E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|Gempa|RAPBN 2027|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Pendidikan|BUMN|Haji|RUU Migas|Anggaran|energi|Ekonomi|sekolah
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 31°C
Lembab: 76%
Angin: 5 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|Gempa|RAPBN 2027|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Pendidikan|BUMN|Haji|RUU Migas|Anggaran|energi|Ekonomi|sekolah
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 31°C
Lembab: 76%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|Gempa|RAPBN 2027|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Pendidikan|BUMN|Haji|RUU Migas|Anggaran|energi|Ekonomi|sekolah
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 31°C
Lembab: 76%
Angin: 5 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Komisi XII Minta BPH Migas Perketat Digitalisasi Distribusi BBM Subsidi

Diterbitkan
Rabu, 20 Mei 2026 11.16 WIB
Bagikan:
Komisi XII Minta BPH Migas Perketat Digitalisasi Distribusi BBM Subsidi

Wakil Ketua Komisi XII DPR Bambang Haryadi, saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI bersama Ketua Komite dan seluruh anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Kompleks Parlemen Senayan.|Foto: Tari/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta — Wakil Ketua Komisi XII DPR Bambang Haryadi menegaskan pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi harus diperketat menyusul meningkatnya potensi penyimpangan di berbagai daerah. Menurutnya, lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Iran membuat penyaluran subsidi energi wajib tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerima.


“Kita tahu dampak dari perang di Iran mengakibatkan harga minyak melonjak naik. Maka kita berharap BBM yang bersubsidi itu harus tepat sasaran,” ujar Bambang saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI bersama Ketua Komite dan seluruh anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (19/5/2026).


Bambang menjelaskan, BPH Migas memiliki peran strategis dalam memastikan distribusi BBM subsidi berjalan tepat volume dan tepat penerima manfaat. Oleh karena itu, pengawasan terhadap distribusi solar subsidi dan pertalite perlu diperkuat melalui pengendalian menyeluruh di seluruh wilayah Indonesia.

Lihat Juga :

Komisi XII Dorong Percepatan Sistem AI untuk Awasi Distribusi BBM Subsidi

Komisi XII Dorong Percepatan Sistem AI untuk Awasi Distribusi BBM Subsidi

Komisi XII Evaluasi Sistem Subsidi Tepat Usai Temuan Modus

Komisi XII Evaluasi Sistem Subsidi Tepat Usai Temuan Modus


Ia menyebut kuota minyak solar subsidi tahun 2026 ditetapkan sekitar 18,6 juta kiloliter oleh BPH Migas. Sementara kuota pertalite pada tahun yang sama mencapai sekitar 29,27 juta kiloliter dengan dukungan subsidi dari pemerintah pusat.


Menurut Bambang, potensi penyimpangan distribusi paling sering terjadi pada penyaluran solar subsidi dan pertalite. Karena itu, pengawasan di lapangan perlu melibatkan aparat penegak hukum serta pemerintah daerah secara lebih optimal.


“Karena yang paling sering dilakukan penyimpangan itu solar dan pertalite. Yang diberlakukan per 1 April 2026 menuntut pengawasan yang jauh lebih ketat di lapangan, baik oleh BPH maupun aparat penegak hukum dan juga pemerintah daerah,” katanya.


Komisi XII, lanjut Bambang, juga mendukung langkah digitalisasi tata kelola distribusi BBM subsidi guna menutup berbagai celah penyalahgunaan di lapangan. Ia berharap sistem pengawasan berbasis digital dapat memastikan subsidi benar-benar diterima masyarakat yang berhak.


“Komisi XII memandang langkah BPH Migas memperketat pengawasan dan mendorong digitalisasi tata kelola, termasuk digitalisasi surat rekomendasi konsumen pengguna, sebagai upaya penting untuk menutup celah penggunaan BBM bersubsidi,” pungkasnya. (rr/aha)

Berita terkait

Komisi XII Dorong Percepatan Sistem AI untuk Awasi Distribusi BBM Subsidi
Industri dan Pembangunan
Komisi XII Dorong Percepatan Sistem AI untuk Awasi Distribusi BBM Subsidi
Komisi XII Evaluasi Sistem Subsidi Tepat Usai Temuan Modus
Industri dan Pembangunan
Komisi XII Evaluasi Sistem Subsidi Tepat Usai Temuan Modus
Komisi XII Evaluasi Distribusi BBM Subsidi, Soroti Pergeseran Konsumsi Masyarakat
Industri dan Pembangunan
Komisi XII Evaluasi Distribusi BBM Subsidi, Soroti Pergeseran Konsumsi Masyarakat
Tags:#BBM#Subsidi
Sebelumnya

Legislator Dorong Penambahan Anggaran PIP untuk Mahasiswa Kurang Mampu di Bali

Selanjutnya

Komisi IV Beri Tenggat 14 Hari ke Bapanas soal Keterlambatan Bantuan Pangan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1081)
  • Industri dan Pembangunan(3761)
  • Isu Lainnya(1064)
  • Kesejahteraan Rakyat(3759)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4625)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Segera Daftar
Parja

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|Gempa|RAPBN 2027|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Pendidikan|BUMN|Haji|RUU Migas|Anggaran|energi|Ekonomi|sekolah
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 31°C
Lembab: 76%
Angin: 5 km/h