E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|Armuzna|Petugas Haji|UMKM|Imigrasi|Iduladha|Pariwisata|RUU Satu Data|statistik|BUMN|Prolegnas|Budaya
Jakarta:
Cerah
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 52%
Angin: 5 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|Armuzna|Petugas Haji|UMKM|Imigrasi|Iduladha|Pariwisata|RUU Satu Data|statistik|BUMN|Prolegnas|Budaya
Jakarta:
Cerah
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 52%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|Armuzna|Petugas Haji|UMKM|Imigrasi|Iduladha|Pariwisata|RUU Satu Data|statistik|BUMN|Prolegnas|Budaya
Jakarta:
Cerah
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 52%
Angin: 5 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Tingginya Impor Bawang Putih Bikin Petani Malas Menanam, Sulit Bersaing di Pasar

Diterbitkan
Jumat, 10 Apr 2026 16.35 WIB
Bagikan:
Tingginya Impor Bawang Putih Bikin Petani Malas Menanam, Sulit Bersaing di Pasar

Anggota Komisi IV DPR RI Dadang M. Naser saat kunjungan kerja spesifik Komisi IV ke Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Sayuran (BRMP) di Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat.|Foto: Nadya/Mahendra

PARLEMENTARIA, Bandung Barat - Komisi IV DPR RI menyoroti dampak tingginya impor bawang putih terhadap keberlangsungan produksi dalam negeri. Komisi IV menilai tingginya impor bawang putih itu telah menekan daya saing petani lokal dan berpotensi menghambat upaya swasembada pangan.

 

Anggota Komisi IV DPR RI Dadang M. Naser mengungkapkan, derasnya arus impor membuat hasil produksi petani dalam negeri sulit bersaing di pasar, baik dari sisi harga maupun distribusi.

Lihat Juga :

Komisi IV Serap Aspirasi Petani: Akselerasikan Swasembada Bawang Putih

Komisi IV Serap Aspirasi Petani: Akselerasikan Swasembada Bawang Putih

Legislator Soroti Impor Bawang Putih: Swasembada Sebuah Keharusan

Legislator Soroti Impor Bawang Putih: Swasembada Sebuah Keharusan

 

“Percuma kalau petani sudah menanam dari hulu sampai hilir, tapi di pasar ditabrakkan dengan bawang impor. Akhirnya kalah. Ini yang membuat petani jadi malas menanam,” ujarnya saat kunjungan kerja spesifik Komisi IV ke Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Sayuran (BRMP) di Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis, (9/4/2026).

 

Ia menilai, kondisi ini harus menjadi perhatian serius pemerintah karena dapat melemahkan kemandirian pangan dalam jangka Panjang.

 

Menurut Dadang, kebijakan impor selama ini belum sepenuhnya berpihak pada petani dalam negeri. Ia bahkan mengusulkan agar importir tidak hanya berperan sebagai pelaku distribusi, tetapi juga turut berkontribusi dalam produksi.

 

“Kalau masih impor, importir harus ikut menanam di dalam negeri. Jangan hanya ambil keuntungan dari impor saja,” tegas Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

 

Selain itu, ia juga menyoroti adanya potensi ketidakseimbangan pasar yang menyebabkan harga hasil panen petani jatuh ketika produksi melimpah, sementara saat pasokan terbatas harga melonjak tinggi.

 

Lebih lanjut, Dadang menekankan pentingnya pengendalian pola tanam dan distribusi agar tidak terjadi overproduksi yang berujung pada anjloknya harga di tingkat petani. Ia menilai, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah perlu diperkuat untuk mengatur komoditas apa yang ditanam di masing-masing wilayah agar tidak terjadi benturan produksi di pasar.

 

“Kalau semua daerah menanam komoditas yang sama di waktu bersamaan, harga pasti jatuh. Ini harus diatur,” ujarnya.

 

Ia juga mengusulkan agar peran pemerintah, termasuk melalui Bulog, diperluas untuk menyerap komoditas hortikultura seperti cabai dalam bentuk olahan guna menjaga stabilitas harga. (ndy/rdn)

Berita terkait

Komisi IV Serap Aspirasi Petani: Akselerasikan Swasembada Bawang Putih
Industri dan Pembangunan
Komisi IV Serap Aspirasi Petani: Akselerasikan Swasembada Bawang Putih
Legislator Soroti Impor Bawang Putih: Swasembada Sebuah Keharusan
Industri dan Pembangunan
Legislator Soroti Impor Bawang Putih: Swasembada Sebuah Keharusan
Pengembangan Komoditas Bawang Putih Butuh Keberpihakan Negara terhadap Petani
Industri dan Pembangunan
Pengembangan Komoditas Bawang Putih Butuh Keberpihakan Negara terhadap Petani
Tags:#petani#swasembada
Sebelumnya

Evaluasi Riset Pertanian: Kelembagaan Berubah, SDM Peneliti Minim

Selanjutnya

Perlindungan terhadap Petani Harus Berbasis Data Akurat

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(853)
  • Industri dan Pembangunan(3107)
  • Isu Lainnya(1014)
  • Kesejahteraan Rakyat(3121)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3770)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|Armuzna|Petugas Haji|UMKM|Imigrasi|Iduladha|Pariwisata|RUU Satu Data|statistik|BUMN|Prolegnas|Budaya
Jakarta:
Cerah
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 52%
Angin: 5 km/h