
Anggota Komisi VIII DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana, saat memimpin agenda Kunjungan Kerja spesifik Komisi VIII DPR RI ke UHN I Gusti Bagus Sugriwa di Denpasar, Bali.|Foto : Natasya/Alma
PARLEMENTARIA, Denpasar - Komisi VIII DPR menyatakan dukungannya terhadap usulan pembentukan Fakultas Kedokteran di Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa. Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana mengatakan UHN I Gusti Bagus Sugriwa memiliki posisi strategis sebagai satu-satunya perguruan tinggi Hindu negeri di Indonesia sekaligus menjadi barometer pendidikan Hindu, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
I Ketut Kariyasa menilai hadirnya pendidikan kedokteran bisa memperkuat pengembangan pendidikan berbasis spiritual dan budaya lokal Bali. Berangkat dari keyakinan ini, usulan pembukaan Fakultas Kedokteran memiliki potensi besar untuk mendukung sektor kesehatan sekaligus pariwisata Bali.
“Ini kan kampus negeri hindu satu-satunya dan nanti menjadi beberapa barometer pendidikan di seluruh Indonesia terutama dari Indonesia Timur, sebagai yang salah satunya adalah usulan mendirikan fakultas kedokteran dengan nilai-nilai spiritual dan dasar-dasar agama. Apalagi Bali daerah pariwisata yang kental dengan adat isitadat dan budayanya tentu ini kaitannya pasti akan mendukung juga di samping untuk kesehatan, sumber daya manusia dan pariwisata juga,” ujar Kariyasa saat memimpin agenda Kunjungan Kerja spesifik Komisi VIII DPR RI ke UHN I Gusti Bagus Sugriwa di Denpasar, Bali, Selasa (19/5/2026).
Selaras, dukungan terhadap usulan tersebut juga datang dari berbagai fraksi di Komisi VIII DPR RI yang memandang pembentukan Fakultas Kedokteran sebagai kebutuhan yang mendesak. “Kita lihat tadi, saya pernah memimpin dari semua praksi-praksi teman-teman dari PKS, Gerindra, Demokrat sangat setuju karena mereka melihat bahwa ini sangat urgent sekali dan itu kita dukung nanti penyampaian dalam rapat-rapat dengan Kementerian,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen, Kariyasa mengatakan Komisi VIII DPR akan mendukung usulan tersebut melalui pembahasan bersama kementerian terkait, termasuk mendorong penambahan anggaran apabila kondisi fiskal memungkinkan. Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Komisi X DPR yang membidangi pendidikan tinggi guna mempercepat proses administrasi dan rekomendasi pendirian fakultas tersebut.
“Kita dukung usulan-usulan itu nanti disampaikan dalam bentuk penambahan anggaran walaupun situasinya sekarang agak susah. Mudah-mudahan nanti cepat pulih, sehingga ketika nanti rencananya ini kan tahun depan sudah bisa menjadi usulan karena dari rekomendasi dari Komisi VIII sudah oke, tinggal sekarang kan rekomendasi dari pendidikan tinggi dan itu di Komisi X, kita akan komunikasikan,” pungkasnya. (Nap/um)