E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU SDI|RUU Perampasan Aset|sekolah|Kesehatan|RUU HPI|pesantren|Polri|Tenaga Kesehatan|B50|Jampidsus|Kekerasan|Pesangon|Kejaksaan
Jakarta:
Berawan sebagian
32°C
Terasa: 33°C
Lembab: 51%
Angin: 19 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU SDI|RUU Perampasan Aset|sekolah|Kesehatan|RUU HPI|pesantren|Polri|Tenaga Kesehatan|B50|Jampidsus|Kekerasan|Pesangon|Kejaksaan
Jakarta:
Berawan sebagian
32°C
Terasa: 33°C
Lembab: 51%
Angin: 19 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU SDI|RUU Perampasan Aset|sekolah|Kesehatan|RUU HPI|pesantren|Polri|Tenaga Kesehatan|B50|Jampidsus|Kekerasan|Pesangon|Kejaksaan
Jakarta:
Berawan sebagian
32°C
Terasa: 33°C
Lembab: 51%
Angin: 19 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU SDI|RUU Perampasan Aset|sekolah|Kesehatan|RUU HPI|pesantren|Polri|Tenaga Kesehatan|B50|Jampidsus|Kekerasan|Pesangon|Kejaksaan
Jakarta:
Berawan sebagian
32°C
Terasa: 33°C
Lembab: 51%
Angin: 19 km/h
Berita/Politik dan Keamanan

BPIP Diminta Manfaatkan Teknologi untuk Diseminasi Pancasila

Diterbitkan
Senin, 13 Apr 2026 18.12 WIB
Bagikan:
BPIP Diminta Manfaatkan Teknologi untuk Diseminasi Pancasila

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira.|Foto: Runi/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira menyoroti lemahnya pemanfaatan teknologi komunikasi oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam melakukan diseminasi informasi kepada masyarakat. Ia menilai BPP belum maksimal dalam menggunakan kewenangan dan alat teknologi modern untuk menjangkau masyarakat secara meluas. Menurutnya, hal ini menyebabkan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila masih mandek pada level sekadar ‘tahu’, belum sampai pada level ‘berpengetahuan’.


"Kalau kita tidak memanfaatkan berbagai macam kecanggihan alat teknologi komunikasi sekarang dan tidak ada orang di dalam lingkaran BPIP ini yang mempunyai kecanggihan, pengetahuan, kemampuan untuk melakukan proses diseminasi informasi yang berkaitan dengan Pancasila dan BPIP dan kerjanya. Saya kira ini akan tetap seperti ini," tegas Andreas saat memberikan catatan kritis terhadap kinerja Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait pembahasan Peta Jalan Pembinaan Ideologi Pancasila dan perkembangan RUU BPIP di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).


Lebih lanjut, Andreas menyayangkan minimnya konten implementasi Pancasila, seperti aksi gotong royong, yang dimunculkan oleh BPIP di media massa maupun media sosial. Ia menilai BPIP justru kalah langkah dengan kelompok-kelompok lain yang menggunakan teknologi untuk tujuan yang bertolak belakang dengan nilai Pancasila.

Lihat Juga :

Willy Aditya Luncurkan Komik Pancasila untuk Pemula, Pancasila Bukan Hafalan Namun Dipahami Lewat Cerita

Willy Aditya Luncurkan Komik Pancasila untuk Pemula, Pancasila Bukan Hafalan Namun Dipahami Lewat Cerita

Sadiq Pasadigoe Minta BPIP Jangan Lembek Bumikan Nilai Pancasila

Sadiq Pasadigoe Minta BPIP Jangan Lembek Bumikan Nilai Pancasila


"Kita kalah sama berbagai kelompok yang menggunakan alat-alat itu, untuk mengcounter apa yang menjadi keinginan kita, untuk apa yang kita maksudkan dengan gotong royong, untuk apa yang kita maksudkan dengan ya bagaimana ketuhanan yang mahasiswa di dalam implementasi kehidupan kita gitu," tambahnya.


Fenomena intoleransi di tengah masyarakat, seperti larangan beribadah dan aksi saling mencerca antar kelompok, disebut sebagai dampak dari lemahnya diseminasi informasi yang bertanggung jawab. Andreas menegaskan bahwa BPIP memegang tanggung jawab utama untuk meluruskan hal tersebut.


Menutup pernyataannya, Andreas meminta agar penyusunan peta jalan pembinaan ideologi dan pembahasan RUU BPIP dimulai dari hal-hal sederhana namun krusial, yaitu memastikan masyarakat benar-benar paham secara kognitif dan afektif. (gal/aha)

Berita terkait

Willy Aditya Luncurkan Komik Pancasila untuk Pemula, Pancasila Bukan Hafalan Namun Dipahami Lewat Cerita
Politik dan Keamanan
Willy Aditya Luncurkan Komik Pancasila untuk Pemula, Pancasila Bukan Hafalan Namun Dipahami Lewat Cerita
Sadiq Pasadigoe Minta BPIP Jangan Lembek Bumikan Nilai Pancasila
Politik dan Keamanan
Sadiq Pasadigoe Minta BPIP Jangan Lembek Bumikan Nilai Pancasila
Baleg Batalkan Pasal BPIP Dapat Memberikan Indeks Ideologi Pancasila terhadap Penyelenggara Negara
Politik dan Keamanan
Baleg Batalkan Pasal BPIP Dapat Memberikan Indeks Ideologi Pancasila terhadap Penyelenggara Negara
Tags:#Pancasila
Sebelumnya

Amelia Anggraini Serukan Sanksi Tegas Israel atas Serangan terhadap TNI di Lebanon

Selanjutnya

Komisi XII Dukung Percepatan OSS V2.0 Berbasis AI dan Blockchain

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1002)
  • Industri dan Pembangunan(3501)
  • Isu Lainnya(1033)
  • Kesejahteraan Rakyat(3504)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4284)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI