional tersebut itu tidak kepada kita,” katanya.


Evita menegaskan, lemahnya penerapan standar nasional dapat membuat produk lokal kesulitan menembus pasar ekspor, sementara barang impor justru mudah membanjiri pasar domestik.

“Karena barang-barang kita masih sulit masuk ke luar negeri sementara barang dari luar negeri itu begitu bebas masuk ke Indonesia,” tutur Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

 

Komisi VII DPR RI melalui Panja Standardisasi Nasional Indonesia saat ini tengah mendalami berbagai persoalan terkait penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), termasuk efektivitas pengawasan terhadap produk impor dan perlindungan terhadap industri nasional di tengah meningkatnya arus perdagangan global. (in/rdn)

Berita terkait

SNI Jadi Benteng Produk Lokal dan Jalan IKM Tembus Ekspor
Industri dan Pembangunan
SNI Jadi Benteng Produk Lokal dan Jalan IKM Tembus Ekspor
Legislator Dukung Industrisasi Maung Pindad: Cintai Produk Dalam Negeri
Industri dan Pembangunan
Legislator Dukung Industrisasi Maung Pindad: Cintai Produk Dalam Negeri
Mohammad Hekal: Lindungi Industri Tekstil dari Banjir Produk Impor
Populer
Mohammad Hekal: Lindungi Industri Tekstil dari Banjir Produk Impor
Tags:#impor#Ekspor#SNI
Sebelumnya

Vita Ervina Tekankan Pentingnya Ubah Pola Pikir soal Cek Kesehatan

Selanjutnya

Pansus RUU Desain Industri Gali Masukan Guna Hadirkan Payung Hukum Lebih Komprehensif

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(853)
  • Industri dan Pembangunan(3107)
  • Isu Lainnya(1014)
  • Kesejahteraan Rakyat(3121)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3770)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|Armuzna|Petugas Haji|UMKM|Imigrasi|Iduladha|Pariwisata|RUU Satu Data|statistik|BUMN|Prolegnas|Budaya
Jakarta:
Berawan sebagian
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h