
Anggota Timwas Haji DPR RI 2026, Singgih Januratmoko, saat rapat koordinasi bersama Petugas Haji Daerah Jawa Tengah di Kantor Sektor 5 Makkah.|Foto: Andri/Septamares
PARLEMENTARIA, Makkah — Anggota Timwas Haji DPR RI 2026, Singgih Januratmoko, menyoroti pentingnya kesiapan transportasi dan penempatan maktab menjelang fase Armuzna yang menjadi puncak ibadah haji.
Dalam rapat koordinasi bersama Petugas Haji Daerah Jawa Tengah di Kantor Sektor 5 Makkah, Sabtu (23/5/2026), Singgih meminta seluruh Ketua Kloter memahami secara detail pola layanan yang disiapkan syarikah. Ia menilai persoalan transportasi dan penempatan jemaah menjadi titik rawan yang kerap memicu kepadatan dan kebingungan di lapangan.
“Fase awal ini sering terjadi kesemrawutan. Maka perkuat terus koordinasi secara berkelanjutan,” ujar Singgih dalam pertemuan tersebut.
Menurut dia, Ketua Kloter harus mengetahui secara rinci syarikah yang melayani jemaahnya, termasuk posisi maktab dan jalur distribusi layanan. “Ketua Kloter diharapkan juga harus paham, kloternya dilayani oleh syarikah apa, Al Bait Guests atau Rakeen Masyarik,” katanya.
Politisi Fraksi Partai Golkar ini juga meminta petugas memastikan kapasitas bus pengangkut jemaah sesuai ketentuan dan memperhatikan kebutuhan kelompok lanjut usia.
“Berapa jumlah bus yang akan mengantar, berapa kapasitas maksimum per bus, apakah bus yang digunakan ramah lansia, itu harus dipastikan,” tegasnya.
Tak hanya di Arafah, penguatan koordinasi juga diminta dilakukan saat perpindahan menuju Muzdalifah dan Mina. Ia meminta petugas membagi tugas secara jelas, termasuk menentukan siapa petugas yang mendampingi rombongan pertama maupun terakhir.
Selain itu, pola pendampingan lontar jumrah juga harus dipetakan berdasarkan skema Nafar Awal dan Nafar Tsani agar tidak terjadi penumpukan jemaah.
“Berbagai hal yang menjadi titik-titik rawan harus dibahas dan diperkuat kesiapannya melalui koordinasi yang jelas dan intensif,” katanya.
Singgih berharap penguatan koordinasi lintas kloter dan petugas dapat meminimalisasi persoalan pelayanan selama fase Armuzna dan menjaga keselamatan jemaah Indonesia di Tanah Suci. (man/rdn)